Sampah Masker dan APD Meningkat, Petugas Kebersihan dan Pemulung Rentan Terkena Corona

Kompas.com - 08/04/2020, 21:39 WIB
Pemulung berburu barang yang bisa dijual diantara tumpukan sampah di bawah Tol Becakayu, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (8/1/2020). Tumpukan sampah ini berasal dari perumahan warga RW 03, 04, 10, 11, dan 12 Cipinang Melayu, Jakarta Timur. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOPemulung berburu barang yang bisa dijual diantara tumpukan sampah di bawah Tol Becakayu, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (8/1/2020). Tumpukan sampah ini berasal dari perumahan warga RW 03, 04, 10, 11, dan 12 Cipinang Melayu, Jakarta Timur.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampah makser sekali pakai dari sektor rumah tangga mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19. Petugas kebersihan dan pemulung pun menjadi rentan terkena virus corona jenis baru (SARS-CoV-2).

Hal tersebut karena banyak dari mereka yang belum mengenakan alat pelindung diri (APD), masker, dan sarung tangan ketika bekerja.

“Pengetahuan, kewaspadaan, dan juga respons dari para petugas persampahan dan juga pemulung terhadap pandemi corona dan isu corona ini juga belum begitu tinggi pemahamannya,” ujar Founder of Greeneration Foundation & Waste4Change Bijaksana Junerosano, dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2020).

Baca juga: Supaya Virus Corona Tak Menyebar, Begini Cara Membuang Sampah Masker Bekas Pakai

Pria yang akrab dipanggil Sano itu mengatakan, saat ini ada sekitar 300.000 petugas kebersihan dan sekitar 600.000 pemulung di Indonesia yang setiap hari berurusan dengan sampah rumah tangga.

Mereka berpotensi terinfeksi Covid-19 karena saat ini banyak ditemukan masker sekali pakai, tissue, dan botol bekas hand sanitizer dan disinfektan dalam sampah rumah tangga yang berpotensi jadi tempat penyebaran SARS-CoV-2.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sampah yang dihasilkan masyarakat ini punya potensi menyebarkan corona jika tidak diperhatikan dengan baik, dan petugas persampahan itu juga memiliki potensi terpapar virus corona dan menyebarkan virus corona tersebut,” ungkapnya.

Baca juga: Tetap Beroperasi Selama PSBB, Kurir Sepeda di Jakarta Ikuti Protap Covid-19

Pemerintah, lanjut Sano, memang sudah mengeluarkan surat edaran mengenai penanganan sampah pada masa pandemi Covid-19. Namun, masih banyak petugas sampah yang masih belum bisa menerapkan karena kesulitan memenuhi kebutuhan APD.

“Realita di lapangan ternyata rekan-rekan di daerah masih cukup gamang dan belum bisa menyikapi cepat terkait surat edaran tersebut,” kata Seno.

Adapun pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) yang bersumber dari rumah tangga berpedoman pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 2 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pungutan Bansos Tunai di Beji untuk Servis Ambulans, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana

Pungutan Bansos Tunai di Beji untuk Servis Ambulans, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Anies Terbitkan Kepgub tentang Syarat Vaksin Covid-19 untuk Berkegiatan di Jakarta

Anies Terbitkan Kepgub tentang Syarat Vaksin Covid-19 untuk Berkegiatan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Kasus Pemukulan yang Bikin Satpam GBK Ditahan

Kronologi Kasus Pemukulan yang Bikin Satpam GBK Ditahan

Megapolitan
Dinar Candy Berbikini di Pinggir Jalan dan Berujung Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Dinar Candy Berbikini di Pinggir Jalan dan Berujung Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Tambah 228, Pasien Dirawat Tercatat 4.251 Orang

UPDATE 5 Agustus: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Tambah 228, Pasien Dirawat Tercatat 4.251 Orang

Megapolitan
Temuan BPK: DKI Jakarta Bayar Gaji dan Tunjangan Kinerja Pegawai yang Sudah Wafat dan Pensiun

Temuan BPK: DKI Jakarta Bayar Gaji dan Tunjangan Kinerja Pegawai yang Sudah Wafat dan Pensiun

Megapolitan
Tolak Bansos Tunai Dipotong, Warga Depok Mengaku Diancam Dipersulit Urusannya oleh Ketua RT

Tolak Bansos Tunai Dipotong, Warga Depok Mengaku Diancam Dipersulit Urusannya oleh Ketua RT

Megapolitan
UI Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 untuk Mahasiswa Se-Jabodetabek

UI Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 untuk Mahasiswa Se-Jabodetabek

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
UPDATE: Depok Catat Rekor Baru Kasus Covid-19 Terbanyak dalam Sehari

UPDATE: Depok Catat Rekor Baru Kasus Covid-19 Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Capai Rp 675 Juta, Anggota Dewan: Kami Cuma Terima

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Capai Rp 675 Juta, Anggota Dewan: Kami Cuma Terima

Megapolitan
Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Tiap Tahun Data Harus Dimutakhirkan

Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Tiap Tahun Data Harus Dimutakhirkan

Megapolitan
83 Persen Tenaga Pendidik di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

83 Persen Tenaga Pendidik di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Kecelakaan di Jalan DI Panjaitan, Satu Pemotor Tewas di Tempat, Penabrak Kabur

Kecelakaan di Jalan DI Panjaitan, Satu Pemotor Tewas di Tempat, Penabrak Kabur

Megapolitan
Video Viral Aparat Kelurahan Paninggilan Utara Lakukan Pungli, Camat Ciledug Cari Pelaku

Video Viral Aparat Kelurahan Paninggilan Utara Lakukan Pungli, Camat Ciledug Cari Pelaku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X