SDA Jakpus Keruk Kanal Banjir Barat Antisipasi Musim Hujan

Kompas.com - 28/08/2020, 16:05 WIB
Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan pengerukan endapan lumpur di Kali Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Dinas SDA Jakarta mengajukan anggaran Rp5 triliun ke Pemprov DKI untuk penanggulangan banjir. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/focPetugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan pengerukan endapan lumpur di Kali Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Dinas SDA Jakarta mengajukan anggaran Rp5 triliun ke Pemprov DKI untuk penanggulangan banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat melakukan pengerukan di Kanal Banjir Barat sepanjang tiga kilometer untuk mengantisipasi luapan air pada musim hujan mendatang dari sungai-sungai yang dekat dengan permukiman warga.

Saluran Kanal Banjir Barat yang dikeruk oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat itu dimulai dari titik Pintu Air Karet hingga Jembatan Roxy.

"Ini program bersama dengan wilayah lain. Namanya 'Gerebek Lumpur', seminggu kemarin sudah dilakukan di wilayah utara, untuk di Jakarta Pusat pengerukan mulai dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini kita sedang sosialisasi ke warga sekitar," ujar Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Pusat Saiful saat ditemui di Gedung Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2020), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Anies: Kita Kaget Seakan Banjir Pertama Padahal Sudah Puluhan Tahun

Saiful menyebutkan pihaknya akan menurunkan lima buah alat berat berjenis amphibi untuk mengeruk saluran Kanal Banjir Barat dengan rata-rata kedalaman tiga meter.

"Selain amphibi, kita turunkan juga 10 truk untuk mengangkat lumpur ke tempat penampungan lumpur dan 50 petugas setiap harinya," kata Saiful.

Sama seperti pengerukan-pengerukan di saluran kali di wilayah Jakarta Pusat lainnya, padatnya penduduk yang bermukim di bantaran kali dekat saluran Kanal Banjir Barat menjadi tantangan bagi SDA Jakarta Pusat menyelesaikan pengerukan itu.

Baca juga: Dulu Gunakan Toa untuk Peringatan Dini Banjir, Anies: Kenapa Kita Pakai Alat Ini?

"Akses untuk kendaraan-kendaraan kita memang sulit karena jalurnya sempit, banyak juga kan rumah-rumah di bantaran kali itu. Nah jadi nanti lumpur-lumpur itu diambil di satu titik, itu di Jalan Inspeksi," kata Saiful.

Secara keseluruhan program "Gerebek Lumpur" itu direncanakan rampung pada akhir Desember 2020.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teladan Toleransi dari Pinggir Kota Jakarta...

Teladan Toleransi dari Pinggir Kota Jakarta...

Megapolitan
IDI Jakarta: RS Rujukan Covid-19 Penuh, Kalau Berlangsung Lama, Tenaga Medis Capek

IDI Jakarta: RS Rujukan Covid-19 Penuh, Kalau Berlangsung Lama, Tenaga Medis Capek

Megapolitan
Dua Pekan PSBB Transisi: Anies-Ariza Positif Covid-19 hingga Tingginya Kasus Aktif

Dua Pekan PSBB Transisi: Anies-Ariza Positif Covid-19 hingga Tingginya Kasus Aktif

Megapolitan
3 Pencuri Sepeda Motor di Kalideres Ditangkap, 2 Orang Ditembak karena Melawan

3 Pencuri Sepeda Motor di Kalideres Ditangkap, 2 Orang Ditembak karena Melawan

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Iyut Bing Slamet, Syok Ditangkap Polisi hingga Kemungkinan Rehabilitasi

Fakta Kasus Narkoba Iyut Bing Slamet, Syok Ditangkap Polisi hingga Kemungkinan Rehabilitasi

Megapolitan
Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Megapolitan
PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

Megapolitan
Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Megapolitan
Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Megapolitan
2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Megapolitan
Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Megapolitan
Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X