Wali Kota Tangsel Anggap PSBB Kurang Efektif karena Sanksi Tidak Jelas

Kompas.com - 26/04/2020, 15:23 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mengatakan saat ini ada satu warganya dipantau terkait pencegahan virus corona yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Permata Pamulang. Hal tersebut dikatakan Airin saat berada di Pemkot Tangsel, Selasa (3/3/2020). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiWali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mengatakan saat ini ada satu warganya dipantau terkait pencegahan virus corona yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Permata Pamulang. Hal tersebut dikatakan Airin saat berada di Pemkot Tangsel, Selasa (3/3/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menilai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak memiliki dampak efektif menurunkan laju penularan Covid-19.

Menurut dia, selama PSBB tidak memuat sanksi yang jelas bagi pelanggar, maka PSBB tidak akan berjalan efektif.

"Apa bedanya PSBB (dengan pembatasan yang dilakukan sebelumnya), ada sanksi tapi ternyata ada kebijakan persuasif dulu," kata Airin dalam acara diskusi di akun Youtube Medcom.di, Minggu (26/4/2020).

Baca juga: Sudah Beroperasi, Rumah Lawan Covid-19 di Tangsel Isolasi 3 Pasien ODP

Itulah sebabnya, Airin menginginkan adanya sistem yang memberikan hukuman dengan tegas bagi pelanggar PSBB.

Apabila tidak ada hukuman yang jelas bagi pelanggar PSBB, maka pelanggaran akan terus meningkat karena tidak memiliki efek jera.

Dia menilai, apabila pelanggaran dibiarkan terus begitu saja, orang-orang yang tadinya disiplin akan ikut melakukan pelanggaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangan sampai enggak ada sanksi, ini akan membuat orang jenuh. Jadi yang disiplin menjadi enggak disiplin," tutur Airin.

Airin juga menilai sanksi yang ada saat ini, di Undang-undang Kesehatan No 6 tahun 2018 Pasal 93 yang memuat hukum pidana dan denda Rp 100 juta tidak cocok diterapkan.

Dia menginginkan ada sanksi tegas yang mendispilinkan masyarakat agar masyarakat tumbuh kesadaran bahwa Covid-19 hanya bisa diperangi bersama-sama.

Dia mencoba membuat sanksi dengan memberikan surat pernyataan bagi warganya yang melanggar ketentuan PSBB.

Ia berharap dengan hukuman itu bisa memberikan kesadaran bagi para pelanggarnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Malam, Warga di Sekitar Patal Senayan Mengaku Dengar Ledakan

Jumat Malam, Warga di Sekitar Patal Senayan Mengaku Dengar Ledakan

Megapolitan
Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Megapolitan
Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Megapolitan
Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Megapolitan
Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Megapolitan
Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Megapolitan
Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Megapolitan
Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Megapolitan
Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Megapolitan
Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Megapolitan
Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Megapolitan
Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.