Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

FK UI Akan Siapkan Dokter Muda Bantu Tangani Kasus Covid-19

Kompas.com - 18/03/2020, 18:25 WIB
Vitorio Mantalean,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Ari Fahrial Syam menyebut bahwa pihaknya tengah merekrut relawan terdiri dari dokter-dokter muda atau mahasiswa kedokteran yang tengah menjalani program ko-asisten.

Perekrutan terbuka bersama Ikatan Alumni UI itu, kata Ari, sehubungan dengan tren pandemi Covid-19 yang terus berekskalasi secara global maupun lokal.

"Mahasiswa-mahasiswa saat ini memang sedang diliburkan, tetapi nanti melihat kondisi sekarang ini tambah parah, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat, nanti mahasiswa-mahasiswa yang libur ini stand by," jelas Ari kepada Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

"Mereka (akan dipersiapkan) menjadi relawan, garda cadangan, apabila dokter-dokter kewalahan," ia menambahkan.

Baca juga: Anies: Pembatasan Transportasi Massal Beri Efek Kejut bagi Warga

Berdasarkan prediksi guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu, Indonesia khususnya Jakarta masih akan menempuh perjalanan panjang penangan Covid-19 hingga 2 bulan ke depan.

Jumlah kasus Covid-19 diprediksi akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Apalagi masyarakat Jakarta masih beraktivitas di luar rumah.

"Itu menunjukkan, masyarakat belum tahu ada bahaya yang sungguh besar. Mungkin, DKI dalam beberapa hari ke depan, bisa ribuan jumlah kasusnya," ujar dia.

"Memang sebagian mahasiswa sudah pulang ke kampung halaman selama dua minggu libur ini. Tapi, ada yang bertahan di Jakarta, paling tidak kami menyiapkan 200-300 relawan yang akan membantu pelayanan kesehatan dengan melihat ekskalasi jumlah kasus yang ada di Jakarta," jelas Ari.

Baca juga: Dokter Handoko Gunawan Curi Perhatian Publik karena Aksinya Tangani Covid-19 di Usia Lanjut

Ia mengatakan, perekrutan terbuka bagi dokter-dokter relawan ini akan dilakukan secara gradual selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Rencana ini sudah disampaikan pula pada Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ketika diundang oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Pemerintah mengumumkan adanya penambahan jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 secara signifikan sejak kemarin hingga hari ini, Rabu sore.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk PenangananVirus Corona, Achmad Yurianto, hingga saat ini ada 227 kasus Covid-19 di Indonesia.

"Äda tambahan 55 kasus, sehingga total sampai sekarang, dihitung sampai kami melaporkan pada Rabu, 18 Maret 2020 pukul 12.00 ada 227 kasus," ucap Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Rabu.

Baca juga: Kisah Perjuangan Pasien Covid-19 di Tengah Ketidakpastian dan Kebingungan

Sementara itu, sebanyak 19 pasien positif virus corona meninggal dunia. Rincian per wilayah, angka kematian di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 12 pasien, lalu di Jawa Tengah dua pasien.

Sebanyak satu pasien meninggal masing-masing di Jawa Barat, Bali, Banten, Sumatera Utara, dan Jawa Timur.

Adapun 11 pasien dinyatakan sembuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Hotman Paris Sebut Kasus 'Vina Cirebon' Tak Akan Dapat Keadilan Hukum meski Pegi Bersalah | Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan

[POPULER JABODETABEK] Hotman Paris Sebut Kasus "Vina Cirebon" Tak Akan Dapat Keadilan Hukum meski Pegi Bersalah | Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan

Megapolitan
Meski Lebih Keras, Perlakuan ke Anjing K9 Bisa Disamakan dengan Anjing Rumahan

Meski Lebih Keras, Perlakuan ke Anjing K9 Bisa Disamakan dengan Anjing Rumahan

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor Kompak Bungkam Saat Ditanya Harga Sewa Lapak di PRJ

Pedagang Kerak Telor Kompak Bungkam Saat Ditanya Harga Sewa Lapak di PRJ

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Bakal Bina Pedagang Makanan yang Pakai Bahan Kimia dan Tidak Steril

Satpol PP Jakbar Bakal Bina Pedagang Makanan yang Pakai Bahan Kimia dan Tidak Steril

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor Naikkan Sedikit Harga Dagangan Selama Jualan di PRJ

Pedagang Kerak Telor Naikkan Sedikit Harga Dagangan Selama Jualan di PRJ

Megapolitan
Polisi Pastikan Tak Ada Intervensi Dalam Penyidikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri

Polisi Pastikan Tak Ada Intervensi Dalam Penyidikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri

Megapolitan
Siswi SMP Jakarta yang Olok-olok Palestina Akan Dibina dan Diberikan Wawasan Kebangsaan

Siswi SMP Jakarta yang Olok-olok Palestina Akan Dibina dan Diberikan Wawasan Kebangsaan

Megapolitan
Ketika Jokowi Blusukan ke Stan Jakarta Fair di Malam Pembukaan, Pengunjung Langsung Berkerumun

Ketika Jokowi Blusukan ke Stan Jakarta Fair di Malam Pembukaan, Pengunjung Langsung Berkerumun

Megapolitan
Polisi Tangkap Paman yang Diduga Cabuli Kakak-Beradik di Tapos Depok

Polisi Tangkap Paman yang Diduga Cabuli Kakak-Beradik di Tapos Depok

Megapolitan
Heru Budi: Berawal dari Pameran Kecil, PRJ Bertransformasi Jadi Modern

Heru Budi: Berawal dari Pameran Kecil, PRJ Bertransformasi Jadi Modern

Megapolitan
Temukan Mie Berformalin di Kota Tua, BBPOM Peringatkan Masyarakat Hati-hati Beli Mie Kuning Kiloan

Temukan Mie Berformalin di Kota Tua, BBPOM Peringatkan Masyarakat Hati-hati Beli Mie Kuning Kiloan

Megapolitan
Kanit K9: Kalau Anjing Tantrum, Bisa Jadi Ada yang Salah dengan Pawangnya

Kanit K9: Kalau Anjing Tantrum, Bisa Jadi Ada yang Salah dengan Pawangnya

Megapolitan
Bahagianya Pedagang Kerak Telor Menyambut Jakarta Fair 2024: Senang Bisa Dagang Lagi...

Bahagianya Pedagang Kerak Telor Menyambut Jakarta Fair 2024: Senang Bisa Dagang Lagi...

Megapolitan
Sidak Pedagang di Kota Tua, BBPOM Temukan Makanan Mengandung Boraks dan Formalin

Sidak Pedagang di Kota Tua, BBPOM Temukan Makanan Mengandung Boraks dan Formalin

Megapolitan
Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2 Rugi Rp 14 Miliar akibat Dirampok

Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2 Rugi Rp 14 Miliar akibat Dirampok

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com