Pulau Tidung Bongkar Kapal-Kapal Tak Terpakai di Bibir Pantai

Kompas.com - 09/12/2019, 18:43 WIB
Gazebo di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Kementerian PUPRGazebo di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu membongkar kapal-kapal tak terpakai yang masih bersandar di bibir pantai.

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi mengatakan, Pembongkaran ini mereka lakukan karena dianggap mengganggu aktivitas nelayan dan merusak pemandangan.

"Itu kan kapal sudah enggak kepakai, kapal sudah tinggal tulang belulangnya saja. Jadi di situ juga cuma jadi sampah, mengganggu aktivitas kapal yang lain pemandangan enggak sedap," kata Cecep saat dihubungi, Senin (9/12/2019).

Cecep mengatakan setidaknya ada tujuh kapal tak terpakai yang akan mereka tertibkan. Kapal-kapal itu terdiri dari lima kapal kayu dan dua kapal fiber.

Baca juga: Jurit Malam Berujung Pelecehan Siswi SMA di Pulau Tidung

Untuk kapal kayu, sisa dari pembongkaran akan dikembalikan kepada pemilik kapal untuk dimanfaatkan kembali.

Sejauh ini baru satu kapal yang sudah dibongkar oleh Lurah Pulau Tidung.

"Jadinya tujuh, baru dieksekusi satu. Sisanya rencana minggu depan setelah penilaian Adipura. Karena tenaga Satpol dan PJLP nih sedang beres-beres Kampung persiapan untuk penilaian Adipura," ujar Cecep.

Cecep mengatakan, sebanyak 43 personel diturunkan dalam membongkar kapal-kapal tua tersebut.

Ia juga menegaskan, pembongkaran kapal tak terpakai sudah seizin pemilik kapal sehingga tidak terjadi penolakan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Corona Bakal Ditambah, Anies Tagih Pencairan Dana Bagi Hasil dari Kemenkeu

Anggaran Corona Bakal Ditambah, Anies Tagih Pencairan Dana Bagi Hasil dari Kemenkeu

Megapolitan
Pemprov DKI Buat Laboratorium untuk Percepat Tes Covid-19

Pemprov DKI Buat Laboratorium untuk Percepat Tes Covid-19

Megapolitan
Anies Tunggu Arahan MUI soal Kebijakan Ibadah di Masjid Selama Ramadhan

Anies Tunggu Arahan MUI soal Kebijakan Ibadah di Masjid Selama Ramadhan

Megapolitan
Selama Pandemi Corona, Pemudik Tujuan Jateng dan Jatim di Terminal Pulo Gebang Mendominasi

Selama Pandemi Corona, Pemudik Tujuan Jateng dan Jatim di Terminal Pulo Gebang Mendominasi

Megapolitan
Bermodal Jas Hujan, Angel bersama Kelompok Muda-mudi Gereja Basmi Virus Corona

Bermodal Jas Hujan, Angel bersama Kelompok Muda-mudi Gereja Basmi Virus Corona

Megapolitan
Kekurangan Alat Rapid Test, Wali Kota Bekasi: Kalau Pak Gubernur Masih Punya Stok, Berapa Pun Kami Terima

Kekurangan Alat Rapid Test, Wali Kota Bekasi: Kalau Pak Gubernur Masih Punya Stok, Berapa Pun Kami Terima

Megapolitan
Pandemi Corona Belum Usai, Pembatasan Bus Transjakarta Diperpanjang hingga 19 April

Pandemi Corona Belum Usai, Pembatasan Bus Transjakarta Diperpanjang hingga 19 April

Megapolitan
Cegah Covid-19, Terminal Pondok Cabe Periksa Suhu Tubuh Penumpang Bus

Cegah Covid-19, Terminal Pondok Cabe Periksa Suhu Tubuh Penumpang Bus

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Penumpang yang Mudik ke Madura di Terminal Pondok Cabe Mendominasi

Pandemi Covid-19, Penumpang yang Mudik ke Madura di Terminal Pondok Cabe Mendominasi

Megapolitan
Bima Arya Tunggu Hasil Swab Kedua untuk Dinyatakan Sembuh Covid-19

Bima Arya Tunggu Hasil Swab Kedua untuk Dinyatakan Sembuh Covid-19

Megapolitan
Jakarta Pandemi Covid-19, Pedagang Asongan Ini Mudik ke Tegal dan Akhirnya Menganggur

Jakarta Pandemi Covid-19, Pedagang Asongan Ini Mudik ke Tegal dan Akhirnya Menganggur

Megapolitan
Samsat Banten Berlakukan Kebijakan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga 29 Mei

Samsat Banten Berlakukan Kebijakan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga 29 Mei

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bentuk RW Siaga untuk Batasi Pergerakan Warga

Pemkot Bekasi Bentuk RW Siaga untuk Batasi Pergerakan Warga

Megapolitan
[HOAKS] Relawan Kakak Beradik di RSD Wisma Atlet Meninggal Dunia

[HOAKS] Relawan Kakak Beradik di RSD Wisma Atlet Meninggal Dunia

Megapolitan
Selama Warga Diimbau Tetap di Rumah, Aetra Jamin Distribusi Air Bersih Lancar

Selama Warga Diimbau Tetap di Rumah, Aetra Jamin Distribusi Air Bersih Lancar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X