Kompas.com - 17/03/2020, 07:59 WIB
Kondisi Halte Transjakarta Puri Beta 2 di Ciledug, Tangerang, Selasa (17/3/2020). Tak ada lagi antrean panjang calon penumpang di halte itu seperti yang terjadi Senin kemarin saat jumlah bus transjakarta yang dioperasikan dikurangi dan headway-nya diperlama. KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKondisi Halte Transjakarta Puri Beta 2 di Ciledug, Tangerang, Selasa (17/3/2020). Tak ada lagi antrean panjang calon penumpang di halte itu seperti yang terjadi Senin kemarin saat jumlah bus transjakarta yang dioperasikan dikurangi dan headway-nya diperlama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean panjang calon penumpang bus Transjakarta di Halte Puri Beta 2, Ciledug, Tangerang, tidak tampak lagi pada Selasa (17/3/2020) pagi ini. Pada pukul 07.15 WIB pagi ini situasi halte kondusif dan tidak ada antrean.

Beberapa bus di koridor 13, rute Ciledug-Blok M dan Ciledug - Kuningan, terlihat mengantre untuk menjemput penumpang.

Petugas Transjakarta dan polisi sudah bersiaga di sekitar halte.

AR, warga Peninggilan Utara merasa lega karena dirinya bisa naik bus dengan nyaman.

Baca juga: Mulai Besok, Anies Kembalikan Jam Operasional Transjakarta, MRT, LRT

"Kemarin saya ke kantor itu jadinya naik ojek, ya karena kan kemarin antre. Sekarang sudah enggak. Bus ada terus," katanya.

Senin kemarin antrean penumpang mengular di halte itu. Calon penumpang bahkan berjejer hingga ratusan meter di jalan raya. Foto dan video tentang kondisi itu viral di media sosial.

Hal itu merupakan imbas dari pembatasan operasional bus di tengah wabah virus corona yang menyebabkan penyakit covid-19.

Namun sore kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian mengikuti arahan Presiden Joko Widodo untuk tetap menyediakan layanan transportasi umum di tengah wabah virus corona yang menyebabkan penyakit covid-19.

Anies mengembalikan jam operasional Transjakarta, mass rapid transit (MRT) Jakarta, dan light rail transit (LRT) Jakarta seperti sedia kala mulai Selasa ini.

Baca juga: Transjakarta Batasi Jumlah Penumpang Bus

"Sesuai arahan Bapak Presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat, maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan melalui akun Facebook Pemprov DKI Jakarta, Senin

Meskipun jam operasional Transjakarta, MRT, dan LRT kembali normal, Anies membatasi jumlah penumpang di tiga moda transportasi umum itu. Tujuannya agar penumpang di dalam tiga moda itu memiliki jarak aman satu sama lain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Achmad Soebardjo Memilih Tidur Saat Teks Proklamasi yang Ia Rancang Dibacakan

Ketika Achmad Soebardjo Memilih Tidur Saat Teks Proklamasi yang Ia Rancang Dibacakan

Megapolitan
Pemkot Depok Klaim Sudah Berencana Perbaiki Jalan yang Ambles di GDC

Pemkot Depok Klaim Sudah Berencana Perbaiki Jalan yang Ambles di GDC

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Belasan Ponsel di Rukan Sedayu Cengkareng, Pelaku Diduga Karyawan

Polisi Tangkap Pencuri Belasan Ponsel di Rukan Sedayu Cengkareng, Pelaku Diduga Karyawan

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Diduga Disebabkan Korsleting Listrik

Kebakaran di Gedung Blok C Pasar Minggu Diduga Disebabkan Korsleting Listrik

Megapolitan
Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo di Cikini Dijual hingga Rp 400 M, Sudah Ada yang Menawar

Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo di Cikini Dijual hingga Rp 400 M, Sudah Ada yang Menawar

Megapolitan
Kelelahan Berenang di Sungai Bekasi, Remaja Hanyut

Kelelahan Berenang di Sungai Bekasi, Remaja Hanyut

Megapolitan
Apindo Kota Tangerang Dorong Pengusaha Bayar Penuh THR 2021

Apindo Kota Tangerang Dorong Pengusaha Bayar Penuh THR 2021

Megapolitan
Ini Alasan Ahli Waris Achmad Soebardjo Hendak Jual Eks Kantor Kemenlu

Ini Alasan Ahli Waris Achmad Soebardjo Hendak Jual Eks Kantor Kemenlu

Megapolitan
Usai Jadi Cibiran Warga, Tugu Pamulang Bakal Ditutupi Seng untuk Sementara

Usai Jadi Cibiran Warga, Tugu Pamulang Bakal Ditutupi Seng untuk Sementara

Megapolitan
Keunggulan Berbuka Puasa dengan Kurma Menurut Ahli Gizi

Keunggulan Berbuka Puasa dengan Kurma Menurut Ahli Gizi

Megapolitan
Punya Sertifikat, Keluarga Achmad Soebardjo Tegaskan Berhak Jual Eks Kantor Kemenlu

Punya Sertifikat, Keluarga Achmad Soebardjo Tegaskan Berhak Jual Eks Kantor Kemenlu

Megapolitan
Ini Asal Usul Ngabuburit, Tradisi Unik Saat Ramadhan

Ini Asal Usul Ngabuburit, Tradisi Unik Saat Ramadhan

Megapolitan
Misteri Toko di Jagakarsa di Balik Peristiwa Serangan di Mabes Polri dan Koboi Duren Sawit

Misteri Toko di Jagakarsa di Balik Peristiwa Serangan di Mabes Polri dan Koboi Duren Sawit

Megapolitan
Kesaksian Warga Kebon Jeruk Korban Peluru Nyasar, Sedang Tidur Lalu Dengar Ledakan Besar

Kesaksian Warga Kebon Jeruk Korban Peluru Nyasar, Sedang Tidur Lalu Dengar Ledakan Besar

Megapolitan
Takjil Bukan Berarti Makanan, Ini Arti Sesungguhnya

Takjil Bukan Berarti Makanan, Ini Arti Sesungguhnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X