Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beredar Pesan Berantai 29 Ruas Jalan di Jakarta akan Disterilisasi, Polisi Pastikan Hoaks

Kompas.com - 19/03/2020, 15:17 WIB
Rindi Nuris Velarosdela,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah pesan berantai beredar di aplikasi percakapan WhatsApp dengan memuat informasi sejumlah ruas jalan di wilayah DKI Jakarta disterilisasi guna mencegah penyebaran virus corona.

Dalam pesan itu, masyarakat diimbau menghindari melintas di 29 ruas jalan yang akan disterilisasi. Alasannya, cairan disinfektan yang akan disemprotkan pada ruas jalan itu akan menimbulkan iritasi kulit dan mengganggu pernapasan.

"Informasi untuk seluruh warga DKI Jakarta pada tanggal 19 Maret 2020 pukul 14.30 s/d 22.00 WIB, dilarang untuk berpergian keluar rumah menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Dikarenakan akan ada pencegahan COVID-19 dengan penyemprotan disinfektan dosis tingkat 1 melalui udara yang dapat alergi pada kulit dan gangguan pernafasan. Sebagai langkah ini kami pihak pemerintah akan bekerja sama dengan kepolisian lalu lintas untung pengaturan kendaraan," demikian bunyi pesan berantai tersebut.

Baca juga: Deretan Fakta Kasus Penyebar Hoaks Covid-19 di PGC

Berikut 29 ruas jalan yang akan disemprot cairan disinfektan berdasarkan informasi dalam pesan berantai itu.

1. Jalan Jaksa
2. Jalan Daan Mogot (Jakarta)
3. Jalan Gajah Mada (Jakarta)
4. Jalan Halim Perdanakusuma (Jakarta)
5. Jalan Hayam Wuruk (Jakarta)
6. Jalan HR Rasuna Said (Jakarta)
7. Jalan Raya Pasar Minggu (Jakarta)
8. Jalan Jelakeng
9. Jalan Jenderal Ahmad Yani (Jakarta)
10. Jalan Jenderal Gatot Subroto (Jakarta)
11. Jalan Jenderal Sudirman (Jakarta)
12. Jalan Laksamana Yos Sudarso (Jakarta)
13. Jalan Letnan Jenderal MT Haryono (Jakarta)
14. Jalan Letnan Jenderal S Parman (Jakarta)
15. Jalan M. H. Thamrin

Baca juga: Polisi Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Hoaks Terkait Virus Corona

16. Jalan Mayor Jenderal DI Panjaitan (Jakarta)
17. Jalan Mayor Jenderal Sutoyo (Jakarta)
18. Jalan Medan Merdeka (Jakarta)
19. Jalan Pangeran Jayakarta
20. Jalan Prapatan (Jakarta)
21. Jalan Profesor Dokter Satrio (Jakarta)
22. Jalan Raya Bogor
23. Jalan Senen Raya (Jakarta)
24. Jalan Sisingamangaraja (Jakarta)
25. Jalur Jalan Raya Kota - Pondok Labu
26. Jalan Kramat Raya (Jakarta)
27. Jalan Salemba Raya (Jakarta)
28. Jalan Veteran (Jakarta)
29. Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim (Jakarta)

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan, informasi dalam pesan berantai itu adalah hoaks alias tidak benar.

"(Isi pesan berantai) hoaks," ujar Sambodo kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).

Menurut Sambodo, penyemprotan cairan disinfektan hanya dilakukan pada ruang publik seperti terminal dan stasiun.

"Yang disemprot halte dan terminal, bukan jalan," ungkap Sambodo.

*****
Kompas.com menggalang dana untuk solidaritas terhadap kondisi minimnya alat pelindung diri dan keperluan lainnya di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, terkait penanganan Covid-19. Mari tunjukkan solidaritas kita dan bantu rumah sakit-rumah sakit untuk memiliki perlengkapan memadai. Klik untuk donasi melalui Kitabisa di https://kitabisa.com/campaign/melawancoronavirus.

