DKI Jakarta Saat Hadapi Wabah Menular, dari SARS, Flu Burung, hingga Virus Corona...

Kompas.com - 29/01/2020, 18:35 WIB
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara Soekarno-Hatta  memeriksa suhu tubuh wisatawan asal China yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara Soekarno-Hatta memeriksa suhu tubuh wisatawan asal China yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona atau novel coronavirus (2019-nCoV) menjadi momok yang menakutkan bagi warga dunia saat ini. Virus ini pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, China.

Sama halnya seperti kota dan negara lain, Indonesia dan Jakarta pada khususnya mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Sekali lagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus berupaya melindungi warga dari penyebaran virus.

Nyatanya bukan saat ini saja Indonesia juga Jakarta menghadapi bahaya virus yang bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: Kisah Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Pulang ke Ciputat Sebelum Akses Ditutup karena Corona

Jauh sebelum virus corona, Jakarta juga bersiaga menghadapi wabah lainnya seperti flu burung, Sindrom Pernapasan Akut Berat (Severe Acute Respiratory Syndrome atau SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (Middle Eastern Respiratory Syndrome atau MERS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimana upaya Jakarta menghadapi penyaklt-penyakit tersebut?

Menghadapi SARS di Jakarta

Pada tahun 2002, SARS menyebar dengan hampir tidak terkendali ke 37 negara. Kondisi ini menyebabkan ketakutan dunia. SARS ditularkan melalui kucing luwak.

Saat itu, penyakit ini menginfeksi lebih dari 8.096 orang dan membunuh lebih dari 774 orang.

Di Indonesia, Presiden Megawati Soekarnoputri memerintahkan agar semua pihak mengambil langkah-langkah maksimal untuk mencegah dan mengatasi penyebaran SARS di Indonesia.

Seluruh penumpang pesawat terbang yang datang dari wilayah-wilayah yang terserang SARS, seperti China, Singapura, dan Hongkong diperiksa dan warga negara Indonesia (WNI) diminta membatasi perjalanannya ke luar negeri.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Warga Australia yang Dievakuasi dari Wuhan Bakal Dikarantina di Pulau Natal

"Setiap orang yang masuk ke Indonesia akan diperiksa. Apabila ada yang mencurigakan dan tampak ada gejala yang terkait dengan SARS, atau yang bersangkutan datang dari daerah yang selama ini terkena SARS, ia akan dikarantina di rumah sakit yang ditunjuk. Ada tujuh rumah sakit di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Semarang yang ditunjuk untuk menangani masalah itu. Seluruh petugas di bandar udara (bandara) sudah diinstruksikan untuk menangani hal ini," tutur Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Jusuf Kalla, di Istana Negara, Kamis (3/4/2003) seperti yang dikutip dari arsip Harian Kompas.

Pemerintah pun meminta semua industri masker untuk meningkatkan produksinya, karena permintaan masker yang meningkat.

Mengantisipasi kasus SARS di Jakarta, perawatan saat itu dipusatkan di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dan Persahabatan.

RSPI Sulianti Saroso sendiri menyediakan satu blok khusus berisi enam kamar perawatan yang memiliki kamar mandi, ventilasi serta ruang ICU tersendiri.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta juga memperketat pengawasan terhadap pendatang di bandar udara ataupun pelabuhan.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Vaksinasi Covid-19 Pfizer untuk Warga Non-DKI di Jakarta

Lokasi Vaksinasi Covid-19 Pfizer untuk Warga Non-DKI di Jakarta

Megapolitan
Tersangka Korupsi di Damkar Depok Tinggal Tunggu Waktu

Tersangka Korupsi di Damkar Depok Tinggal Tunggu Waktu

Megapolitan
Taman Margawatwa Ragunan Tunggu Instruksi untuk Dibuka bagi Wisatawan

Taman Margawatwa Ragunan Tunggu Instruksi untuk Dibuka bagi Wisatawan

Megapolitan
Korupsi Dana Damkar Depok Naik ke Penyidikan, Kejaksaan Sebut Unsur Pidana Ditemukan

Korupsi Dana Damkar Depok Naik ke Penyidikan, Kejaksaan Sebut Unsur Pidana Ditemukan

Megapolitan
Kota Tua Jakarta Dibuka untuk Olahraga pada Sabtu-Minggu Pukul 06.00 - 10.00 WIB

Kota Tua Jakarta Dibuka untuk Olahraga pada Sabtu-Minggu Pukul 06.00 - 10.00 WIB

Megapolitan
Polisi: Kebocoran Pipa Gas Margo City yang Berujung Ledakan Bukan akibat Kelalaian Manusia

Polisi: Kebocoran Pipa Gas Margo City yang Berujung Ledakan Bukan akibat Kelalaian Manusia

Megapolitan
Kejar Herd Immunity, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid-19

Kejar Herd Immunity, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Cerita Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Api Menjalar Perlahan, Narapidana Coba Selamatkan Diri

Cerita Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Api Menjalar Perlahan, Narapidana Coba Selamatkan Diri

Megapolitan
Usai Jalani Perawatan di RS, 1 Napi Korban Kebakaran Kembali ke Lapas Tangerang

Usai Jalani Perawatan di RS, 1 Napi Korban Kebakaran Kembali ke Lapas Tangerang

Megapolitan
Penggugat Polusi Udara Jakarta: Alasan Pemerintah Tak Masuk Akal, Jangan Sampai Banding Hanya untuk Ego

Penggugat Polusi Udara Jakarta: Alasan Pemerintah Tak Masuk Akal, Jangan Sampai Banding Hanya untuk Ego

Megapolitan
TMII Mulai Dibuka untuk Wisata, Baru 2 Wahana yang Beroperasi

TMII Mulai Dibuka untuk Wisata, Baru 2 Wahana yang Beroperasi

Megapolitan
Makna Warna Ondel Ondel Laki-laki dan Perempuan

Makna Warna Ondel Ondel Laki-laki dan Perempuan

Megapolitan
Beda Jokowi dan Anies Sikapi Vonis Bersalah atas Polusi Udara Jakarta

Beda Jokowi dan Anies Sikapi Vonis Bersalah atas Polusi Udara Jakarta

Megapolitan
Pemberlakuan Ganjil Genap di Jakarta Selama PPKM Level 3

Pemberlakuan Ganjil Genap di Jakarta Selama PPKM Level 3

Megapolitan
Bioskop Kembali Buka, Pegawai Senang Bisa Layani Pembelian Tiket Nonton Lagi

Bioskop Kembali Buka, Pegawai Senang Bisa Layani Pembelian Tiket Nonton Lagi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.