Kebakaran di Pasar Baru Bekasi, Api Merambat ke Toko-toko

Kompas.com - 15/09/2020, 08:35 WIB
Pasar Baru Bekasi Jalan Ir H Juanda RT 003 RW 001, Duren Jaya, Bekasi Timur terbakar Senin (14/9/2020) malam Dokumen Damkar Bekasi Pasar Baru Bekasi Jalan Ir H Juanda RT 003 RW 001, Duren Jaya, Bekasi Timur terbakar Senin (14/9/2020) malam
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Kebakaran terjadi di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir H Juanda RT 003 RW 001, Duren Jaya, Bekasi Timur, Senin (14/9/2020) malam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng menyampaikan kebakaran itu terjadi pukul 21.30 WIB. Api baru bisa dipadamkan setelah empat jam.

“Kami tiba di tempat kejadi pukul 21.53 WIB, selesai penanganan kebakaran tersebut terjadi pukul 01.16 WIB,” ujar Aceng melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2020).

Untuk memadamkan api tersebut, pihak Damkar mengerahkan 22 armada.

“Ada 11 unit gajah mada, 5 unit mobil dari markas komando, 2 unit mobil dari Medan Satria, 1 unit mobil dari Jati Sampurna, 1 unit mobil dari Wisma Asri, dan 1 unit mobil dari Rawalumbu,” kata Aceng.

Baca juga: Polisi: Rombongan Pesepeda Mengaku Tidak Tahu Masuk Tol Jagorawi

Aceng mengatakan, kebakaran pasar itu terjadi dari salah satu blok toko yang kemudian merambat ke toko lainnya.

Namun, tak disebutkan secara detail ada berapa toko di Pasar Baru yang hangus terbakar.

“Berasal dari salah satu blok toko, sampai merambat ke toko yang lainnya,” kata Aceng.

Aceng mengatakan pihaknya masih menyelidiki apa penyebab kebakaran pasar tersebut. Untungnya tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Namun, dari kebakaran tersebut ditaksir kerugian capai Rp 500 juta.

“Luas yang terbakar 500 meter persegi dari total luas area 5.000 meter persegi,” tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei

Megapolitan
Pemkot Tertibkan Permukiman Liar di Sekitar Tumpukan Sampah di Bekasi Barat

Pemkot Tertibkan Permukiman Liar di Sekitar Tumpukan Sampah di Bekasi Barat

Megapolitan
Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Tangerang Tambah Tempat Pengungsian

Megapolitan
Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Megapolitan
KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Megapolitan
Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

Megapolitan
Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Megapolitan
Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Megapolitan
Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Megapolitan
Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X