Pemkot Minta KAI Bangun 5 Stasiun Kecil di Bogor

Kompas.com - 14/02/2020, 22:37 WIB
Stasiun Bogor yang masih terawat sejak penyempurnaan pada 1881. Stasiun ini merupakan salah satu infrastruktur di Jabodetabek yang menjadi bagian tonggak pemodernan perkeretaapian Indonesia oleh Belanda melalui elektrifikasi yang selesai pada 1930. KOMPAS/AMBROSIUS HARTOStasiun Bogor yang masih terawat sejak penyempurnaan pada 1881. Stasiun ini merupakan salah satu infrastruktur di Jabodetabek yang menjadi bagian tonggak pemodernan perkeretaapian Indonesia oleh Belanda melalui elektrifikasi yang selesai pada 1930.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bogor mengusulkan kepada PT Kereta Api Indonesia ( KAI) yang membangun rel ganda kereta api untuk trayek Jakarta-Bogor-Sukabumi-Bandung-hingga ke Jawa Tengah, agar membangun juga lima stasiun kecil di wilayah Kota Bogor.

"Kami mengusulkan agar PT KAI bisa membangun lima stasiun kecil atau stoplet pada jalur kereta api Bogor-Sukabumi," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, di Balai Kota Bogor, Jumat (14/2/2020), seperti dikutip Antara.

Menurut Dedie A Rachim, sejalan dengan pembangunan rel ganda atau "double track" kerata api, Pemerintah Kota Bogor mengusulkan agar dapat dibangun lima stasiun kecil, untuk memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya.

Baca juga: Saefullah: Anies Tak Bohongi Publik soal Rekomendasi Formula E, Hanya Salah Ketik

Lima stasiun kecil yang diusulkan Pemerintah Kota Bogor, menurut Dedie, adalah Stasiun Paledang yang sudah ada tapi perlu direvitalisasi, Stasiun Empang, Stasiun Bogor Nirwana Residence, Stasiun Rancamaya, dan Stasiun Batu Tulis.

Kelima stasiun kecil itu, kata dia, hendaknya bisa dimanfaatkan oleh kereta rel diesel maupun kereta rel listrik (KRD dan KRL).

Stasiun itu bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya mengakses moda transportasi KRD dan KRL menuju ke Jakarta maupun Sukabumi.

Baca juga: Viral, Aksi Bripka Sigit Gendong Penumpang Transjakarta yang Kena Serangan Jantung

Menurut Dedie, kalau ada lima stasiun kecil di Kota Bogor, maka pengguna jasa kereta api dari Jakarta atau Sukabumi, tidak hanya turun dan naik di Stasiun Bogor, tapi bisa turun dan naik di lima stasiun lainnya.

"Adanya lima stasiun kecil ini juga dapat menurunkan aktivitas di Stasiun Bogor sehingga dapat mengurai kemacetan lalu lintas di sekitar Stasiun Bogor.

Menurut Dedie, untuk menguatkan usulan tersebut, Pemerintah Kota Bogor melakukan studi kelayakan dan hasilnya akan disampaikan ke PT KAI.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X