*****

 
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gugatan PDI-P terhadap KPU di PTUN Berlanjut, Sidang Akan Digelar 2 Mei 2024

Gugatan PDI-P terhadap KPU di PTUN Berlanjut, Sidang Akan Digelar 2 Mei 2024

Megapolitan
ODGJ yang Serang Kakaknya di Cengkareng Pakai 'Cutter' juga Lukai Warga Rusun

ODGJ yang Serang Kakaknya di Cengkareng Pakai "Cutter" juga Lukai Warga Rusun

Megapolitan
Ini Tata Cara Lapor Domisili agar NIK Tidak Dinonaktifkan

Ini Tata Cara Lapor Domisili agar NIK Tidak Dinonaktifkan

Megapolitan
Kunjungi Posko Pengaduan Penonaktifan NIK di Petamburan, Warga: Semoga Tidak Molor

Kunjungi Posko Pengaduan Penonaktifan NIK di Petamburan, Warga: Semoga Tidak Molor

Megapolitan
Penyesalan Kekasih Wanita Hamil yang Tewas di Kelapa Gading, Minta Maaf Tinggalkan Korban Saat Tengah Pendarahan

Penyesalan Kekasih Wanita Hamil yang Tewas di Kelapa Gading, Minta Maaf Tinggalkan Korban Saat Tengah Pendarahan

Megapolitan
Seorang Pria Peluk Paksa Gibran yang Sedang Berkunjung di Rusun Muara Jakarta Utara

Seorang Pria Peluk Paksa Gibran yang Sedang Berkunjung di Rusun Muara Jakarta Utara

Megapolitan
Warga Bekasi Jadi Korban Pecah Kaca Mobil Saat Sedang Makan Soto di Kemang Pratama

Warga Bekasi Jadi Korban Pecah Kaca Mobil Saat Sedang Makan Soto di Kemang Pratama

Megapolitan
Gibran Janji Dorong Pemerataan Pembangunan di Seluruh Indonesia

Gibran Janji Dorong Pemerataan Pembangunan di Seluruh Indonesia

Megapolitan
Kondisi Rumah Galihloss Mendadak Sepi Setelah Dugaan Penistaan Agama Mencuat, Tetangga: Mereka Sudah Pergi

Kondisi Rumah Galihloss Mendadak Sepi Setelah Dugaan Penistaan Agama Mencuat, Tetangga: Mereka Sudah Pergi

Megapolitan
Polisi Temukan 'Tisu Magic' dan Lintah Papua di Kamar Kos Perempuan yang Tewas di Pulau Pari

Polisi Temukan "Tisu Magic" dan Lintah Papua di Kamar Kos Perempuan yang Tewas di Pulau Pari

Megapolitan
Video Pencurian Mesin 'Cup Sealer' di Depok Viral di Media Sosial

Video Pencurian Mesin "Cup Sealer" di Depok Viral di Media Sosial

Megapolitan
Posko Aduan Penonaktifan NIK di Petamburan Beri Sosialisasi Warga

Posko Aduan Penonaktifan NIK di Petamburan Beri Sosialisasi Warga

Megapolitan
Ketua RW Syok Galihloss Ditangkap Polisi Terkait Kasus Penistaan Agama

Ketua RW Syok Galihloss Ditangkap Polisi Terkait Kasus Penistaan Agama

Megapolitan
Selain Sepi Pembeli, Alasan Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Buang Pepaya karena Pasokan Berlimpah

Selain Sepi Pembeli, Alasan Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Buang Pepaya karena Pasokan Berlimpah

Megapolitan
SDA DKI Bangun 5 Polder Baru dan Revitalisasi 2 Pompa 'Stasioner' untuk Tanggulangi Banjir

SDA DKI Bangun 5 Polder Baru dan Revitalisasi 2 Pompa "Stasioner" untuk Tanggulangi Banjir

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com