Doa Bersama Warnai Setahun Kasus Pembunuhan Noven yang Masih Misterius

Kompas.com - 08/01/2020, 18:21 WIB
Sejumlah siswi SMK Baranangsiang menggelar doa bersama di lokasi pembunuhan Andriana Yubella Noven Cahya (18), Rabu (8/1/2020). Hari ini tepat satu tahun kasus pembunuhan Noven. Hingga saat ini polisi belum dapat mengungkap kasus tersebut. KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSejumlah siswi SMK Baranangsiang menggelar doa bersama di lokasi pembunuhan Andriana Yubella Noven Cahya (18), Rabu (8/1/2020). Hari ini tepat satu tahun kasus pembunuhan Noven. Hingga saat ini polisi belum dapat mengungkap kasus tersebut.

BOGOR, KOMPAS.com - Hari ini, Rabu (8/1/2020), tepat satu tahun terjadinya kasus pembunuhan terhadap siswi SMK Baranangsiang Andriana Yubella Noven Cahya (18).

Sejumlah teman sekolah dan sahabat Noven pun menggelar doa bersama di lokasi tempat ia dibunuh, di sebuah gang tak jauh dari sekolahnya.

Suasana haru nampak menyelimuti kegiatan sakral itu. Usai menggelar doa bersama, mereka kemudian menaruh bunga dan lilin sebagai simbol berkabung.

Tak ada satu pun dari teman-teman Noven yang ingin berbicara. Mereka langsung meninggalkan lokasi setelah melakukan doa dan tabur bunga.

Noven dibunuh oleh seseorang pada 8 Januari 2019 seusai pulang sekolah. Hingga saat ini, polisi belum dapat mengungkap misteri pembunuhan itu.

Baca juga: Pembunuhan Noven, Kasus yang Belum Tuntas pada 2019

Hasil olah tempat kejadian perkara, korban tewas setelah ditusuk di bagian dada kiri.

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser menyebut, dugaan sementara motif pembunuhan itu dilatarbelakangi karena dendam atau sakit hati.

"Pelakunya belum ketangkap, tapi pada umumnya kasus pembunuhan seperti ini pasti ada motifnya. Sementara, dugaan awal karena dendam dan sakit hati," ujar Hendri.

Baca juga: Fakta Kasus Pembunuhan Siswi SMK di Bogor, Rekaman CCTV Diserahkan ke FBI hingga Kendala Mengungkap Pelaku

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Megapolitan
Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Megapolitan
Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Megapolitan
Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Megapolitan
Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X