Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kompas.com - 05/06/2020, 20:39 WIB
Turap untuk menopang tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang,  Serpong, Tangerang Selatan, jebol, Jumat (22/5/2020). dokumentasi pribadiTurap untuk menopang tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, jebol, Jumat (22/5/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan menyemprotkan bahan kimia ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, pada Jumat (5/6/2020).

Kepala Damkar Kota Tangsel Uci Sanusi mengatakan, penyemprotan bahan kimia dilakukan guna mengurangi aroma tak sedap dari sampah yang saat ini sedang dikeruk dari Sungai Cisadane setelah terjadinya longsor dua pekan lalu.

"Iya kita lakukan penyemprotan jam 14.30 WIB. Untuk jenis cairan kimia apa kurang tahu pasti, karena kita hanya perbantukan tenaga dan unit. Tapi efektif, artinya begitu disiram sampah yang kena siram itu bisa mengurangi bau," kata Uci saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Longsornya TPA Cipeucang yang Buat Bau Sampah Menyengat Sampai ke Kawasan BSD...

Uci menjelaskan, setidaknya ada empat unit mobil dengan kapasitas masing-masing 3.000 liter yang dikerahkan untuk penyemprotan.

Dalam satu unit tersebut telah dicampurkan tiga jeriken cairan kimia untuk menghilangkan bau sampah.

"Kami belum tahu sampai sejauh mana kami dibutuhkan. Jika dikatakan cukup ya kami sudahi. Tapi selama Dinas terkait membutuhkan tenaga dan unit kami siap membantu," kata Uci.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan membenarkan bahwa aroma tidak sedap yang tercium di sejumlah kawasan Serpong merupakan dampak dari longsoran sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang.

Baca juga: TPA Cipeucang Longsor, Tangsel Minta Bantuan Kabupaten Tangerang untuk Tampung Sampah

"Memang betul ada kaitannya dengan TPA Cipeucang. Saya dari Nusa Loka, dari perumahan-perumahan pada telepon ke saya, beberapa kawasan bau memang dari sore sampai malam ini," Sekretaris Dinas LH Tangerang Selatan Yepi Suherman ketika dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (31/5/2020) malam.

Menurut dia, hal itu merupakan dampak dari pengerukan sampah yang menutupi Sungai Cisadane pascalongsornya turap penahan TPA.

Pada saat proses pengangkatan ke darat, gas metana dari tumpukan sampah tersebut keluar dan tertiup ke kawasan sekitar.

"Tadi saya cek ke lapangan memang si sampah yang longsor itu kan lagi dikeruk, diangkut ke darat. Otomatis akan terus mengungkap gas metana, masih terus keluar gas metana nya," ungkapnya.

Yepi mengatakan, saat ini pihaknya sudah meminta kepala UPT Cipeucang mengganti cairan kimia yang digunakan untuk menahan bau gas metana.

Mungkin itu kurang begitu efektif untuk menghilangkan bau. Malam ini kita akan coba pakai obat, bahan kimia yang semacam beraroma karbol, jadi enggak terlalu berbau asam," kata Yepi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jakarta 5 Juli: Bertambah 256, Pasien Positif Kini Lebih dari 12.000

UPDATE Covid-19 di Jakarta 5 Juli: Bertambah 256, Pasien Positif Kini Lebih dari 12.000

Megapolitan
Pakar Sebut Warga DKI Jakarta Belum Siap Masuki Era New Normal, Ini Alasannya

Pakar Sebut Warga DKI Jakarta Belum Siap Masuki Era New Normal, Ini Alasannya

Megapolitan
Awasi Pasar, ASN DKI Harus Pastikan Masyarakat Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Awasi Pasar, ASN DKI Harus Pastikan Masyarakat Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
Fraksi PSI Kritik Pengerahan Ribuan ASN ke Pasar, Anggap Itu Kebijakan Berisiko Tinggi

Fraksi PSI Kritik Pengerahan Ribuan ASN ke Pasar, Anggap Itu Kebijakan Berisiko Tinggi

Megapolitan
Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Ujian Diukur Suhu dan Pakai Face Shield

Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Ujian Diukur Suhu dan Pakai Face Shield

Megapolitan
5.000 ASN akan Disebar untuk Memantau 151 Pasar di Jakarta

5.000 ASN akan Disebar untuk Memantau 151 Pasar di Jakarta

Megapolitan
Kawasan GBK Ramai Minggu Pagi, Pengunjung Antre untuk Olahraga

Kawasan GBK Ramai Minggu Pagi, Pengunjung Antre untuk Olahraga

Megapolitan
Tak Ada Syarat Rapit Test untuk Peserta UTBK SBMPTN 2020 di UI

Tak Ada Syarat Rapit Test untuk Peserta UTBK SBMPTN 2020 di UI

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Minta Mal Patuhi Penerapan 50 Persen Kapasitas

Wali Kota Tangerang Minta Mal Patuhi Penerapan 50 Persen Kapasitas

Megapolitan
Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Datang Dua Jam Sebelum Ujian

Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Datang Dua Jam Sebelum Ujian

Megapolitan
ASN DKI Jakarta Berusia di Bawah 50 Tahun Ditugaskan Pantau Pasar

ASN DKI Jakarta Berusia di Bawah 50 Tahun Ditugaskan Pantau Pasar

Megapolitan
Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan, Angkasa Pura II Optimalkan Slot Time hingga 30 Persen

Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan, Angkasa Pura II Optimalkan Slot Time hingga 30 Persen

Megapolitan
Suami Bacok Istri di Bekasi, Diduga Karena Cemburu

Suami Bacok Istri di Bekasi, Diduga Karena Cemburu

Megapolitan
Polisi Tak Keluarkan STTP Kegiatan Apel Siaga Ganyang Komunis

Polisi Tak Keluarkan STTP Kegiatan Apel Siaga Ganyang Komunis

Megapolitan
Prediksi Cuaca DKI Jakarta Minggu 5 Juli 2020, Berpotensi Hujan Ringan

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Minggu 5 Juli 2020, Berpotensi Hujan Ringan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X