6 Dokter Meninggal saat Tangani Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Pastikan Tenaga Medisnya Sehat Semua

Kompas.com - 25/03/2020, 19:53 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19


JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat ada enam orang dokter yang meninggal dunia saat menangani pasien corona.

Meski demikian, Dirut RSPI Sulianto Suroso, Mohammad Syahril, memastikan belum ada petugas medis di rumah sakitnya yang meninggal karena menangani pasien Covid-19.

Baca juga: RSPI Sulianti Saroso Pastikan Punya APD Cukup untuk Tangani Pasien Covid-19

“Iya (ada yang meninggal) se-Indonesia di rilis PB IDI 23 maret 2020 kemarin. Belum (di RSPI belum ada yang meninggal),” ujar Dirut RSPI Sulianto Suroso, Mohammad Syahril saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (25/3/2020).

Meski diakuinya resiko tenaga medis memang sangat rentan tertular Covid-19, namun dipastikan seluruh tenaga medis di RSPI Sulianto Suroso sampai saat ini masih dalam keadaan sehat.

“Sampai saat ini alhamdulillah diberi perlindungan dan keselamatan (bagi tenaga medis),” kata Syahril.

Ia mengatakan, sampai saat ini stok alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di RSPI masih aman.

Meski demikian, tak menutup jika ada yang hendak mendonasikan APD untuk tenaga medis di RSPI.

“Masih cukup tapi tetap disiapkan untuk ke depan,” kata dia.

Baca juga: Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Dirujuk ke Wisma Atlet, Gejala Berat Diisolasi di RSPI Sulianti Saroso

Syahril menambahkan, pihak RSPI saat ini membutuhkan tambahan tenaga medis.

Sebab, diketahui pasien Covid-19 yang ditangani rumah sakitnya juga bertambah.

“Ada yang sudah harus ditambah seperti dokter, umum, analis dan perawat,” tutur dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X