RS Polri Tunggu Instruksi Penyidik untuk Pulangkan Jenazah Cai Changpan

Kompas.com - 23/10/2020, 18:12 WIB
Jenazah Cai Changpan saat dibawa masuk ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/10/2020). TribunJakarta/Bima PutraJenazah Cai Changpan saat dibawa masuk ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Arif Wahyono mengatakan, hingga saat ini timnya menunggu instruksi penyidik Polda Metro Jaya untuk memulangkan jenazah napi Lapas Kelas I Tangerang, Cai Changpan.

Arif mengatakan, timnya tidak bisa memberikan jenazah tersebut ke keluarga lantaran masih dalam wewenang penyidik.

“Masih menungu instruksi penyidik. Walaupun ada permintaan dari keluarga tetap harus nunggu penyidik,” kata dia saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Fakta-fakta Pelarian Cai Changpan, Sebulan Hidup di Hutan hingga Berakhir Bunuh Diri

Arif mengemukakan, untuk sementara jenazah Cai Changpan belum diotopsi lagi. Terakhir tim forensik melakukan pemeriksaan jaringan bagian leher, tepatnya di bagian luka jeratan tali. Pemeriksaan itu dilakukan guna mengetahui waktu tepatnya Cai Changpan tewas.

“Untuk hasil pemeriksaan leher belum keluar, masih kami tunggu,” kata dia.

Cai Changpan yang merupakan terpidana mati kasus narkoba diketahui kabur dari Lapas Tangerang pada 14 September 2020. Dia kabur dengan cara membuat lubang dari selnya lapas ke jaringan gorong-gorong.

Setelah satu bulan buron, Changpan ditemukan tewas di tempat pembakaran ban di kawasan Jasinga, Bogor, Jawa Barat, pada 17 Oktober ini.

Polisi menduga, Chanpan yang merupakan warga negara China itu, bunuh diri.

"Kami temukan yang bersangkutan dalam keadaan bunuh diri," ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, saat itu.

Pihak kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan saksi untuk mendalami peristiwa tewasnya Changpan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 Sejak Awal Tahun

Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 Sejak Awal Tahun

Megapolitan
Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu-sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu-sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Megapolitan
Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

Megapolitan
Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Megapolitan
Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Megapolitan
Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Megapolitan
Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Megapolitan
Mulai Hari Ini Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang

Mulai Hari Ini Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang

Megapolitan
Depok Catat 4.792 Pasien Covid-19 Masih Dirawat atau Diisolasi

Depok Catat 4.792 Pasien Covid-19 Masih Dirawat atau Diisolasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X