Kompas.com - 18/12/2020, 16:42 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Suhaimi saat ditemui di ruang kerjanya Gedung DPRD DKI Jakarta Lantai 9, Selasa (5/11/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOAnggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Suhaimi saat ditemui di ruang kerjanya Gedung DPRD DKI Jakarta Lantai 9, Selasa (5/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhaimi, meminta Bank DKI yang ditunjuk sebagai penyalur dana bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 untuk mempersiapkan mekanisme pembagian agar tidak terjadi antrean. Bansos itu akan disalurkan secara tunai.

Suhaimi mengatakan, persiapan harus dilakukan bukan hanya untuk mencegah terjadinya kerumunan dan antrean tetapi juga untuk menyalurkan bansos tepat waktu.

"Bank DKI yang ditunjuk untuk menyalurkan juga harus mempersiapkan perangkat dan SDM yang memadai sehingga bisa disalurkan tepat waktu dan tidak ada antrean atau kerumitan yang menyusahkan warga," ujar Suhaimi dalam pesan teks, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Mulai 2021, Pemprov DKI Salurkan Bansos dalam Bentuk Tunai

Suhaimi menyetujui bansos dalam bentuk uang tunai tersebut.

Menurut dia, bansos dalam bentuk tunai bisa mengurangi kerumunan saat pembagian. Bansos dalam bentuk tunai juga bisa memutar roda perekonomian di tingkat usaha mikro di masyarakat.

"Berdampak positif pada geliat ekonomi warga, khususnya warung-warung warga sehingga roda ekonomi di tingkat bawah berjalan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Politikus PKS itu juga berharap agar bantuan sosial dalam bentuk tunai atau sembako bisa tepat sasaran.

"Yang penting warga menjadi ringan, tepat dan sampai pada sasaran serta aman dari penularan Covid-19," ucap Suhaimi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya mengatakan, Pemprov DKI akan mengganti bentuk bansos menjadi bentuk uang tunai. Nilai bansos yang akan diberikan sebesar Rp 300.000 setiap kepala keluarga (KK) selama 6 bulan mulai Januari 2021.

"Jadi bentuknya (nilainya) sama Rp 300.000. Cuma waktu itu kan Rp 300.000 di tahun 2020 ini dalam bentuk sembako, termasuk distribusi termasuk packaging, dan lain-lain," kata Ariza, kemarin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Megapolitan
Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Megapolitan
Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Megapolitan
Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Megapolitan
Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Megapolitan
DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Megapolitan
Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Megapolitan
Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Megapolitan
Polisi Gerebek Kos-kosan Tempat Penagih Pinjol Ilegal Bekerja, 4 Orang Ditangkap

Polisi Gerebek Kos-kosan Tempat Penagih Pinjol Ilegal Bekerja, 4 Orang Ditangkap

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Pakai Identitas Istri dan Adik Ipar Saat Beraksi

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Pakai Identitas Istri dan Adik Ipar Saat Beraksi

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Megapolitan
Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.