Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Bekasi Bubarkan Diri, Polisi Sebut Situasi Kondusif

Kompas.com - 08/10/2020, 20:25 WIB
Kondisi ricuh di  kawasan Unisma, Jalan Chairil Anwar, Bekasi, Kamis (7/10/2020). Dokumen Adhika, salah satu pelintas di kawasan Unisma, Jalan Chairil Anwar, BekaiKondisi ricuh di kawasan Unisma, Jalan Chairil Anwar, Bekasi, Kamis (7/10/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, massa aksi unjuk rasa tolak pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja telah membubarkan diri.

Sebagai informasi, massa aksi unjuk rasa awalnya terkonsentrasi di berbagai titik wilayah Bekasi seperti di sekitar Pemkot Bekasi, DPRD Kota Bekasi, dan Unisma.

"Dalam pelaksanaan bisa kita dorong dan mereka sudah membubarkan diri. Secara umun situasi saat ini aman terkendali," ujar Wijonarko saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2020) ini.

Wijonarko mengaku pihaknya sempat kesulitan meminta massa membubarkan diri.

Pasalnya, usai aksi unjuk rasa di Pemkot dan DPRD usai, massa malah berpindah ke kawasan Unisma.

Baca juga: Unjuk Rasa di Unisma Bekasi Ricuh, Massa Lempar Batu dan Blokade Jalan

"Namun, kenyatannya menjelang maghrib mereka tidak membubarkan diri. Akhirnya kami mendorong mereka dengan kekuatan personel baik itu rekan kepolisian Polda Sumatera Utara, Sumatera Barart, rekan TNI 202. Dalam pelaksanaan bisa kita dorong dan mereka sudah membubarkan diri," kata dia.

Sejauh pemantauannya, tak ada alat-alat vital Pemkot yang rusak parah di Kota Bekasi.

Bahkan mobil Wijonarko yang sempat kena lemparan batu massa juga hanya lecet.

"Kemudian untuk kerusakan tidak ada yang menonjol , kita segera perbaiki, mudah-mudahan ini tetap terkendali," kata dia

Ia memastikan kini masyarakat sudah bisa beraktivitas kembali. Sebab situasi kini telah aman.

Sebagai informasi, sebelumnya massa unjuk rasa aksi di Kantor Pemkot, Kantor DPRD, dan Unisma.

Akibat aksi tersebut terjadi penutupan jalan di berbagai titik wilayah Bekasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas

Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas

Megapolitan
Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Megapolitan
Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Megapolitan
UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Megapolitan
Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Megapolitan
Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Megapolitan
3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Megapolitan
Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Megapolitan
Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Megapolitan
Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Megapolitan
Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X