Pengelola Klaim RS Covid-19 yang Dibangun di Lingkungan Apartemen The Nine Residence Sudah Kantongi Izin

Kompas.com - 07/04/2020, 07:23 WIB
Warga mengamati spanduk bertuliskan penolakan atas penggunaan rumah sakit darurat COVID-19 yang terpasang di Lippo Plasa, Mampang, Jakarta, Minggu (5/4/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk kekhawatiran penghuni apartemen Nine Residence yang membuat mereka berada dalam zona merah COVID-19. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATWarga mengamati spanduk bertuliskan penolakan atas penggunaan rumah sakit darurat COVID-19 yang terpasang di Lippo Plasa, Mampang, Jakarta, Minggu (5/4/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk kekhawatiran penghuni apartemen Nine Residence yang membuat mereka berada dalam zona merah COVID-19.
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Direktur  Public Relations & External Relations Lippo Karawaci Danang Kemayan Jati mengklaim bahwa rumah sakit khusus Covid-19 di Apartemen The Nine Residence, Pancoran, Jakarta Selatan, sudah mengantongi izin pemerintah.

"Soal perizinan pendirian rumah sakit ini kami sudah mengantongi semua izin yang diperlukan seperti Lippo Plaza Mampang telah diberikan izin operasi RS Type C," kata dia, Senin (6/4/2020).

Selain itu, pengelola apartemen juga sudah menyiapkan skema pembuangan limbah rumah sakit. Pembuangan limbah rumah sakit tersebut diklaim Danang tidak akan menganggu kenyamanan penghuni apartemen.

Baca juga: Penghuni Apartemen The Nine Residence Akan Tempuh Jalur Hukum soal RS Covid-19, Ini Jawaban Pengelola

"Untuk limbah B3 sudah ada perusahaan lain yang khusus dan ahli dalam bidangnya yang akan mengambil secara rutin. Jadi tidak dibuang sembarangan," kata dia.

Dengan kondisi seperti ini, dia berharap penghuni apartemen bisa menerima keberadaan rumah sakit khusus pasien Covid-19 demi membantu pemerintah.

Sebelumnya, penghuni Apartemen The Nine Residence Lippo Plaza Mampang, Jakarta Selatan menolak adanya pembangunan rumah sakit khusus pasien Covid-19.

Mereka merasa khawatir lantaran rumah sakit tersebut berada tepat di bawah lantai tempat mereka tinggal.

"Ya jelas khawatir lah, namanya virus membahayakan gitu terus datang ke tempat kita, di tengah lingkungan warga. Pasti khawatir lah kita," kata perwakilan penghuni bernama A Fimualif ketika dihubungi, Senin (6/4/2020).

Baca juga: Protes Penghuni Apartemen Lippo di Mampang, Tak Terima Huniannya Jadi RS Darurat Covid-19

Dia mengatakan, penolakan serentak juga datang dari 97 RT dari 7 RW yang ada di permukiman tersebut.

Pria yang akrab disapa Alif ini mengatakan, salah satu penyebab penghuni protes karena tidak diinformasikan oleh pengelola tentang pembangunan rumah sakit ini.

Mereka pun kaget ketika melihat lantai bawah apartemen mereka sudah disulap jadi rumah sakit.

"Sebenarnya bangun RS saja kita enggak terima, karena waktu dijual dulu pertama kali itu tidak ada rumah sakit. Yang ada itu mal sama fasilitas lainnya. Kalau dia jualnya ada rumah sakit, kita juga enggak beli lah," kata dia.

Pihaknya berharap pihak pengelola apartemen mau mempertimbangkan keberadaan rumah sakit tersebut sebelum membahayakan penghuni apartemen rumah sendiri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru di Kota Tangerang Diminta Siap Mengajar dari Pintu ke Pintu

Guru di Kota Tangerang Diminta Siap Mengajar dari Pintu ke Pintu

Megapolitan
Citilink Beri Layanan Rapid Test Gratis, Ini Persyaratannya

Citilink Beri Layanan Rapid Test Gratis, Ini Persyaratannya

Megapolitan
Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Diprediksikan Hujan Nanti Malam

Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Diprediksikan Hujan Nanti Malam

Megapolitan
Mengintip Isi Raperda Kota Religius yang Diusulkan Pemkot Depok

Mengintip Isi Raperda Kota Religius yang Diusulkan Pemkot Depok

Megapolitan
Saat Hobi Memasak Alihkan Stress Akibat Gagal PPDB Jakarta 2020

Saat Hobi Memasak Alihkan Stress Akibat Gagal PPDB Jakarta 2020

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Megapolitan
Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X