Tenaga Medis Penyintas Covid-19 di Tangsel: Pasien Tak Jujur Jadi Pemicu Penularan

Kompas.com - 25/06/2020, 13:21 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona Shutterstock/Anton27Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Tenaga medis menjadi salah satu profesi yang paling rentan terpapar penyakit infeksi saluran pernapasan Covid-19.

Salah satunya disebabkan ketidakjujuran pasien, dalam menyampaikan keluhannya saat berobat. Perkara ini dianggap menjadi pemicu besarnya penularan Covid-19 terhadap tenaga medis.

Seperti yang dialami Teguh, misalnya. Tenaga medis di salah satu Puskesmas kawasan Tangerang Selatan yang terpapar Covid-19 karena diduga akibat ketidakjujuran pasien menyampaikan keluhannya saat berobat di fasilitas kesehatan.

Baca juga: Hasil Tes Swab Telat hingga Banyak Orang Jadi ODP, Tenaga Medis Dimaki Warga

Teguh sendiri mengaku baru mengetahui dirinya positif Covid-19 setelah melakukan rangkaian pemeriksaan kesehatan mulai rapid test hingga swab pada 13 Mei 2020 lalu.

"Kemungkinan bisa itu, Rata-rata pasien itu memberikan keluhan berbeda dengan yang dirasakan. Seperti mengalami sesak napas misalnya, tapi dia bilangnya tidak," kata Teguh saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Besar kemungkinan, kata Teguh, pasien yang mengalami gejala Covid-19 yang berbohong karena ketakutan ditolak untuk berobat di Puskesmas.

"Mungkin, kata saya nih dia sudah kepikiran dari rumah takut ditolak dari Puskesmas, gitu," ucapnya.

Meski tidak merasakan gejala yang mengarah penyakit Covid-19, Teguh tetap menjalani masa karantina di Rumah Lawan Covid-19, selama dua pekan.

Baca juga: Seorang Tenaga Medis yang Dinyatakan Positif Tularkan Covid-19 ke 14 Keluarganya

Dia diisolasi bersama dua petugas kesehatan yang merupakan juru masak dan office boy di Puskesmas itu.

"Kami bertiga tidak ada gejala ya. Sehat saja, tidak ada gejala apa-apa. Tahu-tahu kami dikabarkan hasil swab positif. Shocked juga sih sebenarnya, tapi risiko pekerjaan," paparnya.

Namun, kejadian yang dialami Teguh ini menjadi pelajaran dalam menangani pasien yang datang untuk berobat ke Puskesmas. Salah satunya soal kebersihan dan alat pelindung diri (APD) yang lebih baik.

"Sama pasien juga harus jujur, karena kalau dia bilang yang sebenarnya kan penanganannya beda," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X