Tetap Bertugas, Polantas Dibekali Masker dan Sarung Tangan untuk Cegah Penyebaran Corona

Kompas.com - 18/03/2020, 09:52 WIB
Ilustrasi polisi lalu lintas KOMPAS.com/Yohanes de Britho NeonnubIlustrasi polisi lalu lintas

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi lalu lintas (Polantas) dibekali masker dan sarung tangan selama bertugas di tengah mewabahnya virus corona.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan tak ada perbedaan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat walaupun Presiden Joko Widodo telah mengimbau pembatasan kegiatan di luar rumah.

"Pelayanan publik harus tetap berjalan. Anggota itu dilengkapi sarung tangan dan masker sehingga mudah-mudahan pelayanan lalu lintas tetap bisa kita laksanakan dan penyebaran virus (corona) masih bisa kita cegah," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Surati Bupati Bekasi, Pepen Minta Warga Kabupaten Tak Berobat di Wilayahnya untuk Cegah Corona

Tak hanya itu, lanjut Sambodo, ruang pelayanan publik di Samsat Polda Metro Jaya masih tetap beroperasi secara normal.

Polisi hanya memperketat pengawasan terhadap masyarakat yang datang dengan memeriksa suhu tubuh.

"Semua pengunjung itu dicek suhunya, mereka harus pakai hand sanitizer. Kalau (suhu tubuh) di atas 37,5 derajat tentu tidak boleh masuk ke ruang pelayanan, tapi suratnya kita bantu kita uruskan," ungkap Sambodo.

Polisi juga menerapkan kebijakan social distancing bagi masyarakat yang masuk ke dalam ruang pelayanan. Bahkan sebelum membuka layanan publik, ruangan telah disemprot disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Polisi Semprot Disinfektan Mobil Patroli hingga Ruangan Tunggu SIM

"Kita akan atur supaya ruang pelayanan tidak terlalu penuh di dalam. Jadi, nanti sebagian menunggu di luar, kalau di dalam sudah mulai kosong, secara bergantian masuk dengan sistem for in for out," ujar Sambodo.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah di tengah pandemi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) yang menyebabkan covid-19.

Hingga Selasa (17/3/2020) sore, ada 172 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19. Dengan demikian, jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3/2020) sore.

"Total ada 172 kasus, kasus meninggal tetap lima orang," ujar Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa sore.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Megapolitan
Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Megapolitan
Ziarah Dilarang Mulai 12-16 Mei 2021, TPU Selapajang di Kota Tangerang Ditutup

Ziarah Dilarang Mulai 12-16 Mei 2021, TPU Selapajang di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Ini Jam Operasional Transportasi Umum di Jakarta pada 12-16 Mei 2021

Ini Jam Operasional Transportasi Umum di Jakarta pada 12-16 Mei 2021

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Ditutup Seminggu, Anies: Kan Pedagang Juga Lebaran

Pasar Tanah Abang Ditutup Seminggu, Anies: Kan Pedagang Juga Lebaran

Megapolitan
Takbir Keliling Dilarang, Akan Ada Filterisasi di Sudirman-Thamrin Mulai 18.00 WIB

Takbir Keliling Dilarang, Akan Ada Filterisasi di Sudirman-Thamrin Mulai 18.00 WIB

Megapolitan
Masjid Agung Al-Ittihad di Kota Tangerang, Pernah Jadi Penjara Tapol Jepang

Masjid Agung Al-Ittihad di Kota Tangerang, Pernah Jadi Penjara Tapol Jepang

Megapolitan
Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjut 19 Mei, Akan Hadirkan Saksi Meringankan dan Saksi Ahli

Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjut 19 Mei, Akan Hadirkan Saksi Meringankan dan Saksi Ahli

Megapolitan
Mau Mudik Lewat Depok, 824 Kendaraan Diputar Balik Polisi

Mau Mudik Lewat Depok, 824 Kendaraan Diputar Balik Polisi

Megapolitan
Stok Pangan di Tangsel Aman Jelang Lebaran meski Harga Naik

Stok Pangan di Tangsel Aman Jelang Lebaran meski Harga Naik

Megapolitan
1,2 Juta Warga Tinggalkan Jakarta, Polda Metro Jaya Siapkan Swab Antigen Mobile untuk Arus Balik

1,2 Juta Warga Tinggalkan Jakarta, Polda Metro Jaya Siapkan Swab Antigen Mobile untuk Arus Balik

Megapolitan
Terserang Stroke, Seorang Ibu di Cilandak Teriak Minta Tolong Selam 3 Jam

Terserang Stroke, Seorang Ibu di Cilandak Teriak Minta Tolong Selam 3 Jam

Megapolitan
Gara-gara Kasus Dugaan Pengeroyokan TNI-Polri, Obama Cafe Ditutup

Gara-gara Kasus Dugaan Pengeroyokan TNI-Polri, Obama Cafe Ditutup

Megapolitan
John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara

John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X