Kompas.com - 24/11/2020, 15:57 WIB
Warganet menyerbu akun Twitter @TMCPoldaMetroJaya pada Sabtu (14/11/2020) hingga Minggu (15/11/2020). Mereka kecewa dengan perlakuan polisi yang tidak membubarkan kerumunan massa Rizieq Shihab di Petamburan, Jakart Pusat. Hal ini berbeda dengan perlakuan polisi saat menemukan acara hajatan warga yang langsung dibubarkan ketika masih berlangsung. Twitter TMC Polda Metro JayaWarganet menyerbu akun Twitter @TMCPoldaMetroJaya pada Sabtu (14/11/2020) hingga Minggu (15/11/2020). Mereka kecewa dengan perlakuan polisi yang tidak membubarkan kerumunan massa Rizieq Shihab di Petamburan, Jakart Pusat. Hal ini berbeda dengan perlakuan polisi saat menemukan acara hajatan warga yang langsung dibubarkan ketika masih berlangsung.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapid test massal bagi warga Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang digelar sejak Minggu (22/11/2020) berakhir pada Selasa ini. Rapid test massal yang digelar Polda Metro Jaya itu tak akan diperpanjang.

"Tiga hari saja, hari ini terakhir. Enggak ada lagi," kata Kepala Penanggung Jawab Tim Rapid Test Biddokes Polda Metro Jaya Ipda Rismiani saat dikonfirmasi, Selasa (24/11/2020) siang.

Selama tiga hari pelaksanaan, hanya 276 warga yang mengikuti rapid test ini. Padahal pihak Polda Metro Jaya menyiapkan 1000 alat rapid test per hari.

Pada hari pertama, hanya ada 89 warga yang mengikuti rapid test dan semuanya dinyatakan non-reaktif. Sementara pada hari kedua kemarin, ada 80 warga yang mengikuti kegiatan tersebut dan semuanya juga non-reaktif.

Baca juga: 3 Orang Reaktif Covid-19 di Petamburan Kabur Saat Menunggu Swab Antigen

Sementara pada hari ini, ada 107 warga yang mengikuti rapid test. Lima di antaranya dinyatakan reaktif Covid-19. Saat dilanjutkan dengan swab test antigen yang hasilnya lebih akurat, dua dari lima orang tersebut dinyatakan non-reaktif. Sementara tiga lainnya kabur saat menunggu proses swab test antigen.

Rismiani menduga banyak warga takut dinyatakan positif dan harus menjalani isolasi sehingga akhirnya enggan mengikuti program rapid test massal ini.

Ia menegaskan sosialisasi terkait acara rapid test massal itu sudah dilakukan. Rapid test juga gratis. Bahkan, warga yang mengikuti rapid test mendapatkan sembako.

"Mungkin banyak yang ketakutan," kata Rismiani.

Rapid test massal di Petamburan digelar karena dalam beberapa waktu terakhir muncul sejumlah kerumunan massa simpatisan Rizieq Shihab di daerah itu. Kerumunan sempat terjadi saat massa menyambut Rizieq sepulang dari Arab Saudi, dua pekan lalu. Kemudian kerumunan kembali terjadi saat Rizieq menggelar acara pernikahan putrinya serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Peserta Rapid Test Massal di Petamburan Sedikit, Polisi Duga Warga Takut



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X