Kompas.com - 02/04/2020, 21:53 WIB
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril, Kamis (5/3/2020) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIDirektur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril, Kamis (5/3/2020)


JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak RSPI Sulianti Saroso sebagai rumah sakit rujukan pemerintah untuk menangani Covid-19, menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang proaktif membantu mereka menghadapi pandemi akibat virus corona.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan, hingga hari ini, bantuan dari berbagai elemen masyarakat terus mereka dapatkan.

Mulai dari bantuan berupa uang tunai, berbagai alat pelindung yang antara lain topi, kacamata, masker, baju hazmat, sarung tangan, hingga tempat tidur.

Baca juga: Pasien Covid-19 Membludak, RSPI Sulianti Saroso Tambah Kamar Isolasi Jadi 60 Ruangan

"Termasuk kami mendapatkan makanan yang sangat cukup. Jadi seluruh pegawai kami itu tidak repot lagi mencari makan karena sudah diberikan donasi dan luar biasa," kata Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Kamis (2/4/2020).

Selain membantu mereka secara materiil, dukungan moril juga membantu para garda terdepan penanganan Covid-19.

"Jadi itu sangat meringankan dan merupakan kebahagian bagi kami bahwasannya masyarakat bersama memberikan bantuan," ucap Syahril.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain rasa syukur tersebut, Syahril juga memohon doa dari segenap masyarakat akan kesehatan dan kekuatan terhadap para tenaga medis yang menangani setiap pasien Covid-19 ini.

Baca juga: RSPI Sulianti Saroso Dapat Tambahan Tenaga Medis untuk Tangani Pasien Covid-19

"Oleh karena itu mohon dukungan dan doa agar kami menjadi penanggulangan secara nasional ini dapat memberikan hal yang terbaik bagi negara ini," ujar dia.

Saat ini, di RSPI Sulianti Saroso sedang mengisolasi 24 pasien, yang terbagi menjadi 15 pasien positif Covid-19 dan 9 pasien dalam pengawasan (PDP).

Adapun sirkulasi pasien yang terjadi per hari ini yaitu enam pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan satu PDP dipulangkan.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasad Pria Ditemukan di Dalam Kontrakan di Makasar Jaktim

Jasad Pria Ditemukan di Dalam Kontrakan di Makasar Jaktim

Megapolitan
Ditangkap, Penebar Ranjau Paku di Jalan MT Haryono adalah Penambal Ban

Ditangkap, Penebar Ranjau Paku di Jalan MT Haryono adalah Penambal Ban

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Minta Maaf ke Keluarga dan Komandan Korban

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Minta Maaf ke Keluarga dan Komandan Korban

Megapolitan
Catat, 8 Titik Crowd Free Night di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

Catat, 8 Titik Crowd Free Night di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

Megapolitan
Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Megapolitan
Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok: Solidaritas Sesama Saudara

Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok: Solidaritas Sesama Saudara

Megapolitan
Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Megapolitan
Kelabui Petugas, Penyelundup Masukkan 144.100 Benih Lobster ke Koper Tamasya

Kelabui Petugas, Penyelundup Masukkan 144.100 Benih Lobster ke Koper Tamasya

Megapolitan
4 Tersangka Penyelundup 144.100 Benih Lobster ke Singapura Ditangkap

4 Tersangka Penyelundup 144.100 Benih Lobster ke Singapura Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Kemendikbud Hati-Hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 akibat PTM

Pemprov DKI Minta Kemendikbud Hati-Hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 akibat PTM

Megapolitan
Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Ditangkap

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Ditangkap

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata di Jakarta Masih Berlaku hingga 3 Oktober

Ganjil Genap Tempat Wisata di Jakarta Masih Berlaku hingga 3 Oktober

Megapolitan
Apa Artinya Crowd Free Night yang Berlaku di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi?

Apa Artinya Crowd Free Night yang Berlaku di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.