Dokter yang Buka Praktik Suntik Stem Cell Ilegal Belajar dari Media Sosial

Kompas.com - 16/01/2020, 18:11 WIB
Press conference jasa suntik stem cell di Polda Metro Jaya, Kamis (15/1/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAPress conference jasa suntik stem cell di Polda Metro Jaya, Kamis (15/1/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sujana mengatakan, para pelaku yang tersangkut kasus jasa suntik stem cell ilegal di Kemang, Jakarta Selatan belajar dari media sosial dalam menjalankan usahanya.

Adapun yang terlibat kasus jasa suntik stem cell illegal ini, yakni YW (46), LJ (47), dan OH. OH yang berperan menyuntikkan stem cell itu ke korbannya.

"Terkait itu OH kan dokter umum biasa menyuntik. Saya rasa dari belajar darimana kan banyak beredar di media sosial," ujar Nana di Polda Metro Jaya, Rabu (15/1/2020).


Selain itu, menurut Nana, stem cell ini juga memang sudah beredar banyak di berbagai negara sehingga pemakaiannya mudah diketahui orang banyak.

Baca juga: Klinik Stem Cell Illegal di Kemang Raup Keuntungan Rp 10 Miliar

Nana mengatakan, saat ini polisi juga masih mendalami jasa stem cell tersebut. Mulai dari jumlah kerugian hingga bagaimana bisa stem cell ini dikirim dari Jepang.

"Ini (stem cell) sudah beredar di berbegai negara. Saya sampaikan tadi masih pendalaman, kami akan lebih dalam untuk kasus ini," kata Nana.

Sementara, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Dokter Tri Hesti Widyastoeti mengatakan, tidak ada izin praktek Klinik OH, tempat para pelaku melakukan praktek suntik stem cell itu.

"Kami perizinannya pada pelayanan dan serum sell punca, tapi kalau PT OH ini sebagai apa tentu karena kita belum tahu tentu tidak ada perijinan," kata dia.

Baca juga: Penggerebekan Klinik Stem Cell Ilegal di Kemang, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Tri mengatakan, pihak Kemenkes menyiapkan standarisasi dari mulai penyiapan pengolahan dan penyimpanan serum sell punca untuk mengeluarkan izin tersebut.

"Kami kalau ada bank sell punca perizinan disamping itu Menkes juga bekerjasama dengan Badan Pom. Kami selalu bersama-sama melihat standarasiasi dari penyiapan pengolahan dan serta penyimapanan bank sell punca. Tentu karena tidak ada perizinan dari Kemkes berarti illegal," ucap dia.

Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap tiga orang terkait penggerebekan klinik yang sediakan jasa suntik stem cell ilegal di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (11/1/2020).

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Sayudi Ario Seto mengatakan, tiga orang tersebut berinisial YW (46), LJ (47) dan OH

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X