Lelaki Seks dengan Lelaki Dominasi Penyebaran HIV di Kota Tangerang

Kompas.com - 11/12/2019, 12:02 WIB
Ilustrasi HIV/ADIS ShutterstockIlustrasi HIV/ADIS

TANGERANG, KOMPAS.com - Lelaki seks dengan lelaki (LSL) mendominasi sumbangan penyebaran HIV/AIDS di Kota Tangerang.

Data Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat 60 kasus HIV karena LSL pada periode Januari-Oktober 2019.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Kota Tangerang Indri Bevi menjelaskan, 60 kasus tersebut jika persentasikan menjadi sekitar 50,8 persen dari keseluruhan kasus.

"Sekitar 50 persen ya untuk LSL," ujar dia kepada Kompas.com di Tangerang, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Hubungan Seks Sejenis Antar-lelaki Jadi Sebab Penularan HIV Meningkat di Jakarta

Bevi menjelaskan, jumlah kasus HIV/AIDS pada periode Januari-Oktober 2019 tersebut tercatat sejumlah 118 kasus.

Beragam penyebab kasus HIV/AIDS, di antaranya LSL, lalu di posisi kedua diisi pasangan suami istri dengan risiko tinggi sebanyak 18 kasus, disusul ibu rumah tangga sebanyak 11 kasus dan pengguna jarum suntik sebanyak 2 kasus.

"Sisanya lain-lain, tidak dibuka oleh pengidap," kata dia.

Untuk rentan usia, di tahun 2019 pada periode yang sama masih didominasi dengan rentan usia produktif. Sebanyak 84 orang berada di kelompok usia 25-49 tahun.

"Posisi kedua 19 kasus di usia 20-24 tahun," kata dia.

Untuk urutan ketiga terbanyak, kata Bevi, ada di rentan usia 15-19 tahun dan 50 tahun ke atas masing-masing sebanyak 7 kasus. Usia 1-14 tahun hanya ditemukan satu kasus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

Megapolitan
Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Megapolitan
DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Megapolitan
Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X