Kisah Juru Kremasi Hewan di Ragunan, Haru saat Keluarga Lepas Kepergiaan Peliharaannya

Kompas.com - 14/02/2020, 14:44 WIB
Tukidjo membawa jasad anjing dibungkus kain untuk proses kremasi di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Selain krematorium di tempat ini terdapat sekitar 700 makam hewan peliharaan serta shelter hewan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOTukidjo membawa jasad anjing dibungkus kain untuk proses kremasi di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Selain krematorium di tempat ini terdapat sekitar 700 makam hewan peliharaan serta shelter hewan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak jauh dari Pondok Pengayom Satwa, terlihat seorang pria dengan baju polo warna biru tengah sibuk sedang menggerak-gerakan tongkat besi di tungku agar bara api terus menyala.

Terlihat keringat bercucuran yang membasahi bajunya.

Lelaki bernama Tukidjo itu dengan sabar mengatur bara api di ruang krematorium yang terletak di bagian belakang Pondok Pengayom Satwa.

Setelah lebih dari satu jam pembakaran, jasad anjing tersebut berubah menjadi abu. Dengan sigap, Tukidjo mengumpulkan abu dari jenazah anjing tadi dan memasukkan ke dalam guci.

“Untung ukuran jasadnya kecil, jadi proses kremasinya lebih cepat dari biasanya,” ujar pria yang sudah bekerja selama 27 tahun di Pondok Pengayom Satwa.

Baca juga: Pondok Pengayom Satwa, Rumah Kedua Bagi Keluarga Berbulu

Tukidjo merupakan juru kremasi hewan yang terkenal cukup handal di shelter hewan yang berlokasi di Ragunan, Jakarta Selatan ini.

Tukidjo berujar, dia merupakan satu-satunya juru kremasi di shelter hewan tersebut.

Sebelumnya, terdapat 2 orang yang bertugas sebagai juru kremasi. Namun, rekan Tukidjo meninggal sehingga hanya ia yang menjadi juru kremasi. 

Tukidjo membawa jasad anjing dibungkus kain untuk proses kremasi di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Selain krematorium di tempat ini terdapat sekitar 700 makam hewan peliharaan serta shelter hewan.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Tukidjo membawa jasad anjing dibungkus kain untuk proses kremasi di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Selain krematorium di tempat ini terdapat sekitar 700 makam hewan peliharaan serta shelter hewan.

Dalam prosesnya, hewan yang akan dikremasi ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui bobotnya. Jasad hewan yang sudah dibalut kain putih lalu dibawa ke ruang kremasi.

“Lamanya pembakaran tergantung beratnya. Hewan yang beratnya 20 kilogram ke atas itu biasanya sekitar 2-3 jam. Sedangkan yang beratnya 10 kg ke bawah hanya 1 jam,” ujar Tukidjo.

Baca juga: Menengok Pemakaman Satwa di Pondok Pengayom Satwa Ragunan

Dalam sehari, banyaknya hewan yang dikremasi oleh Tukidjo tidak menentu.

“Tidak tentu, kadang 1-5 ekor, kadang enggak ada sama sekali. Belum lagi kalau ada yang kasih jasadnya itu lebih dari jam 3 sore, jadi harus dikremasinya besok pagi,” ujar pria yang tinggal di Cilandak itu.

Banyak cerita yang pernah dialami Tukidjo selama berprofesi sebagai juru kremasi hewan. Bersama temannya, ia pernah mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya setelah menyentuh hewan yang dikremasi.

Selain itu, tak jarang Tukidjo melihat salah satu pemilik hewan menangis dan melakukan ritual tertentu seperti membakar menyan ataupun doa khusus.

Baca juga: Ingin Mengadopsi Hewan di Pondok Pengayom Satwa? Begini Caranya

Tukidjo mengatakan, ia tak hanya mengkremasi anjing dan kucing saja. Tetapi ia mengaku pernah melayani jasa kremasi kelinci, ular, burung, hingga ayam.

“Paling unik itu ada mahasiswa kedokteran hewan ke sini untuk kremasi sekitar 20 ekor ayam. Kayaknya itu (ayam) dibedah untuk praktikum, bangkainya dibawa ke sini untuk dikremasi,” ujar Tukidjo.

Untuk jasa kremasi hewan peliharaan yang beratnya 5 kilogram, pemilik harus membayar Rp 300.000 pertama, selanjutnya akan dikenakan biaya Rp 20.000 per kilonya.

 

 

Pemakaman Pondok Pengayom Satwa di Ragunan, Jakarta Selatan.Audia Natasha Putri Pemakaman Pondok Pengayom Satwa di Ragunan, Jakarta Selatan.

Dedikasi tinggi Tukidjo

Selain menjadi juru kremasi, Tukidjo juga bertugas membersihkan kebun.

Tukidjo bekerja dari hari Senin hingga Sabtu dan libur pada hari Minggu.

Sejak pagi, ia berangkat dari kediamannya di Cilandak dengan menggunakan motor ke Pondok Pengayom Satwa untuk melanjutkan proses kremasi.

Tukidjo tak punya latar belakang apapun berkaitan dengan hewan, apalagi jasa penguburan atau kremasi.

“Dulu saya melamar di sini karena ingin punya pekerjaan tetap saja. Dulu kan saya cuma serabutan aja. Saya bekerja di sini sejak tahun 1992,” ujar Tukidjo.

Baca juga: Syarat dan Cara Menguburkan Hewan di Pondok Pengayom Satwa Ragunan

Lebih dari seperempat abad ia mengabdi di yayasan yang didirikan oleh istri dari mantan Gubernur DKI Jakarta R. Soeprapto, Soeprapti.

Tukidjo berujar, ketika dirinya baru pertama kali bekerja sebagai juru kremasi, ia hanya diajari cara menggunakan alat kremasi, sisanya ia lakukan secara otodidak.

Meskipun sudah bekerja selama puluhan tahun, Tukidjo hanya digaji sebesar Rp 600.000 per bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Tukidjo dibantu oleh istrinya yang berjualan gorengan di depan rumahnya.

Selain menjadi juru kremasi, ia juga bekerja sebagai tukang kebun panggilan.

“Saya juga kerja jadi tukang kebun panggilan. Biasanya orang yang manggil itu udah langganan sama saya,” ujar Tukidjo.

Tukidjo mengaku bersyukur menjalani profesi ini meski kini ia merupakan juru kremasi satu-satunya di Pondok Pengayom Satwa.

Baginya, memberikan momen perpisahan terakhir yang layak antara hewan peliharaan dengan sang pemilik merupakan pengalaman berharga baginya.

“Banyak orang yang menganggap hewan-hewan ini sebagai keluarga juga. Jadi saya udah biasa kalau ada yang ngadain ritual atau nangis karena saking sedihnya,” ungkapnya sambil tersenyum.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Megapolitan
Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

Megapolitan
Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Megapolitan
Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Megapolitan
Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Megapolitan
Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Megapolitan
Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Tindak 39 Pelanggaran Pilkada, Mayoritas Kasus Netralitas ASN

Bawaslu Tangsel Tindak 39 Pelanggaran Pilkada, Mayoritas Kasus Netralitas ASN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X