Dekan FKUI Bantah Rumor Kelulusan Mahasiswa Kedokteran Akan Dipercepat

Kompas.com - 18/03/2020, 17:50 WIB
Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANUniversitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

DEPOK, KOMPAS.com - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam menepis rumor yang beredar di media sosial bahwa mahasiswa-mahasiswa FKUI akan dipercepat kelulusan dan pengambilan sumpahnya sehubungan dengan pandemi Covid-19.

"Itu hoaks. Tidak pernah ada muncul itu. Kami tetap prosesnya," ujar Ari kepada Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

"Malah tidak boleh seperti itu, karena kami tetap, yang namanya fakultas kedokteran harus menjaga kualitas," ia menambahkan.

Baca juga: Hoaks Covid-19 di PGC, Polisi: Pelaku Menyimpulkan Sesuatu yang Dia Tidak Tahu dan Menyebarkannya

Ari tak menampik bahwa tenaga dokter dari FKUI akan segera diperbantukan untuk menangani pandemi Covid-19 yang terus berekskalasi di dalam negeri, khususnya Jabodetabek.

Akan tetapi, itu bukan serta-merta kelulusan dan pengambilan sumpah mereka dipercepat.

"Kami akan coba nanti, kami sudah membuka perekrutan relawan, nanti mahasiswa-mahasiswa yang saat ini libur stand by untuk menjadi relawan, garda cadangan apabila dokter-dokter kewalahan," jelas Ari.

"Terdiri dari mahasiswa koas (ko-asisten) atau mahasiswa klinik atau dokter muda, dan dokter baru lulus. Tetap nanti sebagai dokter, sesuai kompetensi. Kalau bukan kompetensi mahasiswa, kami tidak berikan," tambah dia.

Baca juga: Ini Salah Satu Rencana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam Tiga Bulan



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X