Orangtua Tangisi Jenazah Anaknya yang Tersetrum Listrik, Minta PLN Tanggung Jawab

Kompas.com - 05/12/2019, 22:35 WIB
Jenazah GR (7), bocah korban tersengat listrik di Rusun Penjaringan, Jakarta Utara dipulangkan ke rumah keluarga sebelum dimakamkan KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIJenazah GR (7), bocah korban tersengat listrik di Rusun Penjaringan, Jakarta Utara dipulangkan ke rumah keluarga sebelum dimakamkan

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenazah GR (7), bocah yang tewas karena tersengat listrik PLN di kawasan Rusun Penjaringan, Jakarta Utara dibawa ke masjid dekat rumah korban pada Kamis (5/11/2019) malam.

Jenazah GR tiba dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang diiringi rombongan keluarga korban.

Saat jenazah GR digotong menuju masjid, kedua orangtua GR yakni Sumitro dan Suhaeni tak kuasa menahan air matanya.

Bahkan Suhaeni sempat pingsan hingga dituntun oleh warga menuju kediamannya di Tanjung Wangi, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sementara Sumitro duduk bersimpuh di samping keranda jenazah anak semata wayangnya didampingi dua orang warga lain yang berusaha menguatkan dirinya.

Baca juga: Saat Ditolong, Anak yang Tersetrum di Penjaringan Masih Bernapas

Madrofik (64), paman dari GR mengatakan, pihak keluarga meminta PLN agar bertanggung jawab terhadap kasus tersebut.

"Kita minta bertanggung jawab pihak PLN. Jangan sampai terulang lagi, sama dari perusahaan, rumah susun," kata Mardofik kepada awak media Kamis.

Menurutnya, warga sama sekali tidak tahu bahwa di lokasi pembongkaran gedung rusun lama itu masih ada listrik aktif yang bisa membahayakan nyawa.

Seharusnya, lokasi tersebut diberi semacam pembatas agar tidak ada warga terutama anak-anak yang bisa menjangkau lokasi itu.

"Biasanya kan dibongkar gitu ditutup pakai seng, kok ini nyablak begitu, kan keteledoran dia orang," ujar Mardofik.

Baca juga: Tewas Tersetrum, Bocah di Rusun Penjaringan Injak Genangan yang Rendam Kabel Listrik

Sebelumnya diberitakan, GR tewas saat mengambil bola di genangan air yang ada di dekat kabel listrik PLN yang dipotong tersebut

Berdasarkan pantauan di lokasi, kabel listrik itu berada di ketinggian 50 cm di atas tanah. Namun di bawahnya ada genangan setinggi 30 cm.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim mengatakan hujan deras tadi malam mengakibatkan genangan di lokasi lebih tinggi sehingga merendam kabel tersebut.

Hal itu yang membuat GR tersetrum hingga tewas di RS Atmajaya, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Sebut Sejumlah Fasilitas Rusak Saat Massa Jemput Rizieq Shihab, Bandara Soekarno-Hatta Rugi Rp 16 Juta

Saksi Sebut Sejumlah Fasilitas Rusak Saat Massa Jemput Rizieq Shihab, Bandara Soekarno-Hatta Rugi Rp 16 Juta

Megapolitan
Mengenal Tradisi Cucurak, Cara Warga Bogor Sambut Ramadhan

Mengenal Tradisi Cucurak, Cara Warga Bogor Sambut Ramadhan

Megapolitan
Eks Kapolres Jakpus soal Kerumunan Petamburan: Tiba-tiba Jalan Ditutup Orang Berbaju Putih-putih

Eks Kapolres Jakpus soal Kerumunan Petamburan: Tiba-tiba Jalan Ditutup Orang Berbaju Putih-putih

Megapolitan
Lalin Tersendat Imbas Demo Buruh di Sekitar Gedung MK, Pengendara Sempat Diarahkan Masuk Busway

Lalin Tersendat Imbas Demo Buruh di Sekitar Gedung MK, Pengendara Sempat Diarahkan Masuk Busway

Megapolitan
Pihak Bandara Soetta Izinkan Perwakilan Jemput Rizieq Shihab Setelah Massa Membludak hingga Merusak Kaca Gedung

Pihak Bandara Soetta Izinkan Perwakilan Jemput Rizieq Shihab Setelah Massa Membludak hingga Merusak Kaca Gedung

Megapolitan
Shalat Tarawih di Masjid Al-Azhar Dibatasi, Khotbah di Masjid Pondok Indah Dipersingkat

Shalat Tarawih di Masjid Al-Azhar Dibatasi, Khotbah di Masjid Pondok Indah Dipersingkat

Megapolitan
Saksi: Ratusan Ribu Penjemput Rizieq Shihab Penuhi Area Bandara Soetta Sepanjang 800 Meter

Saksi: Ratusan Ribu Penjemput Rizieq Shihab Penuhi Area Bandara Soetta Sepanjang 800 Meter

Megapolitan
Kawal Demo di Patung Kuda, Polisi Bagikan Air dan Ingatkan Buruh Terapkan Prokes

Kawal Demo di Patung Kuda, Polisi Bagikan Air dan Ingatkan Buruh Terapkan Prokes

Megapolitan
Saksi: Simpatisan Rizieq Penuhi Area Bandara Soetta sejak H-1 Kedatangan dari Arab Saudi

Saksi: Simpatisan Rizieq Penuhi Area Bandara Soetta sejak H-1 Kedatangan dari Arab Saudi

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Musnahkan Barbuk Narkoba, Senpi, hingga Dollar AS Palsu

Kejari Kota Tangerang Musnahkan Barbuk Narkoba, Senpi, hingga Dollar AS Palsu

Megapolitan
Masjid Al-Azhar Jakarta Beri Kudapan Buka Puasa melalui Drive-thru

Masjid Al-Azhar Jakarta Beri Kudapan Buka Puasa melalui Drive-thru

Megapolitan
Gelar Demo Hari Ini, Buruh Mulai Berorasi di Kawasan Patung Kuda

Gelar Demo Hari Ini, Buruh Mulai Berorasi di Kawasan Patung Kuda

Megapolitan
Polisi Ingatkan Sopir Travel dan Truk Jangan Nekat Angkut Penumpang Mudik

Polisi Ingatkan Sopir Travel dan Truk Jangan Nekat Angkut Penumpang Mudik

Megapolitan
Polisi Gencarkan Larangan Mudik Awal Mei, Pengendara yang Nekat Diminta Putar Balik

Polisi Gencarkan Larangan Mudik Awal Mei, Pengendara yang Nekat Diminta Putar Balik

Megapolitan
Serikat Buruh di Tangsel Tak Ikut Demo di Depan Gedung MK

Serikat Buruh di Tangsel Tak Ikut Demo di Depan Gedung MK

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X