Kali Angke yang Sempit dan Penuh Sampah Jadi Kendala Tim SAR Cari Bocah yang Hanyut

Kompas.com - 07/12/2019, 14:29 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Komandan SAR Mission Cordinatoor (SMC) Jakarta, Aprianto Praptomo, mengatakan, timnya mengalami kendala dalam mencari Alif Fitriyanto (12) yang hanyut di Kali Angke, Kampung Cilalung, Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Jumat (6/12/2019) pukul 11.00 WIB.

Perahu tim SAR tidak dapat menyisir aliran kali yang menyempit di beberapa bagian.

"Ini karena kan enggak sepanjang kali ini bisa diakses dengan perahu. Kontur kalinya ada yang kecil," kata Aprianto, Sabtu.

Kendala lain yang dialami tim SAR ialah sampah dan akses ke kali yang sulit.

Baca juga: Bocah yang Tenggelam di Kali Angke Ciputat Belum Ditemukan

Menurut Apriyanto, selama pencarian beberapa kali perahu terhalang sampah.

"Kemudian akses turun ke kali karena di kanan dan kiri itu banyak perumahan," ucapnya.

Sampai saat ini pencarian masih dilakukan dengan menyisir lokasi awal tenggelamnya korban hingga ke kawasan Pargi Baru di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

"Ada beberapa kemungkinan, sampah (di Parigi) itu kalau memang sampahnya pohon bambu itu kemungkinan (korban) ada di bawah. Tapi kalau cuma pohon besar hanya menutup atas kali, kemungkinan besar (korban) lewat juga ada," kata dia.

Alif hanyut saat mandi di Kali Angke bersama rekan sebaya. Diduga aliran air cukup deras dan korban terbawa arus lalu hanyut dan tenggelam.

Korban sempat ditolong rekannya dengan menggapai tangannya tetapi kemudian terlepas. Korban pun hanyut dan kemudian hilang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Megapolitan
Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Megapolitan
4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Megapolitan
Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies 'Menjomblo'?

Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies "Menjomblo"?

Megapolitan
Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Megapolitan
Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Megapolitan
5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Megapolitan
Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

Megapolitan
Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

Megapolitan
Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X