Diskusi soal Papua Hadirkan Veronica Koman Disebut "Tak Layak", Aliansi Dosen UI Bereaksi

Kompas.com - 08/06/2020, 20:57 WIB
Universitas Indonesia ShutterstockUniversitas Indonesia

DEPOK, KOMPAS.com – Aliansi Dosen Universitas Indonesia (UI) untuk Kebebasan Akademik dan Kebebasan Berpendapat menyatakan dukungannya terhadap independensi dan kebebasan akademik.

Hal ini sehubungan dengan diskusi publik yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Sabtu (6/6/2020) lalu.

“Aliansi Dosen UI untuk Kebebasan Akademik dan Kebebasan Berpendapat mendukung independensi dan kebebasan akademik di kampus, khususnya diskusi publik pada Sabtu, 6 Juni 2020 melalui kanal YouTube BEM UI,” demikian pernyataan sikap mereka dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (8/6/2020).

Baca juga: BEM UI Gelar Diskusi soal Rasisme di Papua, UI Nilai Pembicara Tak Layak

Dalam diskusi itu, BEM UI mengundang pengacara HAM Veronica Koman dan Gustaf Kawer serta eks tahanan politik Papua yang tidak dipublikasikan namanya, membahas kesamaan dan perbedaan gerakan #Papuanlivesmatter di Indonesia dengan #BlackLivesMatter di AS.

Usai diskusi, pihak UI melalui pernyataan resminya menganggap bahwa diskusi itu “tidak direncanakan secara matang”, dan tidak menghadirkan “pembicara yang layak”, sehingga tidak “mencerminkan sikap dan pandangan UI”.

Pernyataan sikap UI akhirnya ganti ditanggapi warganet dengan tagar #shameonyouUI yang belakangan meramaikan jagat media sosial Twitter.

Baca juga: Tak Berimbang, Alasan UI Nilai Narasumber Diskusi BEM UI soal Rasisme Papua Tidak Layak

Dikonfirmasi Kompas.com pada Senin sore, Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Amelita Lusia menganggap bahwa narasumber yang didatangkan dalam diskusi tidak berimbang.

"Narasumber yang didatangkan tidak memenuhi prinsip keberimbangan (cover both side) maka UI melihat secara keseluruhan diskusi ini tidak mengundang narasumber yang layak," kata Amelita kepada Kompas.com, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Veronica Koman: Mau Bicara soal Papua Memang Sulit Setengah Mati

Sementara itu, dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Dosen UI untuk Kebebasan Akademik dan Kebebasan Berpendapat mendukung digelarnya diskusi publik tersebut sebagi bagian dari latihan akademik.

Baca juga: Polemik Diskusi soal Rasisme di Papua, UI Didesak Dukung Keragaman Berpikir

“Kami mengapresiasi BEM UI dalam menentukan topik dan kebebasan berpendapat dijamin oleh konstitusi dan kebebasan akademik civitas akademika UI,” tambah Aliansi dalam pernyataan yang sama.

Hingga berita ini ditayangkan, telah terhimpun sejumlah dosen dari beragam disiplin ilmu di UI dalam aliansi, dan nama-nama tersebut masih akan terus bertambah.

Aliansi menyatakan bahwa keberagaman pendapat merupakan hal yang "lazim dalam proses akademik, dan perlu dijaga untuk meningkatkan kualitas intelektual".

Di samping mendukung diskusi publik yang dihelat BEM UI, Aliansi juga mendorong civitas akademika UI agar “mendukung mahasiswa untuk belajar dan mencari kebenaran ilmiah”, serta "merespons perbedaan pendapat melalui forum ilmiah”.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkait Tewasnya Tahanan Narkoba Polres Tangsel, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Terkait Tewasnya Tahanan Narkoba Polres Tangsel, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Megapolitan
Polda Metro Tindak 34 Motor Saat Patroli Cegah Sahur on The Road

Polda Metro Tindak 34 Motor Saat Patroli Cegah Sahur on The Road

Megapolitan
Komnas HAM: Seminggu Sebelum Tewas, Sigit Dianiaya Tahanan Lain Polres Tangsel

Komnas HAM: Seminggu Sebelum Tewas, Sigit Dianiaya Tahanan Lain Polres Tangsel

Megapolitan
Flyover Cakung Uji Coba Perdana pada 19-21 April

Flyover Cakung Uji Coba Perdana pada 19-21 April

Megapolitan
UPDATE 17 April: 548 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri

UPDATE 17 April: 548 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Tabrakan Dua Motor di Pamulang, Seorang Pengendara Tewas

Tabrakan Dua Motor di Pamulang, Seorang Pengendara Tewas

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Megapolitan
BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

Megapolitan
Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Megapolitan
Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Megapolitan
Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Megapolitan
Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Megapolitan
Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X