Polisi Sebut Penyelenggara Pesta Seks Sejenis di Jaksel Belajar Langsung ke Thailand

Kompas.com - 02/09/2020, 21:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggara pesta seks sesama jenis yang digerebek polisi di salah satu apartemen kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2020), disebut mempelajari pesta gay dari luar negeri sebelum mengadakannya di Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka dengan inisial TRF selaku otak pesta seks sesama jenis di apartemen kawasan Kuningan mengaku mempelajari pesta gay di Thailand.

"Hasil keterangan awal tersangka TRF ini bahwa memang yang bersangkutan pernah belajar di Thailand," ujar Yusri saat rilis yang disiarkan secara daring, Rabu (2/9/2020).

Dari pengalamannya di Thailand, TRF kemudian membentuk komunitas pria penyuka sesama jenis di Indonesia pada Februari 2018, lalu.

"Dari sana, inilah yang kemudian dipraktikkan. Berjalan sejak tahun 2018 lalu," kata Yusri.

Baca juga: Polisi Tangkap 56 Pria yang Gelar Pesta Seks Sesama Jenis di Apartemen Jaksel

Selama menggelar pesta seks sesama jenis, TRF membuat berbagai persyaratan dan aturan. Tersangka membuat sebuah gelang untuk para pesertanya.

Sebelumnya, polisi menggerebek pesta seks sesama jenis. Dalam penggerebekan, polisi menangkap 56 orang pria yang terlibat dalam pesta tersebut.

Penggerebekan dan penangkapan 56 pria itu bermula adanya informasi mengenai pesta seks sesama jenis di salah satu apatemen di Kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (28/8/2020) malam.

Polisi yang mendapatkan informasi itu langsung melakukan penyelidikan dan melakukan penggerebekan di salah satu kamar apartemen yang disewa oleh kelompok penyuka sesama jenis itu.

Baca juga: Penyelenggara Pesta Seks Sejenis di Apartemen Sudah 6 Kali Bikin Acara Serupa

Dalam pesta tersebut mereka melakukan permainan-permainan seksual yang perlengkapannya telah disiapkan.

Dari penangkapan 56 pria itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 150 gelang tanda peserta, alat kontrasepsi, buku tamu, pakaian, harddisk dan bukti transfer uang.

Para tersangka dikenakan Pasal 296 KUHP, Pasal 33 Jo Pasal 7, dan Pasal 36 Jo Pasal 10 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang sengaja atau memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Truk Rekayasa Perampokan terhadap Dirinya, Polisi Buru Rekan Pelaku yang Bawa Kabur 25 Ton Gula

Sopir Truk Rekayasa Perampokan terhadap Dirinya, Polisi Buru Rekan Pelaku yang Bawa Kabur 25 Ton Gula

Megapolitan
Sopir Truk yang Rekayasa Perampokan di Tol Cikupa Ternyata Gelapkan 25 Ton Gula Pasir

Sopir Truk yang Rekayasa Perampokan di Tol Cikupa Ternyata Gelapkan 25 Ton Gula Pasir

Megapolitan
Awal Mula Kecurigaan Sandiwara Sopir Truk yang Dirampok, Menghilang Saat Diperiksa

Awal Mula Kecurigaan Sandiwara Sopir Truk yang Dirampok, Menghilang Saat Diperiksa

Megapolitan
UPDATE 6 Juli: Tambah 136 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 1.250 Pasien Dirawat

UPDATE 6 Juli: Tambah 136 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 1.250 Pasien Dirawat

Megapolitan
Status PPKM Berubah dalam Sehari, Epidemiolog Kritik Kebijakan Penanganan Covid-19 yang Tak Konsisten

Status PPKM Berubah dalam Sehari, Epidemiolog Kritik Kebijakan Penanganan Covid-19 yang Tak Konsisten

Megapolitan
Fakta-fakta Pembongkaran Makam Perempuan yang Tewas Dicekik dan Dibuang Pacar untuk Otopsi...

Fakta-fakta Pembongkaran Makam Perempuan yang Tewas Dicekik dan Dibuang Pacar untuk Otopsi...

Megapolitan
Pemancing yang Hilang di Tarumajaya Ditemukan di Pinggir Pantai dalam Keadaan Tak Bernyawa

Pemancing yang Hilang di Tarumajaya Ditemukan di Pinggir Pantai dalam Keadaan Tak Bernyawa

Megapolitan
Uji Emisi Gratis Digelar di Sekitar Taman Cattleya Kemanggisan Hari Ini

Uji Emisi Gratis Digelar di Sekitar Taman Cattleya Kemanggisan Hari Ini

Megapolitan
Curahan Hati Mantan Guru Honorer SMK Swasta di Serpong, Pencairan Gaji Masih Mandek

Curahan Hati Mantan Guru Honorer SMK Swasta di Serpong, Pencairan Gaji Masih Mandek

Megapolitan
Seribu Upaya Melepas Jerat Narkoba di Kampung Boncos...

Seribu Upaya Melepas Jerat Narkoba di Kampung Boncos...

Megapolitan
Mati Satu Tumbuh Seribu, Penggerebekan Narkoba Kampung Boncos Terus Berulang dan Ragam Kode Pengecoh Polisi

Mati Satu Tumbuh Seribu, Penggerebekan Narkoba Kampung Boncos Terus Berulang dan Ragam Kode Pengecoh Polisi

Megapolitan
Saat Kapolda Metro Jaya Naik Pitam karena Parkir Liar yang Timbulkan Kemacetan, 'Langsung Derek!'

Saat Kapolda Metro Jaya Naik Pitam karena Parkir Liar yang Timbulkan Kemacetan, "Langsung Derek!"

Megapolitan
Cegah Kecelakaan, Alat Pemantau Perilaku Pramudi Dipasang di Bus Transjakarta

Cegah Kecelakaan, Alat Pemantau Perilaku Pramudi Dipasang di Bus Transjakarta

Megapolitan
UPDATE 6 Juli 2022: Ada 79 Kasus Covid-19 Baru di Tangerang, Pasien Dirawat Bertambah 55

UPDATE 6 Juli 2022: Ada 79 Kasus Covid-19 Baru di Tangerang, Pasien Dirawat Bertambah 55

Megapolitan
Babak Baru Kasus Pembuangan Bayi ke Pinggir Kali Ciliwung, Pelaku Akan Dinikahkan di Polsek Jaktim

Babak Baru Kasus Pembuangan Bayi ke Pinggir Kali Ciliwung, Pelaku Akan Dinikahkan di Polsek Jaktim

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.