[VIDEO] Warga Antre Beli Masker Sitaan di Polres Jakut, Rp 4.000 Dapat 10 Lembar

Kompas.com - 05/03/2020, 17:53 WIB
Antrean pembeli masker sitaan di Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIAntrean pembeli masker sitaan di Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Utara melakukan diskresi dengan menjual 72.000 masker sitaan ke masyarakat, Kamis (5/3/2020).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan diskresi ini dilakukan karena tingginya permintaan masyarakat sejak ada kasus positif virus corona di Indonesia.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, ratusan warga tampak mengantre membeli masker tersebut di Mapolres Jakarta Utara.

Panjangnya antrean warga yang ingin membeli masker bahkan sampai memakan sedikit badan Jalan Yos Sudarso.

Baca juga: Pakai Diskresi, Polres Jakut Jual 72.000 Masker Sitaan Rp 400 Per Lembar

Sebagian warga, menyebutkan mereka mulai kesulitan mendapatkan masker di lapangan sejak adanya kasus positif virus corona di Indonesia.

Adapun masker itu dijual seharga Rp 4.000 per 10 lembar maskernya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setiap orang dibatasi hanya membeli dua paket masker setiap kali membeli.

Berikut ini adalah video situasi penjualan masker sitaan tersebut:

Diskresi polisi

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, penjualan masker sitaan ini dilakukan karena tingginya permintaan masker di masyarakat.

"Kami tahu bahwa masyarakat membutuhkan masker-masker ini. Kami dari aparat kepolisian, kami melaporkan kepada pimpinan kami dalam hal ini Kapolda Metro Jaya bahwa kami akan melaksanakan diskresi, dan dilindungi undang-undang," kata Budhi di kantornya, Kamis.

Masker yang ditimbun para tersangka merupakan masker non-alat kesehatan yang harganya Rp 22.000 per boks.

Baca juga: Dua Tersangka Penimbunan Masker Non Medis Beli Rp 22.000 Per Boks, Dijual Rp 200.000 Per Boks

Tersangka kemudian menjual dengan harga Rp 200.000 per boks. Budhi menyebutkan, masker ini mereka jual sesuai dengan harga aslinya, yakni Rp 4.000 per 10 lembar masker.

Setiap warga dibatasi hanya boleh membeli dua paket masker.

"Maksimal per orang hanya bisa membeli dua bungkus agar semua masyarakat bisa kebagian dan merata mendapatkan maskernya," ujar Budhi.

Nantinya, uang dari hasil penjualan masker itulah yang akan dijadikan sebagai barang bukti terhadap kedua tersangka penimbunan masker tersebut.

Baca juga: Penjualan Tisu Basah di Supermarket Depok Meningkat, Padahal Tak Bisa Gantikan Masker

Adapun penangkapan kasus penimbunan masker tersebut bermula dari penemuan penjualan masker dengan harga tak wajar di Pademangan, Jakarta Utara.

Polisi lantas mengembangkan kasus ke daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat, dan menemukan ribuan masker timbunan tersebut.

Total ada 72.000 lembar masker yang diamankan oleh Polres Metro Jakarta Utara.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis Bersalah Soal Polusi Udara Jakarta, Jokowi dan Anies Diharapkan Tak Banding

Divonis Bersalah Soal Polusi Udara Jakarta, Jokowi dan Anies Diharapkan Tak Banding

Megapolitan
Baru Divaksin Dosis Satu, Sejumlah Pengunjung Dilarang Masuk Bioskop XXI Blok M Plaza

Baru Divaksin Dosis Satu, Sejumlah Pengunjung Dilarang Masuk Bioskop XXI Blok M Plaza

Megapolitan
2 Truk Terlibat Kecelakaan di Ciledug, Tak Ada Korban

2 Truk Terlibat Kecelakaan di Ciledug, Tak Ada Korban

Megapolitan
Residivis Jambret yang Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim Ditangkap

Residivis Jambret yang Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim Ditangkap

Megapolitan
Penjambret yang Ambil Barang Korban Lewat Kaca Mobil yang Terbuka Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim

Penjambret yang Ambil Barang Korban Lewat Kaca Mobil yang Terbuka Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim

Megapolitan
Dibuka Kembali, Bioskop XXI Mall Kelapa Gading Kini Tak Jual Makanan dan Minuman

Dibuka Kembali, Bioskop XXI Mall Kelapa Gading Kini Tak Jual Makanan dan Minuman

Megapolitan
Saat “Biarawan Gereja” Di Depok Cabuli Anak Panti Asuhan dan Dijuluki Kelelawar Malam

Saat “Biarawan Gereja” Di Depok Cabuli Anak Panti Asuhan dan Dijuluki Kelelawar Malam

Megapolitan
Mall Plaza Pondok Gede Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Mall Plaza Pondok Gede Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Kembali Dibuka, Bioskop di Kawasan Blok M Masih Sepi

Kembali Dibuka, Bioskop di Kawasan Blok M Masih Sepi

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Bioskop XXI Mal Kelapa Gading Tak Terima Pembayaran Tunai

Kembali Beroperasi, Bioskop XXI Mal Kelapa Gading Tak Terima Pembayaran Tunai

Megapolitan
Polisi Tangkap Sindikat Penjambret yang Ambil Barang Korban Lewat Kaca Mobil yang Terbuka

Polisi Tangkap Sindikat Penjambret yang Ambil Barang Korban Lewat Kaca Mobil yang Terbuka

Megapolitan
101 Tempat Hiburan Malam di Bekasi Ajukan Permohonan Uji Coba Pembukaan

101 Tempat Hiburan Malam di Bekasi Ajukan Permohonan Uji Coba Pembukaan

Megapolitan
Mengeluh Sakit di Dada, Pengemudi Meninggal di Mobil di Jalan Tol Joglo

Mengeluh Sakit di Dada, Pengemudi Meninggal di Mobil di Jalan Tol Joglo

Megapolitan
Hari Pertama Bioskop CGV Central Park Buka: Dikunjungi Hampir 100 Orang, Mayoritas Beli Tiket Online

Hari Pertama Bioskop CGV Central Park Buka: Dikunjungi Hampir 100 Orang, Mayoritas Beli Tiket Online

Megapolitan
Bioskop di Jakarta Kembali Dibuka, Penonton: Prokes Ketat, Merasa Aman

Bioskop di Jakarta Kembali Dibuka, Penonton: Prokes Ketat, Merasa Aman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.