Kompas.com - 29/01/2020, 16:53 WIB
pelaku eksploitasi sex anak berinisial JF (kiri) dan NF (kanan) dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020) KOMPAS.COM/WALDA MARISONpelaku eksploitasi sex anak berinisial JF (kiri) dan NF (kanan) dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Metro Koja dan Polres Metro Jakarta Utara menangkap DW, SY, FD, dan PK yang merupakan pembobol mesin ATM di kawasan Koja.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto lantas mengungkapkan peran masing-masing tersangka pembobol mesin ATM tersebut.

"PK berperan sebagai kapten yang melakukan pengganjalan terhadap exit shutter (ATM) tersebut," kata Budhi saat dikonfirmasi, Rabu (29/1/2020).

Tersangka kedua yakni DW yang melakukan pengawasan terhadap mesin ATM sasaran mereka.

Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan Pembobol ATM di Koja

Sementara tersangka FD berperan sebagai pengalih perhatian dengan menghalang-halangi warga mengambil uang di ATM yang hendak di bobol.

"Untuk SY dia beroperasi menggunakan baju salah satu ojek online seolah-olah dia ojek online kemudian menunggu antrean di ATM tersebut," tutur Budhi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka ini mengincar mesin-mesin ATM lama yang masih beroperasi.

Baca juga: Pembobol ATM di Koja Incar Mesin Jenis Lama

Ada batasan tertentu uang yang bisa mereka ambil saat membobol sebuah ATM.

"Setiap satu ATM batas maksimalnya kalau dia pecahan Rp 100.000 maka batas maksimalnya adalah Rp 2,5 juta," ujar Budhi.

Adapun para tersangka tersebut tertangkap saat sedang beraksi di ATM Bank Mulyasari, Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (18/1/2020).

Para tersangka itu dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Warga Sebut Sudah Terjadi Lima Kali

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Warga Sebut Sudah Terjadi Lima Kali

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa 2 Ambulans Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Serpong

Pohon Tumbang Timpa 2 Ambulans Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Serpong

Megapolitan
Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Anies Serius Jalani Putusan Hakim di Kasus Polusi Udara

Fraksi PSI Minta Anies Serius Jalani Putusan Hakim di Kasus Polusi Udara

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama Dua Pekan

Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama Dua Pekan

Megapolitan
Soal Belajar Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang, Ini Penjelasan Wali Kota

Soal Belajar Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang, Ini Penjelasan Wali Kota

Megapolitan
Jenazah Wanita 87 Tahun Ditemukan di Johar Baru, Rumahnya Terkunci

Jenazah Wanita 87 Tahun Ditemukan di Johar Baru, Rumahnya Terkunci

Megapolitan
Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Korban Derita Kerugian Rp 350 Juta

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Korban Derita Kerugian Rp 350 Juta

Megapolitan
Roy Suryo Laporkan Politisi FH Terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Roy Suryo Laporkan Politisi FH Terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Megapolitan
Polres Tangsel Masih Buru Dua Komplotan Begal yang Beraksi di Bintaro

Polres Tangsel Masih Buru Dua Komplotan Begal yang Beraksi di Bintaro

Megapolitan
Dulu Digembar-gemborkan, Pembangunan Tugu Sepeda Anies Baswedan Kini Mangkrak…

Dulu Digembar-gemborkan, Pembangunan Tugu Sepeda Anies Baswedan Kini Mangkrak…

Megapolitan
Belum Ada Rencana Kelanjutan Bansos Tunai di Jakarta

Belum Ada Rencana Kelanjutan Bansos Tunai di Jakarta

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dibongkar Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dibongkar Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Megapolitan
Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Mengaku Tak Tahu soal Tarif Retribusi

Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Mengaku Tak Tahu soal Tarif Retribusi

Megapolitan
Gubernur Anies dan Ketua DPRD Prasetio Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul

Gubernur Anies dan Ketua DPRD Prasetio Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.