Beri Penghormatan Terakhir untuk Jakob Oetama, Ketua Dewan Pers: Siapa Penerus Sekelas Beliau?

Kompas.com - 09/09/2020, 22:01 WIB
Pemimpin Umum Kompas, Jakob Oetama, menyampaikan pidato sambutan dalam Syukuran Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2012). Syukuran Kompas Gramedia dimeriahkan penampilan reuni Srimulat dengan beberapa personil Srimulat seperti Tarzan, Mamiek, Nunung, Polo, Kadir, Tessy, Gogon,  dan Jujuk. RADITYA HELABUMIPemimpin Umum Kompas, Jakob Oetama, menyampaikan pidato sambutan dalam Syukuran Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2012). Syukuran Kompas Gramedia dimeriahkan penampilan reuni Srimulat dengan beberapa personil Srimulat seperti Tarzan, Mamiek, Nunung, Polo, Kadir, Tessy, Gogon, dan Jujuk.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menyampaikan ungkapan duka cita kepada wartawan senior Jakob Oetama yang meninggal, Rabu (9/9/2020).

Ungkapan duka tersebut disampaikan langsung ketika melayat di Gedung Kompas Gramedia, Rabu (9/9/2020) sekitar pukul 21.30 WIB.

Ia mengatakan, belum ada sosok yang bisa menggantikan Jakob Oetama.

"Saya masih kepikiran siapa penerusnya sekelas beliau. Saya belum ketemu. Siapa coba yang bisa sekelas beliau pemikirannya," kata Nuh.

Ia menyampaikan rasa duka cita mendalam dari Dewan Pers atas kepergian Jakob Oetama.

Baca juga: Raja Sapta Oktohari: Indonesia Berduka Kehilangan Tokoh Pers Nasional Jakob Oetama

Ia menyebut bahwa Jakob Oetama merupakan tokoh pers dan tokoh masyarakat.

Dia pun mengenang pertemuan pertamanya dengan Jakob Oetama pada tahun 2007 di Kominfo.

"Tahun 2007 saya ketemu beliau pertama kali, berdiskusi dengan beliau. Salah satu gagasan waktu itu di Kominfo adalah soal digital televisi," terangnya.

Pertemuan kedua mereka ketika Nuh menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kala itu, cerita dia, ada diskusi panjang yang menyangkut pendidikan berkarakter.

Baca juga: Pelayat yang Hendak Beri Penghormatan Terakhir kepada Jakob Oetama Dicek Suhu Tubuh

"Diskusi panjang menyangkut pendidikan berkarakter dan dengan memanfaatkan digital," imbuhnya.

Setelah pertemuan itu, kata dia, munculah Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Bagi dia, pertemuan pertemuan itu meninggalkan kesan khusus.

Menurutnya, mendiang Jakob Oetama merupakan orang yang jernih, cerdas, dan sangat santun.

"Menghormati siapa saja. Saya yang masih relatif lebih muda, beliau mendengarkan dengan baik. Saya kehilangan, Beliau orang luar biasa," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Pria Ditemukan Tergeletak di Trotoar di Pesanggrahan

Jenazah Pria Ditemukan Tergeletak di Trotoar di Pesanggrahan

Megapolitan
Dishub: Belum Ada Layanan dan Izin Operasi Taksi Udara di Tangsel

Dishub: Belum Ada Layanan dan Izin Operasi Taksi Udara di Tangsel

Megapolitan
Virus Corona Baru yang Masuk Lewat Soetta Lebih Menular dan Mematikan

Virus Corona Baru yang Masuk Lewat Soetta Lebih Menular dan Mematikan

Megapolitan
1.000 Pengemudi Transportasi Umum di Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini

1.000 Pengemudi Transportasi Umum di Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Rencana KBM Tatap Muka di Tangsel, PAUD dan TK Dibuka Paling Akhir

Rencana KBM Tatap Muka di Tangsel, PAUD dan TK Dibuka Paling Akhir

Megapolitan
Untuk Pertama Kalinya, Jakarta Keluar dari Zona Merah Covid-19, Benarkah Corona Sudah Terkendali?

Untuk Pertama Kalinya, Jakarta Keluar dari Zona Merah Covid-19, Benarkah Corona Sudah Terkendali?

Megapolitan
Dishub Tegaskan Belum Ada Izin Taksi Udara di Depok

Dishub Tegaskan Belum Ada Izin Taksi Udara di Depok

Megapolitan
Masyarakat Diminta Waspada akan Varian Baru Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Masyarakat Diminta Waspada akan Varian Baru Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
Tilang Elektronik Akan Diterapkan di Bekasi

Tilang Elektronik Akan Diterapkan di Bekasi

Megapolitan
Lansia yang Divaksinasi Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Harus Punya KTP Jakarta Timur

Lansia yang Divaksinasi Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Harus Punya KTP Jakarta Timur

Megapolitan
UPDATE 4 Maret: Kapasitas RSD Covid-19 Wisma Atlet Terisi 74,4 Persen

UPDATE 4 Maret: Kapasitas RSD Covid-19 Wisma Atlet Terisi 74,4 Persen

Megapolitan
Di Balik Ditiadakannya Ganjil Genap Kota Bogor: Kasus Covid-19 Menurun, Hotel Rugi Miliaran Rupiah

Di Balik Ditiadakannya Ganjil Genap Kota Bogor: Kasus Covid-19 Menurun, Hotel Rugi Miliaran Rupiah

Megapolitan
Lansia Bisa Datang Langsung ke Lokasi Vaksinasi di RSUD Pasar Rebo meski Belum Dapat Notifikasi

Lansia Bisa Datang Langsung ke Lokasi Vaksinasi di RSUD Pasar Rebo meski Belum Dapat Notifikasi

Megapolitan
Pemkot Tangsel Siap Gelar KBM Tatap Muka jika Target Vaksinasi Guru Tercapai

Pemkot Tangsel Siap Gelar KBM Tatap Muka jika Target Vaksinasi Guru Tercapai

Megapolitan
Pengusaha Bioskop: Dampak Pandemi Covid-19 Paling Berat, Krisis Tahun 98 Tak Separah Ini

Pengusaha Bioskop: Dampak Pandemi Covid-19 Paling Berat, Krisis Tahun 98 Tak Separah Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X