Sekolah Ditutup 2 Pekan, Pemkot Bekasi: Jangan Gunakan untuk Wisata atau Pulang Kampung

Kompas.com - 18/03/2020, 20:32 WIB
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat ditemui di Underpass Tol Jorr Kalimalang, Selasa (25/2/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAWakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat ditemui di Underpass Tol Jorr Kalimalang, Selasa (25/2/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, mengatakan, metode belajar jarak jauh menjadi cara yang ampuh untuk memastikan peserta didik tetap mendapatkan haknya dalam belajar selama sekolah ditutup.

DIketahui, kebijakan penutupan sekolah dan belajar di rumah ini dilakukan selama dua pekan untuk menekan penyebaran virus corona.

Metode belajar jarak jauh, menurut Tri, merupakan momentum bagi guru membangun kedekatan emosional dengan wali murid untuk memastikan siswa belajar di rumah setiap hari.

Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Bupati Tangerang Juga Liburkan Sekolah Selama Dua Minggu

"Ini saya lihat menjadi suatu fenomena komunikasi terbangun, ketahanan rumah menjadi semakin tinggi komunikasi yang baik dan impact-nya adalah bagaimana anak-anak menyadari tugas dan kewajibannya secara mandiri," kata Tri di SMPN 1 Kota Bekasi, Rabu, (18/3/2020), sebagaimana dikutip dari Tribun Jakarta.

Guru juga punya tanggung jawab lebih selama masa dua pekan sekolah ditutup. Jangan sampai penutupan sekolah dimanafaatkan untuk kegiatan-kegiatan di luar rumah.

"Ada tanggung jawab lebih bagaimana meyakinkan anak-anak, orangtua bahwa masa 14 hari ini bukan digunakan untuk masa liburan, sehingga tidak digunakan untuk berwisata, mendatangi tempat-tempat wisata rekreasi, pulang kampung dan sebagainya," tegas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guru, dalam hal ini punya tanggung jawab moral yang melekat untuk terus memantau siswanya di rumah.

Menurut Tri, setiap sekolah harus bisa memyiapkan sanksi bagi guru yang kedatapam muridnya tidak memanfaatkan waktu dua pekan l untuk belajar di rumah.

"Juga tidak dibenarkan untuk mereka melakukan kegiatan ada di mal, tempat-tempat perbelajaan, tadi saya sudah tekankan ini adalah bagian tanggung jawab moral yang melekat pada guru dan sekolah ya itu tadi sanksinya bukan hanya pada sekolah, pada orangtua tetapi juga pada guru," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sekolah Ditutup Dua Pekan, Pemkot Bekasi: Jangan Gunakan untuk Wisata Apalagi Pulang Kampung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekerja Proyek LRT di Kuningan Jatuh dari Ketinggian 8 Meter, Ini Fakta-faktanya

Pekerja Proyek LRT di Kuningan Jatuh dari Ketinggian 8 Meter, Ini Fakta-faktanya

Megapolitan
59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Buka Lagi Mulai Sabtu Besok, Ini Daftarnya

59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Buka Lagi Mulai Sabtu Besok, Ini Daftarnya

Megapolitan
4 Fakta Klaster Pesantren Babussalam Depok, 46 Penghuni Positif Covid-19 hingga Diduga Berawal dari Santri Cuti

4 Fakta Klaster Pesantren Babussalam Depok, 46 Penghuni Positif Covid-19 hingga Diduga Berawal dari Santri Cuti

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober 2021: Ada 17 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 21 Oktober 2021: Ada 17 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Pengacara Pastikan Rachel Vennya Siap Jalani Proses Hukum

Pengacara Pastikan Rachel Vennya Siap Jalani Proses Hukum

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 41 Pasien Dirawat

UPDATE 21 Oktober: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 41 Pasien Dirawat

Megapolitan
Usai Diperiksa Polda Metro Jaya, Rachel Vennya: Maaf Sudah Meresahkan Masyarakat

Usai Diperiksa Polda Metro Jaya, Rachel Vennya: Maaf Sudah Meresahkan Masyarakat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Diguyur Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Diguyur Hujan Siang Nanti

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pencuri Motor Diseret dan Diamuk Massa | Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

[POPULER JABODETABEK] Pencuri Motor Diseret dan Diamuk Massa | Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.