Kronologi Pemukulan Vokalis Band di Kafe Tiffany, Tersangka: Dia Dorong Duluan

Kompas.com - 17/12/2020, 16:36 WIB
Lima tersangka yang dihadirkan di Polsek Pondok Gede, Kamis (17/12/2020) Walda MarisonLima tersangka yang dihadirkan di Polsek Pondok Gede, Kamis (17/12/2020)
|


BEKASI, KOMPAS.com - Lima sekuriti yang terlibat dalam pengeroyokan seorang vokalis band di Kafe Tiffany, Jatisampurna, Bekasi, akhirnya ditangkap Polsek Pondok Gede.

Dalam jumpa pers di Polsek Pondok Gede, salah satu tersangka menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi pada Minggu (6/12/2020) dini hari.

Saat itu, korban RH (27) diketahui sedang mengisi acara di kafe tersebut. Saat sedang bernyanyi, RH ditegur salah satu sekuriti karena ia naik ke atas sound system.

Walau sudah ditegur, RH tetap saja melakukan hal yang sama berulang kali ketika bernyanyi di panggung.

Baca juga: Cekcok Usai Manggung, Seorang Vokalis Band Dikeroyok Sekuriti Kafe

"Terus pas sudah selesai, di pintu keluar kami tegur baik-baik, lalu dia (RH) bilang kalau masalah rusak dia tanggung jawab. Kita sudah kesal kan," ujar salah satu tersangka dalam jumpa pers, Kamis (17/12/2020).

Teguran tersebut pun akhirnya memicu adu mulut antara sekuriti dan korban. Karena emosi sudah memuncak, perkelahian pun terjadi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tersangka mengeklaim bahwa korban mendorong terlebih dahulu.

"Dia (korban) dorong duluan, sekuriti jatuh. Kita langsung bangun," kata tersangka.

Situasi semakin memanas. Lima sekuriti yang ada di lokasi langsung menghujani korban dengan bogem mentah. Akibatnya, korban mengalami luka memar di wajah dan kepala bagian belakang.

Baca juga: Kafe Tiffany Terancam Ditutup Permanen jika Kembali Langgar Protokol Kesehatan

Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pondok Gede.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Jimmy Martin Simanjuntak mengatakan kelima tersangka yang berinisial YES, F, O, D, D ini ditangkap pada Selasa (8/12/2020). Mereka ditangkap tanpa perlawanan saat sedang bekerja di kafe.

"Atas kejadian ini, lima tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama sama dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan penjara," kata Jimmy.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisma Atlet hingga RS Rujukan Penuh, Jakarta Masuki Fase Genting Pandemi Covid-19

Wisma Atlet hingga RS Rujukan Penuh, Jakarta Masuki Fase Genting Pandemi Covid-19

Megapolitan
Waspada Varian Baru Covid-19 di Jakarta, Lebih Berbahaya dan Lebih Menular

Waspada Varian Baru Covid-19 di Jakarta, Lebih Berbahaya dan Lebih Menular

Megapolitan
Respons Pelindo II soal Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok: Pecat Pegawai hingga Beri Kompensasi Sopir Truk

Respons Pelindo II soal Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok: Pecat Pegawai hingga Beri Kompensasi Sopir Truk

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang: Kegiatan Ekonomi Tutup Maksimal Pukul 21.00 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang: Kegiatan Ekonomi Tutup Maksimal Pukul 21.00 WIB

Megapolitan
Mari Bantu Azmi Ramadan, Bocah Tanpa Bola Mata yang Sempat Ditipu Penggalang Dana

Mari Bantu Azmi Ramadan, Bocah Tanpa Bola Mata yang Sempat Ditipu Penggalang Dana

Megapolitan
UPDATE: Tambah 60 Kasus di Kota Tangerang, 433 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 60 Kasus di Kota Tangerang, 433 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Poster UI Dicibir Netizen, Antrean UGD Wisma Atlet Mengular

[POPULER JABODETABEK] Poster UI Dicibir Netizen, Antrean UGD Wisma Atlet Mengular

Megapolitan
UPDATE: Tambah 276 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.173 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 276 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.173 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta, Bekasi, Bogor dan Depok Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta, Bekasi, Bogor dan Depok Berpeluang Hujan

Megapolitan
Fakta Baru Kasus Anji: Jadi Tersangka, Pakai Ganja Sejak September 2020

Fakta Baru Kasus Anji: Jadi Tersangka, Pakai Ganja Sejak September 2020

Megapolitan
Garap Poster Out of The Box, UI Panen Perhatian Publik

Garap Poster Out of The Box, UI Panen Perhatian Publik

Megapolitan
UI Sebut Poster yang Viral Direncanakan dengan Matang Melalui Riset dan Rapat Panjang

UI Sebut Poster yang Viral Direncanakan dengan Matang Melalui Riset dan Rapat Panjang

Megapolitan
UPDATE: Tambah 331 Kasus Covid-19 di Depok, Jumlah Pasien Melonjak Lagi

UPDATE: Tambah 331 Kasus Covid-19 di Depok, Jumlah Pasien Melonjak Lagi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Digelar di Stadion Patriot Bekasi, Ini Cara Daftar dan Jadwal Penyuntikan

Vaksinasi Covid-19 Digelar di Stadion Patriot Bekasi, Ini Cara Daftar dan Jadwal Penyuntikan

Megapolitan
Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X