IPB Jajaki Kerja Sama dengan Lembaga di ASEAN Terkait Kebencanaan

Kompas.com - 13/01/2020, 19:39 WIB
Foto udara anggota tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang yang masih belum ditemukan di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020). Basarnas memperpanjang masa pencarian selama tiga hari atau hingga 14 Januari untuk melakukan pencarian tiga korban yang masih belum ditemukan dikawasan tersebut. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto udara anggota tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang yang masih belum ditemukan di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020). Basarnas memperpanjang masa pencarian selama tiga hari atau hingga 14 Januari untuk melakukan pencarian tiga korban yang masih belum ditemukan dikawasan tersebut.

BOGOR, KOMPAS.com - Pusat Studi Bencana (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor ( IPB) mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga di Asia Tenggara terkait kebencanaan.

Ada tiga lembaga di kawasan ASEAN yang disasar IPB dalam melakukan kerja sama tersebut, yaitu SEARCA, International Centre for Tropical Agriculture (CIAT) dan Resilience Institut Philipina.

Kepala Pusat Studi Bencana IPB Yonvitner mengatakan, ketiga lembaga itu sepakat untuk melakukan join riset program pelatihan kebencanaan dengan IPB.

Yonvitner mengungkapkan, kesepakatan lain yang dicapai dalam kerja sama itu adalah pertukaran mahasiswa, riset adaptasi iklim dan bencana pada sektor pertanian, serta penguatan institut kebencanaan di kawasan Malaysia, Philipina dan Indonesia.

Baca juga: Pemkot Bogor Bangun Sistem Peta Kebencanaan Berbasis Digital

"Ada tiga agenda yang kami bahas yaitu training peningkatan kapasitas kebencanaan untuk perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat. Selanjutnya adalah supporting bagi riset graduate school bagi mahasiswa di negara ASEAN dan mendukung rencana penguatan program atau regional disaster resilience sebagai bagian dari program bersama di ASEAN untuk kebencanaan,” ungkap Yonvitner, Senin (13/1/2020).

Yonvitner pun mendorong agar kerjasama regional tersebut terus ditingkatkan mengingat akhir-akhir ini kejadian dan risiko kebencanaan makin meningkat.

Sebab itu, sambungnya, IPB sepakat untuk melakukan pertukaran mahasiswa dalam melakukan riset kebencanaan, share modality dan instrument pengendalian bencana, serta pertukaran program bidang kebencanaan.

"Kami sadar bahwa pengendalian bencana butuh kerjasama regional dan pendekatan yang lebih adaptif. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PSB IPB University untuk turut berkonstribusi pada level regional bidang kebencanaan," pungkas dia.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X