Minggu Malam, Underpass Gandhi Kemayoran Masih Banjir 2 Meter

Kompas.com - 09/02/2020, 21:55 WIB
Banjir merendam Underpass Gandhi, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020). Twitter @DinasSDAJakartaBanjir merendam Underpass Gandhi, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Underpass Gandhi di Kemayoran, Jakarta Pusat, masih terendam banjir hingga Minggu (9/2/2020) malam. Ketinggian banjir masih dua meter.

"Underpass Kemayoran masih ada genangan, masih lebih dari satu meter, 1-2 meter," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Subejo saat dihubungi Kompas.com.

Underpass Gandhi mulai terendam banjir pada Sabtu kemarin. Ketinggian banjir pertama kali mencapai lima meter.

Baca juga: Jakarta Banjir, Ketinggian Air di Underpass Kemayoran sampai 5 Meter

Pemprov DKI Jakarta turut membantu memompa banjir di underpass yang berada di bawah kewenangan Pusat Pengelola Kawasan Kemayoran Kementerian Sekretariat Negara itu.

"Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran Jakarta Pusat sedang melakukan penyedotan," kata Subejo.

Underpass Gandhi tenggelam pada Sabtu pagi. Hanya tembok atas yang terlihat. Arus lalu lintas pun lumpuh.

Underpass Gandhi sudah berulang kali terendam banjir tiap hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya.

Banjir di kawasan itu tak hanya terjadi pada tahun 2020. Pada tahun-tahun sebelumnya, underpass ini seringkali dilanda banjir.

Baca juga: Biang Keladi Banjir di Underpass Gandhi dan Cara PPK Kemayoran Menanganinya

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, banjir disebabkan sistem drainase yang buruk.

Karena itu, saat hujan deras dan air laut pasang, air tidak tertampung dan meluap hingga akhirnya banjir di underpass.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Megapolitan
Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Megapolitan
Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Megapolitan
Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Megapolitan
Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X