Cerita Pedagang Peti Jenazah, Sering Dengar Bunyi Ketukan dari Dalam Peti

Kompas.com - 21/02/2020, 07:07 WIB
Indra pedagang peti jenazah di Jalan Bouraq No 55 Pintu Air Kota Tangerang, Kamis (20/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOIndra pedagang peti jenazah di Jalan Bouraq No 55 Pintu Air Kota Tangerang, Kamis (20/2/2020)

 

TANGERANG, KOMPAS.com - Selain menjadi komoditas bisnis, ternyata ada cerita unik nan menyeramkan yang dialami pedagang peti jenazah di Jalan Bouraq No 55 Pintu Air, Kota Tangerang.

Indra mengaku sering mendengar ketukan aneh yang tiba-tiba terdengar dari peti jenazah yang terpajang di tokonya.

"Tiba-tiba ada suara aja, suara ketukan gitu," kata Indra saat ditemui di toko peti jenazah miliknya, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Bisnis Kematian, Peti Jenazah untuk Mereka yang Kaya hingga Papa

Indra yang merupakan generasi ketiga dari penjual peti jenazah PT Peti Sinar Terang itu pernah mendengar cerita dari orang tuanya bahwa suara ketukan tersebut sebagai sebuah tanda.

Tanda bahwa peti dengan bunyi ketukan sudah dipilih oleh arwah yang sebentar lagi akan meninggal.

"Besoknya, yang bunyi itu biasanya ada yang beli," kata dia.

Meski rumor tersebut sudah menyebar ke mana-mana, termasuk ke kalangan wartawan di Kota Tangerang, Indra sendiri masih kurang percaya dengan tanda tersebut.

"Saya sih biasa saja, mungkin hewan tikus atau kucing kita enggak tahu," tutur Indra.

Sebagai penjual produk berbau kematian, memang sudah menjadi risiko akan dikaitkan dengan hal-hal mistis lainnya.

Termasuk peti yang berbunyi sendiri atau bergerak sendiri.

"Biasa, saya anggap santai saja, namanya juga mengantar orang ke alam yang lain," tutur Indra.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPTJ Minta Pembatasan Akses Transportasi Umum di Jabodetabek, Polisi Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

BPTJ Minta Pembatasan Akses Transportasi Umum di Jabodetabek, Polisi Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Megapolitan
BMKG: Bekasi dan Depok Hujan Ringan Siang hingga Sore Nanti

BMKG: Bekasi dan Depok Hujan Ringan Siang hingga Sore Nanti

Megapolitan
Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Covid-19, Kapolsek Kembangan Dicopot

Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Covid-19, Kapolsek Kembangan Dicopot

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan Larangan Kedatangan WNA

Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan Larangan Kedatangan WNA

Megapolitan
Belum Berstatus PSBB, DKI Belum Setop Transportasi Keluar-Masuk Jakarta

Belum Berstatus PSBB, DKI Belum Setop Transportasi Keluar-Masuk Jakarta

Megapolitan
Kisah Pramugara Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19...

Kisah Pramugara Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19...

Megapolitan
Abaikan Imbauan Tetap di Rumah, Dua Kelompok Tawuran di Tebet

Abaikan Imbauan Tetap di Rumah, Dua Kelompok Tawuran di Tebet

Megapolitan
Kemenhub: Pemda Dapat Batasi Transportasi Publik Setelah Berstatus PSBB

Kemenhub: Pemda Dapat Batasi Transportasi Publik Setelah Berstatus PSBB

Megapolitan
Peneliti Gabungan IPB dan UI Temukan Senyawa Antivirus Corona

Peneliti Gabungan IPB dan UI Temukan Senyawa Antivirus Corona

Megapolitan
Wakil Wali Kota: Kondisi PNS Kota Bekasi yang Terinfeksi Covid-19 Sudah Membaik

Wakil Wali Kota: Kondisi PNS Kota Bekasi yang Terinfeksi Covid-19 Sudah Membaik

Megapolitan
Sembilan Rumah di Rawa Badak Selatan Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

Sembilan Rumah di Rawa Badak Selatan Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Pria Ditangkap karena Mencuri Saat Kebakaran di Rawa Badak Selatan

Pria Ditangkap karena Mencuri Saat Kebakaran di Rawa Badak Selatan

Megapolitan
Penumpang Menurun, PT KAI Kurangi Perjalanan Kereta

Penumpang Menurun, PT KAI Kurangi Perjalanan Kereta

Megapolitan
Warga Cipinang Melayu Bangun Gapura Penyemprot Disinfektan Otomatis

Warga Cipinang Melayu Bangun Gapura Penyemprot Disinfektan Otomatis

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Jalani Isolasi Secara Mandiri

Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Jalani Isolasi Secara Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X