Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Pemuda Terjerat Pinjol Pilih Merampok, Berakhir Dipenjara dengan Ancaman Hukuman 12 Tahun

Kompas.com - 28/04/2024, 09:26 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Fabian Januarius Kuwado

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi kriminalitas yang dilatarbelakangi lilitan utang di pinjaman online (pinjol) kian meresahkan masyarakat.

Dua pria berinisial ST (35) dan MS (19) nekat merampok sopir taksi online berinisial SL (32) di Perumahan Tamam Alfa Indah, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Kapolsek Kembangan Kompol Billy Gustiano Barman mengungkapkan, salah satu pelaku terjerat pinjol sampai akhirnya nekat melakukan aksi perampokan.

"Iya, memang sudah direncanakan untuk merampok driver taksi online," ucap Billy Jumat (26/4/2024). 

Baca juga: 2 Pria Rampok Taksi Online di Kembangan untuk Bayar Pinjol

Para pelaku sepakat membagi dua hasil rampokan apabila berhasil melancarkan aksinya.

"Misalnya, kalau berhasil, mobilnya akan dijual untuk kebutuhan mereka masing-masing," sambung Billy.

Modus perampokan yang dilakukan keduanya adalah dengan berpura-pura menjadi penumpang.

MS dan ST memesan taksi online milik SL dari Jalan Raya Kampung Melayu, Tangerang, menuju Petukangan, Jakarta Selatan.

Setibanya di Perumahan Taman Alfa Indah, MT meminta SL memberhentikan mobilnya dengan alasan ingin buang air kecil. 

Baca juga: Polisi Periksa Istri yang Dianiaya Suami gara-gara Tolak Pinjol

Saat mobil sudah berhenti, kedua tersangka menjerat leher SL dengan tali tambang dan meminta sopir menyerahkan mobilnya. Namun, korban sempat berontak.

"Mereka menjerat leher korban dan menusuk korban saat merampok mobil," sambung Billy.

MS kemudian menusuk SL di bagian dada dan lengan. Korban pun memilih untuk keluar dari mobil miliknya dan meminta tolong dengan sekuriti serta warga setempat.

Sekuriti dan warga setempa membantu SL. Kedua tersangka yang sudah mengambil alih mobil korban tak bisa kabur karena semua portal di komplek itu sudah ditutup.

Akibat kejahatannya itu, MS dan ST terancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan 12 tahun masa penjara. 

Baca juga: Terjerat Pinjol, Pemuda 26 Tahun Rampok Minimarket pakai Pistol Mainan

 

Usia produktif terjerat pinjol

Di Indonesia, konsumen pinjaman online tercatat tetap tinggi setiap tahunnya. Mengutip Kompas.id, selama dua tahun terakhir, penerima pinjaman online di didominasi oleh orang dengan rentang usia kurang dari 35 tahun.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Penggelapan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Penggelapan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Megapolitan
Nasib Nahas Warga di Depok, Ditusuk Tetangga Usai Menimpuk Anjing Peliharaan Pelaku dengan Batu

Nasib Nahas Warga di Depok, Ditusuk Tetangga Usai Menimpuk Anjing Peliharaan Pelaku dengan Batu

Megapolitan
Polisi Tangkap Peracik Sekaligus Pengedar Tembakau Sintetis di Depok

Polisi Tangkap Peracik Sekaligus Pengedar Tembakau Sintetis di Depok

Megapolitan
Cara Pelukis Jalanan di Blok M Melepas Penat, Berpuisi Saat Hilang Inspirasi

Cara Pelukis Jalanan di Blok M Melepas Penat, Berpuisi Saat Hilang Inspirasi

Megapolitan
Rumah Subsidi Jokowi Jauh dan Minim Angkutan Umum, Penghuni Tak Pulang Setiap Hari

Rumah Subsidi Jokowi Jauh dan Minim Angkutan Umum, Penghuni Tak Pulang Setiap Hari

Megapolitan
Musisi Virgoun Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Musisi Virgoun Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Beli Rubicon Saksi Bisu Penganiayaan oleh Mario Dandy, Pemenang Lelang: Semoga Lebih Berguna

Beli Rubicon Saksi Bisu Penganiayaan oleh Mario Dandy, Pemenang Lelang: Semoga Lebih Berguna

Megapolitan
Motornya Dijual di Facebook, Korban Begal di Citayam Datangi Rumah Pelaku

Motornya Dijual di Facebook, Korban Begal di Citayam Datangi Rumah Pelaku

Megapolitan
Remaja yang Dipukul Pakai Balok Hingga Tewas di Kalideres Sempat Dirawat di RS

Remaja yang Dipukul Pakai Balok Hingga Tewas di Kalideres Sempat Dirawat di RS

Megapolitan
Eks Pengelola Akui Kesalahan karena Tak Pernah Laporkan Penjarahan di Rusun Marunda

Eks Pengelola Akui Kesalahan karena Tak Pernah Laporkan Penjarahan di Rusun Marunda

Megapolitan
Gangguan Server PDN, Imigrasi Belum Bisa Layani Pembuatan Paspor Sehari Jadi

Gangguan Server PDN, Imigrasi Belum Bisa Layani Pembuatan Paspor Sehari Jadi

Megapolitan
Kejari Telah Serahkan Rubicon Mario Dandy kepada Pemenang Lelang

Kejari Telah Serahkan Rubicon Mario Dandy kepada Pemenang Lelang

Megapolitan
Kajari Jaksel: Hasil Lelang Rubicon Mario Dandy Akan Diserahkan Seluruhnya untuk Korban

Kajari Jaksel: Hasil Lelang Rubicon Mario Dandy Akan Diserahkan Seluruhnya untuk Korban

Megapolitan
Gara-gara Buang Air Kecil Sembarangan, Pemuda di Pondok Aren Dikeroyok Sampai Babak Belur

Gara-gara Buang Air Kecil Sembarangan, Pemuda di Pondok Aren Dikeroyok Sampai Babak Belur

Megapolitan
Pariwisata Jakarta Terus Digenjot Guna Wujudkan Kota Global

Pariwisata Jakarta Terus Digenjot Guna Wujudkan Kota Global

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com