Pelaku Pencabulan 4 Anak di Tangsel Iming-imingi Korban Main Gim

Kompas.com - 03/07/2020, 16:48 WIB
Ilustrasi Pencabulan KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Pencabulan
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Polres Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa tersangka pencabulan empat anak di bawah umur di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, melancarkan aksinya dengan mengiming-imingi korban bermain gim.

Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang Selatan AKP Muharam Wibisono menjelaskan bahwa pelaku berinisial S awalnya mengajak korban untuk datang ke indekosnya dengan dalih bermain gim.

Kemudian, di indekos tersebut tersangka S merayu korbannya dan melancarkan aksi cabul.

"Kalau dari keterangan awal memang hanya mengajak ke kos-kosannya untuk main gim. Diiming-imingi main gim, kemudian di situlah terjadi tindak pidananya pelecehan ini," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2020).

Baca juga: Polisi Tangkap Sekuriti yang Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang

Menurut Wibisono, pelaku sudah melakukan aksi pencabulan terhadap empat anak di bawah umur yang tinggal di lingkungan tempat tinggalnya.

Namun, dia belum bisa menjelaskan seperti apa bentuk pencabulan yang dilakukan oleh pelaku terhadap para korbannya.

"Pengakuan dari pelaku, dia melakukan tindakan ini terhadap empat korban dan korban baru divisum. Kita menunggu hasil visum," ungkap Wibisono.

Sebelumnya, empat anak di wilayah Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oknum sekuriti.

Kanit Reskrim Polsek Pagedangan Ipda Margana menjelaskan, keempat korban tersebut berjenis kelamin laki-laki dan merupakan anak di bawah umur dengan usia rata-rata 11 hingga 14 tahun.

"Yang jelas sementara ini empat orang yang dibuat laporan. Cuma informasinya ada yang bilang lebih dari empat orang," ungkapnya.

Aksi pelaku diketahui setelah salah satu orangtua korban yang curiga ketika menemukan anaknya bermain di dalam tempat tinggal pelaku.

Para orangtua kemudian memanggil RT/RW setempat dan mendatangi tempat tinggal tersangka dan meminta penjelasannya.

Setelah mengetahui perbuatan pelaku, warga setempat langsung membawa tersangka dan menyerahkannya ke Polsek Pagedangan.

Saat ini, kata Margana, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Tangsel.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Polisi Tangkap Terduga Penguras ATM di Poris Indah

Megapolitan
Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Kuasa Hukum: John Kei Tak Ada di Lokasi Pembunuhan Anak Buah Nus Kei

Megapolitan
Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Jakarta Masuki Periode Puncak Penambahan Kasus Covid-19 Efek Libur Panjang

Megapolitan
Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

Pengguna Layanan Hotline Isolasi PMI Meningkat Seiring Naiknya Kasus Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

Pemkot Bekasi Gandeng 2 BUMN untuk Atasi Kelangkaan Daging Sapi

Megapolitan
Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

Layanan Konsultasi untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Bisa Hubungi Nomor Ini!

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

Pedagang Daging Sapi Mogok, Pemprov DKI Minta Masyarakat Pilih Sumber Protein Alternatif

Megapolitan
Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

Kuasa Hukum: Uang yang Diberikan John Kei ke Anak Buah Bukan untuk Bunuh Nus Kei

Megapolitan
Pedagang Daging Mogok, Operasi Pasar Digelar Besok Pagi di Kramat Jati

Pedagang Daging Mogok, Operasi Pasar Digelar Besok Pagi di Kramat Jati

Megapolitan
ART Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap karena Ditinggal Kekasih

ART Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap karena Ditinggal Kekasih

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pastikan RPH Tetap Buka dan Akan Antisipasi Kelangkaan Daging

Pemkot Bekasi Pastikan RPH Tetap Buka dan Akan Antisipasi Kelangkaan Daging

Megapolitan
Mal Grand Indonesia Gunakan Sketsa Tanpa Izin, Ini Sejarah di Balik Tugu Selamat Datang

Mal Grand Indonesia Gunakan Sketsa Tanpa Izin, Ini Sejarah di Balik Tugu Selamat Datang

Megapolitan
Kecewa terhadap Pemerintah, Pedagang Daging: Enggak Usah Mogok, Enggak Didengerin!

Kecewa terhadap Pemerintah, Pedagang Daging: Enggak Usah Mogok, Enggak Didengerin!

Megapolitan
Kuasa Hukum Nilai Dakwaan terhadap John Kei Tak Masuk Akal

Kuasa Hukum Nilai Dakwaan terhadap John Kei Tak Masuk Akal

Megapolitan
Dilantik Jadi Sekda, Marullah Juga Rangkap Jadi Plt Wali Kota Jakarta Selatan

Dilantik Jadi Sekda, Marullah Juga Rangkap Jadi Plt Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X