4 Papan Reklame di Cempaka Putih Dicopot karena Telat Bayar Pajak

Kompas.com - 13/02/2020, 22:22 WIB
Petugas Sarana dan Prasarana Umum mengangkut papan reklame yang dipotong oleh Satpol PP kecamatan Cempaka Putih dalam razia reklame ilegal di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2020). 
ANTARA/HO-Sudin Kominfotik Jakarta PusatPetugas Sarana dan Prasarana Umum mengangkut papan reklame yang dipotong oleh Satpol PP kecamatan Cempaka Putih dalam razia reklame ilegal di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kecamatan Cempaka Putih mencopot empat papan reklame di Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Papan reklame tersebut dicopot karena pemiliknya telat membayar pajak.

Tidak hanya papan reklame yang telat membayar pajak, dalam operasi yang dipimpin oleh Wakil Camat Cempaka Putih Fadlan Zuhran dan Kasatpol PP Cempaka Putih, Aris Cahyadi itu ditemukan juga papan reklame yang tidak berizin.

"Tadi kita potong papan reklame seperti di Jalan Cempaka Putih Barat, Mardani Raya, Pangkalan Asem," kata Fadlan usai melakukan razia pencopotan papan reklame tidak berizin itu, Kamis (13/2/2020), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Drama Jenis Kelamin Lucinta Luna yang Buat Polisi Bingung: Dulu Muhammad Fatah, Kini Ayluna Putri

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Satpol PP Kecamatan Cempaka Putih, empat papan reklame itu bersifat komersial.

Satu di antaranya bahkan dimiliki oleh salah satu bank milik negara, yaitu papan reklame yang ditaruh di teras Pasar Cempaka Putih.

Selanjutnya, papan reklame yang berisi iklan salah satu merek cat di Toko Bangunan Cahaya di Jalan Pangkalan Asem.

Baca juga: Wakil Walkot Depok: Valentine Sampai Pagi, Hura-hura Bukan Gaya Kita

Lalu neon box dan dua buah baliho vertikal milik salah satu maskapai penerbangan dan minimarket.

Terakhir, reklame milik Pegadaian di Jalan Percetakan Negara Nomor 11 A.

Menurut Aris, seluruh papan reklame itu dibawa ke kantor Kecamatan Cempaka Putih dan dapat diambil kembali jika pemilik sudah membayar pajak atau memiliki izin.

"Tadi kita penertiban secara gabungan. Semua papan reklame dibawa ke Kecamatan Cempaka Putih," ujar Aris.



Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi dan Fakta Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Alami Kebakaran

Kronologi dan Fakta Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Alami Kebakaran

Megapolitan
Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

Megapolitan
Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

Megapolitan
Sepekan Ganjil Genap, Penumpang Angkutan Umum Naik 6 Persen

Sepekan Ganjil Genap, Penumpang Angkutan Umum Naik 6 Persen

Megapolitan
Fakta Terungkapnya Jaringan Penjual Video Pornografi Anak di Jakarta Barat

Fakta Terungkapnya Jaringan Penjual Video Pornografi Anak di Jakarta Barat

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Dokter Gigi Gadungan di Bekasi

4 Fakta Penangkapan Dokter Gigi Gadungan di Bekasi

Megapolitan
Banyak Kantor Tak Patuhi Aturan 50 Persen Pegawai Bekerja, Pemprov DKI Sebut Faktor Kejar Target

Banyak Kantor Tak Patuhi Aturan 50 Persen Pegawai Bekerja, Pemprov DKI Sebut Faktor Kejar Target

Megapolitan
TACB Minta Pemkot Bekasi Hentikan Proses Pembongkaran Struktur Bata yang Diduga Cagar Budaya

TACB Minta Pemkot Bekasi Hentikan Proses Pembongkaran Struktur Bata yang Diduga Cagar Budaya

Megapolitan
Wifi Gratis untuk Sekolah Daring, Wali Kota Jakbar Harap Banyak Pihak Membantu

Wifi Gratis untuk Sekolah Daring, Wali Kota Jakbar Harap Banyak Pihak Membantu

Megapolitan
Babak Baru Kasus Pemerkosaan Perempuan Bangun Tidur di Bintaro Setelah Viral di Media Sosial

Babak Baru Kasus Pemerkosaan Perempuan Bangun Tidur di Bintaro Setelah Viral di Media Sosial

Megapolitan
Fakta Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Fakta Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dalih Polisi Baru Tangkap Pemerkosa di Bintaro Setelah Viral | 28 RW Zona Merah di Bekasi

[POPULER JABODETABEK] Dalih Polisi Baru Tangkap Pemerkosa di Bintaro Setelah Viral | 28 RW Zona Merah di Bekasi

Megapolitan
Lima Fakta Sidang Perdana Putra Siregar: Beli Handphone Ilegal hingga Penyitaan

Lima Fakta Sidang Perdana Putra Siregar: Beli Handphone Ilegal hingga Penyitaan

Megapolitan
Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, ASN di Kota Tangerang Dilatih Berkebun

Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, ASN di Kota Tangerang Dilatih Berkebun

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Buka Proses Belajar Tatap Muka di Pesantren

Pemprov DKI Belum Buka Proses Belajar Tatap Muka di Pesantren

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X