Kompas.com - 23/11/2020, 19:19 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dokter yang telah merawat dirinya di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat. Ucapan terima kasih itu disampaikan dalam video yang diunggah di akun Instgramnya, Sabtu (18/4/2020). Bima sembuh dari dari Covid-19 setelah dirawat selama beberapa hari. InstagramWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dokter yang telah merawat dirinya di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat. Ucapan terima kasih itu disampaikan dalam video yang diunggah di akun Instgramnya, Sabtu (18/4/2020). Bima sembuh dari dari Covid-19 setelah dirawat selama beberapa hari.

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta setiap tenaga pengajar di sekolah melakukan tes usap (swab test).

Bima mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan para tenaga pendidik sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka direncanakan diselenggarakan 11 Januari 2021.

Bima berujar, faktor kesehatan dan keselamatan para peserta didik dan tenaga pengajar menjadi prioritas dalam KBM tatap muka.

"Tentu apabila vaksin sudah bisa dijalankan, semua tenaga pendidik akan diprioritaskan untuk menerima vaksin. Tetapi apabila vaksin masih menunggu waktu, maka secara bertahap tenaga pendidik akan diatur untuk melakukan tes swab," ucap Bima, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Pemkot Bogor Berencana Gelar Belajar Tatap Muka di Sekolah 11 Januari 2021

Bima menyebut, jika ditemukan adanya kasus positif Covid-19 di sekolah, maka kebijakan kegiatan belajar tatap muka akan dievaluasi kembali. Termasuk, melihat situasi perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor ke depannya.

Selain itu, sambung Bima, pihak sekolah diwajibkan untuk memperhatikan segala sesuatunya mengenai protokol kesehatan, seperti menyiapkan thermo gun, kesiapan apabila ada peristiwa darurat, dan hal lainnya.

"Kami tidak ingin apabila sekolah sudah siap, sistem pengajarannya sudah baik, protokol kesehatan di dalam sekolah juga sudah baik, tetapi di lingkungan sekitar sekolahnya kemudian siswa berkerumun atau nongkrong di warung-warung atau tempat lainnya," sebutnya.

Baca juga: KBM Tatap Muka di Bogor Dilakukan Bertahap dengan Pola Hybrid Learning

Pemkot Bogor mulai melonggarkan kebijakan terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan mengizinkan sekolah menggelar kembali proses pembelajaran tatap muka.

Dari hasil rapat antara Pemkot Bogor dengan sejumlah instansi terkait, disepakati pembelajaran tatap muka langsung di Kota Bogor direncanakan mulai 11 Januari 2021.

Keputusan itu dibuat untuk menindaklanjuti arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemi.

"Kami melihat banyak hal selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), terutama dampaknya bagi siswa, sekolah, dan orangtua. Seperti yang disampaikan Mas Menteri bahwa PJJ itu tidak maksimal. Semakin lama PJJ dilakukan, maka semakin banyak dampak negatifnya," kata Bima.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Imbau Pegawai Tak Gelar Buka Puasa Bersama

Pemprov DKI Imbau Pegawai Tak Gelar Buka Puasa Bersama

Megapolitan
2 Pekerja Bangunan Tewas Saat Renovasi Rumah di Benhil, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

2 Pekerja Bangunan Tewas Saat Renovasi Rumah di Benhil, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Menengok Kolam Renang Atlantis Ancol yang Viral Karena Airnya Keruh

Menengok Kolam Renang Atlantis Ancol yang Viral Karena Airnya Keruh

Megapolitan
Kenangan soal Keinginan Tien Soeharto di Balik Megahnya Masjid At-Tin TMII

Kenangan soal Keinginan Tien Soeharto di Balik Megahnya Masjid At-Tin TMII

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 17 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 17 April 2020

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 17 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 17 April 2021

Megapolitan
Valentino Simanjuntak dan Pentingnya Komentator Sepak Bola bagi Oki Kurnia yang Tunanetra

Valentino Simanjuntak dan Pentingnya Komentator Sepak Bola bagi Oki Kurnia yang Tunanetra

Megapolitan
Surat Eksekusi Lahan di Pinang Tak Bisa Dicabut, Ini Penjelasan PN Tangerang

Surat Eksekusi Lahan di Pinang Tak Bisa Dicabut, Ini Penjelasan PN Tangerang

Megapolitan
2 Sepeda Motor Bertabrakan di Duren Sawit, 1 Pengendara Tewas

2 Sepeda Motor Bertabrakan di Duren Sawit, 1 Pengendara Tewas

Megapolitan
Pencuri Koil Mobil di Karang Tengah, Tangerang, Ditangkap Warga

Pencuri Koil Mobil di Karang Tengah, Tangerang, Ditangkap Warga

Megapolitan
Pembangunan Jalur MRT Bawah Tanah Fase 2A Disebut Lebih Menantang

Pembangunan Jalur MRT Bawah Tanah Fase 2A Disebut Lebih Menantang

Megapolitan
Update 16 April: 228 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Update 16 April: 228 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Mafia Tanah Saling Gugat Pakai Surat Palsu, Mengapa PN Tangerang Keluarkan Surat Eksekusi Lahan?

Mafia Tanah Saling Gugat Pakai Surat Palsu, Mengapa PN Tangerang Keluarkan Surat Eksekusi Lahan?

Megapolitan
[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X