Musim Hujan Datang, Ridwan Kamil Minta Pemkot Depok Ngebut Antisipasi Banjir

Kompas.com - 13/10/2020, 17:23 WIB
Usai Rapat Koordinasi di Mapolda Jabar, Senin (12/10/2020), di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut untuk pertama kalinya zona merah di Jabar hanya tiga daerah, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kuningan, sementara Jabodetabek membaik dan tidak ada zona merah. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIUsai Rapat Koordinasi di Mapolda Jabar, Senin (12/10/2020), di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut untuk pertama kalinya zona merah di Jabar hanya tiga daerah, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kuningan, sementara Jabodetabek membaik dan tidak ada zona merah.

DEPOK, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendesak agar Pemerintah Kota Depok melakukan beberapa pekerjaan umum guna menekan peluang terjadinya banjir.

Sebab, musim hujan sudah di depan mata.

Apalagi, dalam sebulan terakhir, sudah beberapa kali Depok direndam banjir begitu hujan deras mengguyur.

Gubernur meminta agar persoalan koordinasi dan kewenangan antarlembaga tak menjadi penghambat mitigasi banjir yang harus dilakukan segera.

Baca juga: Ridwan Kami Pantau Titik Banjir di Depok Naik Motor

"Saya sudah instruksikan kepada Pjs Wali Kota Depok untuk dihitung saja. Kalau ternyata solusinya pelebaran, pengerukan, dan lain-lain, segera lakukan, hitungan hari. Satu-dua hari lewat lalu hujan datang, banjir, kasihan warga," ungkap pria yang akrab disapa Emil kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

"Untuk jangka pendek, sudah saya perintahkan agar dikerjakan saja. Kalau masih bicara kewenangan, nanti panjang lagi keburu hujan lagi," ujarnya.

Eks Wali Kota Bandung itu menilai, ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan terkait infrastruktur pengendalian banjir di Depok, seperti gorong-gorong hingga setu.

Menghadapi musim hujan, infrastruktur-infrastruktur itu perlu kembali dioptimalkan agar dapat menampung air dalam volume maksimal.

Ia mengaku siap untuk bantu memasok peralatan yang dibutuhkan guna mempercepat pekerjaan-pekerjaan tersebut.

"Ada penyempitan di ujung, itu teori sederhana. Air tidak bisa dibohongi, mau gimana juga, kalau dia dicintai, juga balik mencintai. Kalau dibungkam, airnya marah. Nah kira-kira ada penyempitan di sana," tambah Emil.

"Saya carikan alat yang secara mekanis untuk angkut sampah, mengebor, mungkin ada di Pindad Bandung. Nanti saya hibahkan kalau alatnya ada," lanjutnya.

Hari ini adalah ketiga Ridwan Kamil berkantor di Kota Depok, yang dijadwalkan rutin seminggu sekali.

Selain memantau penanganan Covid-19 seperti 2 minggu terakhir, Emil juga berniat memantau mitigasi banjir serta situasi di Depok yang tengah menghadapi Pilkada pada 9 Desember nanti di tengah pandemi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Megapolitan
Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Megapolitan
Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Megapolitan
Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Megapolitan
UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X