Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Kompas.com - 24/02/2020, 06:59 WIB
Pengemudi lamborghini AM yang menodongkan senjata api terhadap dua pelajar di Kemang. Foto diambil di Polres Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPengemudi lamborghini AM yang menodongkan senjata api terhadap dua pelajar di Kemang. Foto diambil di Polres Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Emosi karena dicandai "wah mobil bos ini", Abdul Malik alias AM atau M pengemudi mobil "supercar Lamborghini" menodongkan senjata api kepada dua orang pelajar yang sedang berjalan kaki di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan.

Tidak cukup menodongkan senjata laras pendek itu, pria berusia 44 tahun tersebut beraksi layaknya koboi melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali hingga membuat dua pelajar SMA tersebut ketakutan.

Aksi koboi jalanan yang dilakukan pengusaha properti itu terjadi pada hari Sabtu (21/12/2019).

Baca juga: Ini 7 Fakta Terungkapnya Kasus Lain Terkait Pemilik Lamborghini Penodong Pistol

Perbuatan pelaku memacing amarah orangtua korban lantaran anaknya trauma setelah kejadian tersebut.

Kedua orangtua korban mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan, keesokan harinya, membuat laporan dan menyerahkan sejumlah barang bukti, salah satunya selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi gerak cepat memproses laporan orangtua korban, mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan bukti-bukti.

Seperti sudah takdir, polisi dengan mudah mengendus pelaku.

Kemudahan tersebut didukung oleh keterangan warga sekitar yang menyaksikan tontonan koboi jalanan ala Abdul Malik.

Tidak hanya itu, supercar warna oranye dengan nomor polisi B-27-AYR yang digunakannya menjadi petunjuk kuat untuk menemukan alamat rumahnya.

Karena tidak banyak yang mengendarai kendaraan supermewah tersebut, warga hafal pengemudi mobil kerap melintas di kawasan Pejaten Village. Bahkan gang menuju rumah pelaku pun diketahui berkat keterangan warga.

"'Kan tidak banyak yang pakai mobil begitu, jadi warga hapal siapa orangnya," kata AKBP Andi Sinjaya Ghalib mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Bola salju petaka Lamborghini

Polisi meringkus Abdul Malik di rumahnya di Jalan Jambu, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Polisi menyita si Lambo, yakni julukan mobil berlambang banteng jingkrak tersebut.

Penyitaan supercar itu dilakukan lantara kendaraan tersebut yang digunakan oleh tersangka pada saat penodongan terjadi.

Baca juga: Fakta Terbaru, Pengemudi Lamborghini Penodong Pistol Simpan Granat di Dalam Rumah

Sempat terjadi keributan saat mobil supermahal itu akan dibawa oleh petugas, hingga akhirnya petugas memboyong lebih dahulu Abdul Malik ke mapolres untuk menjalani pemeriksaan.

Barang bukti lainnya yang disita oleh petugas, sepucuk senjata api jenis kaliber 32 Bareta berserta magasin, sembilan peluru aktif, tiga selongsong peluru, kartu anggota Perbankin dan surat izin kepemilikan senjata api, pelat kendaraan dengan nomor B-24-AYR serta sebuah STNK mobil

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

Sudah 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

Megapolitan
Sempat Jadi PDP, Status Dokter Tirta Turun Jadi ODP

Sempat Jadi PDP, Status Dokter Tirta Turun Jadi ODP

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Komplotan Pengedar Sabu Seberat 11,1 Kilogram

Kronologi Penangkapan Komplotan Pengedar Sabu Seberat 11,1 Kilogram

Megapolitan
Sudinsos Jakbar Pastikan Stok Pangan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Terpenuhi Selama Isolasi

Sudinsos Jakbar Pastikan Stok Pangan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Terpenuhi Selama Isolasi

Megapolitan
RSPI Sulianti Saroso Isolasi 25 Pasien, 15 Positif, 2 PDP Meninggal Dunia

RSPI Sulianti Saroso Isolasi 25 Pasien, 15 Positif, 2 PDP Meninggal Dunia

Megapolitan
UPDATE: 36 Orang Positif Covid-19 dan 1 Sembuh di Bekasi

UPDATE: 36 Orang Positif Covid-19 dan 1 Sembuh di Bekasi

Megapolitan
Wali Kota Minta Perkantoran di Depok Terapkan Kerja dari Rumah sampai 11 April

Wali Kota Minta Perkantoran di Depok Terapkan Kerja dari Rumah sampai 11 April

Megapolitan
Politisi PDI-P Nilai Lockdown Belum Perlu Diterapkan di Jakarta

Politisi PDI-P Nilai Lockdown Belum Perlu Diterapkan di Jakarta

Megapolitan
Depok Belum Dapat Restu Pemprov Jawa Barat untuk Local Lockdown

Depok Belum Dapat Restu Pemprov Jawa Barat untuk Local Lockdown

Megapolitan
14 RW di Kelurahan Pondok Kelapa Batasi Akses Keluar Masuk Lingkungan

14 RW di Kelurahan Pondok Kelapa Batasi Akses Keluar Masuk Lingkungan

Megapolitan
Ini Peran Tiga Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19 di Food Street Kelapa Gading

Ini Peran Tiga Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19 di Food Street Kelapa Gading

Megapolitan
Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Covid-19, Apa Dampaknya Bagi Warga?

Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Covid-19, Apa Dampaknya Bagi Warga?

Megapolitan
Enam Penyelundup 11,1 Kilogram Sabu Beraksi di Tengah Sepinya Jakarta karena Covid-19

Enam Penyelundup 11,1 Kilogram Sabu Beraksi di Tengah Sepinya Jakarta karena Covid-19

Megapolitan
Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
3 Penyebar Hoaks Terkait Covid-19 di Jakarta Utara Ditangkap

3 Penyebar Hoaks Terkait Covid-19 di Jakarta Utara Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X