Kompas.com - 23/03/2020, 16:06 WIB
Layanan Kantor BCA yang mulai menerapkan interaksi sosial jarak jauh (social distancing) untuk cegah menyebarnya virus corona, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Dokumentasi Humas BCALayanan Kantor BCA yang mulai menerapkan interaksi sosial jarak jauh (social distancing) untuk cegah menyebarnya virus corona, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah video viral di media sosial. Rekamannya menampilkan seorang pemuda dengan dialek betawi "berjibaku" mengajak warganet agar patuh pada imbauan social distancing guna mencegah kerumunan yang dapat mempermudah penularan Covid-19.

Video yang sarat istilah percakapan sehari-hari gaya Betawi yang dibumbui humor tersebut dibagikan oleh akun Twitter @bintangemon dan sudah mulai menyebar melalui kanal media sosial lain.

Untuk teman-temanku yang masih suka bilang, ‘Elah tong santai aja, nyawa kita di tangan Tuhan’… Wey, Paman Boboho, kalau emang itu prinsip ente, noh lu jongkok tengah jalan tol sambil bilang nyawa kita di tangan Tuhan,” kata dia melalui video yang diunggiah Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Cerita Pilu Kapolres di Kalbar Tegakkan Social Distancing, Jadi Tertawaan Warga hingga Bersumpah akan Sujud

Cuma kan harus usaha kitanya. Ada ikhtiar sebelum tawakkal. Makanya pas pelajaran agama lu jangan kiu kiu, kaga masuk di kepala lu.”

Gua juga enggak apa-apa kalau lu meninggal. Asal lu kalau meninggal, jasad lu nguap. Lu kalau meninggal karena ngeremehin corona, yang lain bisa kena. Yang mandiin elu, yang nguburin elu. Orang katering di tahlilan lu? Kenaaa. Ya Allah, jahat banget lu, dia enggak ngerti apa-apa Cuma ngebungkusin lemper doang, kena!

Kita kalau diarahkan social distancing ya nurut, tolong. Dokter nyembuhin. Pemerintah ngatur. Kita pasien, nurut sama arahan. Lu, pasien (tapi) bandel, dokter (kemudian) ngambek, kita sembuhnya gimana, Bos?

Baca juga: Pemerintah Ubah Istilah Social Distancing Jadi Fisikal Distancing

Udah, di rumah dulu. Liburan nanti-nanti mah bisa. Lu kagak ke mal sekarang enggak apa-apa, itu mal enggak berubah jadi kantin. Lu enggak ke Puncak sekarang juga Puncak enggak bakal jadi pendek.”

Ayo mari kita sama-sama lawan corona. Ini corona didiemin lama-lama ngelunjak nih. Ini corona kalau bentukannya orang udah gua klepak nih dari dulu.”

Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo menyatakan, semestinya pemerintah menggunakan model komunikasi publik seperti contoh barusan agar imbauan social distancing diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Fakta bahwa hari ini, tak semua orang memilih bertahan di rumah, selain karena desakan ekonomi, juga disumbang akibat model komunikasi publik para pejabat yang tak efektif karena terlalu elitis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencuri di Supermarket dan Rumah di Tangsel Ditangkap, Salah Satunya Sudah 85 Kali Beraksi

Pencuri di Supermarket dan Rumah di Tangsel Ditangkap, Salah Satunya Sudah 85 Kali Beraksi

Megapolitan
Pemprov DKI dan APPBI Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku UMKM

Pemprov DKI dan APPBI Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku UMKM

Megapolitan
Kontrak MRT Fase 2A Senilai Rp 4,6 Triliun Diteken, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Kontrak MRT Fase 2A Senilai Rp 4,6 Triliun Diteken, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Megapolitan
Dianiaya Suami karena Tolak Pompa ASI, Ibu di Serpong Juga Dilarang Bertemu Anaknya

Dianiaya Suami karena Tolak Pompa ASI, Ibu di Serpong Juga Dilarang Bertemu Anaknya

Megapolitan
MRT Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi April 2025, Lanjut Harmoni-Kota pada Agustus 2027

MRT Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi April 2025, Lanjut Harmoni-Kota pada Agustus 2027

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditusuk di Kalideres

Seorang Pria Tewas Ditusuk di Kalideres

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

Megapolitan
Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Megapolitan
Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Megapolitan
10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X