Kompas.com - 22/10/2020, 18:59 WIB
Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaKepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

DEPOK, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengkhawatirkan dampak libur panjang atau long weekend pekan depan terhadap lonjakan kasus pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Hal itu sehubungan dengan tingginya arus perjalanan warga untuk berlibur ke Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Emil itu berujar, dampak pergerakan warga mungkin akan terlihat sekitar 14 hari setelah long weekend.

"Hasil sejarah yang lalu, pengaruhnya besar sekali waktu long weekend Idul Adha," ucap Emil kepada wartawan dalam lawatannya ke Depok untuk memantau simulasi vaksinasi Covid-19, Kamis (22/10/2020).

"Jadi saya lagi khawatir karena long weekend Idul Adha memberi dampak. Jangan-jangan nanti ada dampak juga di 14 hari setelah (long weekend pekan depan)," sambungnya.

Baca juga: Minggu Depan Long Weekend, Ridwan Kamil Minta Warga Jakarta Tak Liburan ke Puncak

Eks Wali Kota Bandung itu mengatakan, pihaknya akan memberlakukan kapasitas maksimal sekitar 50 persen pada berbagai destinasi-destinasi wisata yang ada di Jawa Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ia mengklaim bahwa destinasi-destinasi wisata akan dipastikan mampu mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan guna menekan penularan Covid-19.

"Jadi petugas akan saya tegaskan, kalau nanti ketahuan jatahnya 50 persen ternyata berlebih juga, akan diberikan sanksi juga," katanya.

"Sisanya kalau yang terpaksa kalau harus pergi, tetap 3M dilaksanakan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Apakah berhasil? Ketahuannya baru dua minggu setelah long weekend itu," lanjut Emil.

Baca juga: Penjelasan Dirut RSUD Cengkareng Insiden Massa Jemput Paksa Pasien Positif Covid-19

Ia mengimbau warga DKI Jakarta agar tak perlu liburan ke kawasan Puncak dan Cianjur pada long weekend pekan depan, mengingat situasi masih pandemi.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Megapolitan
Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Megapolitan
Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Megapolitan
Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.