Kompas.com - 23/03/2020, 16:01 WIB
Nikita Mirzani usai sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020). KOMPAS.com/Revi C Rantung Nikita Mirzani usai sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa artis Nikita Mirzani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ditunda. Sidang seharusnya digelar hari Senin (23/3/2020) ini. 

Namun sidang ditunda karena ada wabah virus corona tipe 2 yang menyebabkan covid 19. Kemungkinan sidang dilanjutkan minggu depan.

"Situasi keadaan tertentu wabah penyakit covid-19, ada regulasi dari pemerintah. Dari terdakwa dan saksi-saksi juga sudah konfirmasi enggak bisa hadir, khawatir dengan kondisi darurat corona begini," kata Jaksa Penuntut Umum, Sigit Hendradi saat dikonfirmasi.

Hari ini, jika sidang digelar, agendanya adalah pemeriksaan saksi - saksi yang dihadirkan pihak JPU.

Dalam perkara itu, Nikita Mirzani didakwa melakukan penganiayaan kepada Dipo Latief,  pada Juli 2018 lalu dengan melempar asbak dan memukul wajah hingga mengalami luka. Saat itu Dipo menjadi suami Nikita tetapi mereka kemudian bercerai.

Baca juga: Hakim Tolak Eksepsi Nikita Mirzani, Sidang Dilanjutkan

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur mengatakan, pihaknya sudah menunda beberapa sidang dalam upaya ikut mencegah penularan virus corona.

"Kami tunda puluhan (perkara) perdata dan pidana. Lima puluh lebih perkara perdata dan pidana," kata Achmad Guntur, Selasa lalu.

Penundaan perkara sudah dilakukan sejak Senin kemarin. Namun, ada sebagian sidang yang tetap berjalan.

Jadi, sejumlah orang masih mendatangi pengadilan.

"Ada beberapa perkara yang tidak bisa (ditunda) karena tahanannya mau habis, kan ada beberapa perkara itu yang dibatasi penyelesaiannya," ujar dia.

Pihaknya berharap semua aktivitas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bisa berjalan dengan baik dan terhindar dari penyebaran virus corona.

"Kami juga ingatkan untuk berlakukan social distancing (menjaga jarak)," kata dia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Megapolitan
Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari, 1.268 Warga Terdampak, 120 di Antaranya Balita

Kebakaran di Taman Sari, 1.268 Warga Terdampak, 120 di Antaranya Balita

Megapolitan
Diduga Terlibat Pengeroyokan di Tebet, Lima Pemuda Diamankan Polisi

Diduga Terlibat Pengeroyokan di Tebet, Lima Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Masjid Bernuansa Betawi yang Tak Sekadar Rumah Ibadah

Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Masjid Bernuansa Betawi yang Tak Sekadar Rumah Ibadah

Megapolitan
Seorang Ibu Tinggalkan Bayi Dua Bulan di Warung Karawaci, Selipkan Pesan 'Tolong Titip Anak Saya'

Seorang Ibu Tinggalkan Bayi Dua Bulan di Warung Karawaci, Selipkan Pesan "Tolong Titip Anak Saya"

Megapolitan
Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung Dimulai, Rambu-rambu Akan Dipasang

Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung Dimulai, Rambu-rambu Akan Dipasang

Megapolitan
Hingga April, 93.000-an Warga Kota Bogor Kelompok Prioritas Sudah Divaksin

Hingga April, 93.000-an Warga Kota Bogor Kelompok Prioritas Sudah Divaksin

Megapolitan
Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Megapolitan
Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Polisi Masih Selidiki Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Megapolitan
Anggota TNI dan Polri Dikeroyok di Kebayoran Baru, Keterlibatan Oknum Diusut

Anggota TNI dan Polri Dikeroyok di Kebayoran Baru, Keterlibatan Oknum Diusut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X