Kasatpol PP Jakbar: Satgas Covid-19 di Perusahaan Hanya Jadi Pajangan Saja

Kompas.com - 10/12/2020, 17:27 WIB
Kasatpol PP Jakbar Tamo Sijabat saat menggelar menjalani sidang yustisi di RPTRA Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKasatpol PP Jakbar Tamo Sijabat saat menggelar menjalani sidang yustisi di RPTRA Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat menilai bahwa Satuan Tugas (satgas) Covid-19 yang dibentuk di masing-masing perusahaan hanya menjadi pajangan semata.

"Satgas Covid-19 di perusahaan ini kan saya melihat seolah-olah jadi pajangan saja status satgasnya," ujar Tamo, Kamis (10/12/2020).

Ia mengatakan bahwa status tersebut tak sejalan dengan peran dan fungsi satgas sebagaimana mestinya.

"Status mereka sebagai satgas hanya sekadar papan nama, tidak berjalan di lapangan gitu. Tidak melakukan tugasnya," jelas Tamo.

Baca juga: Satpol PP: 80 Persen Aduan Pelanggaran Prokes di Perusahaan Datang dari Pegawai Sendiri

Tamo menyatakan banyak anggota satgas Covid-19 di perusahaan yang bahkan tak mengetahui tugasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya tanya, 'tugas kamu sebagai Satgas Covid-19 apa?' Banyak yang nggak ngerti juga," jelasnya.

"Harusnya baca Pergub (Peraturan gubernur) 79 Pasal 8 di situ jelas tugas pokoknya apa sebagai Satgas Covid-19 kan ada di situ," tambah Tamo.

Lemahnya kinerja satgas Covid-19, dinilai Tamo berdampak terhadap lemahnya penegakkan protokol kesehatan di perusahaan-perusahaan.

Bahkan, Tamo menyatakan bahwa banyak pegawai perusahaan yang melapor kepada pihaknya terkait pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Tahun 2020, Penumpang MRT Jakarta Rata-rata 27.901 Orang Per Hari

"80 persen aduan perusahaan yang melanggar protokol kesehatan itu dari karyawan dalam," jelasnya.

Tamo mengatakan bahwa pegawai yang melaporkan biasanya resah melihat penegakkan prokes yang masih lemah di perusahaannya masing-masing.

Padahal, telah dibentuk Satgas Covid-19 di masing-masing perusahaan yang harusnya memastikan diterapkannya prokes.

Adapun, Tamo mengimbau masyarakat luas untuk tak segan melapor kepada pihaknya, jika mendapati pelanggaran prokes Covid-19, baik di kantor, perusahaan, maupun di tempat-tempat usaha lain.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Megapolitan
Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Megapolitan
11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Megapolitan
Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang 'Bermain'

Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang "Bermain"

Megapolitan
Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X