Proses Karantina Turut Jadi Sebab Penumpukan Penumpang di Terminal 3 Soekarno-Hatta

Kompas.com - 29/12/2020, 20:21 WIB
Penumpang pesawat dari luar negeri yang datang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sedang menunggu kedatangan bus guna kemudian menjalani karantina, Selasa (29/12/2020) siang. Kompas.COM/MUHAMMAD NAUFALPenumpang pesawat dari luar negeri yang datang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sedang menunggu kedatangan bus guna kemudian menjalani karantina, Selasa (29/12/2020) siang.

TANGERANG, KOMPAS.COM - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko mengatakan, proses sebelum menuju tempat karantina jadi salah satu alasan sekitar 200 penumpang pesawat penerbangan internasional sempat menumpuk di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (28/12/2020) malam. Para penumpang itu baru saja mendarat di Soekarno-Hatta dari luar negeri.

"Ada sekitar 200-an orang itu ya tadi malam, tapi intinya semua sudah tersalurkan ke hotel (untuk karantina)," kata Darmawali, Selasa malam.

Penumpukan penumpang yang terjadi pada Senin malam itu diunggah ke media sosial oleh akun Twitter @arisrmd. Akun tersebut mengunggah foto yang memperlihatkan sejumlah orang memenuhi sebuah ruangan yang dia sebut sebagai T3 (Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta).

Baca juga: Satgas Covid-19 Soekarno-Hatta: Penumpukan Penumpang di Terminal 3 Terjadi Saat Tunggu Bus ke Tempat Karantina

Keterangan dalam unggahan itu berbunyi, "Baru dapat dari rekan sejawat, beginilah kedatangan T3 kedatangan internasional malam ini. Entah mau jadi apa kita ini."

Kepala Satgas Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta, Kolonel LA Siladan mengemukakan, proses sebelum penumpang dikarantina menjadi faktor mereka terhambat di dalam Terminal 3.

Proses yang dimaksud adalah pengecekkan dokumen kesehatan, proses imigrasi, pengambilan bagasi, dan persiapan pengantaran penumpang menuju tempat karantina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, tempat karantina masing-masing penumpang harus dipastikan sudah siap untuk didatangi. Usai dipastikan, baru seluruh penumpang diantar ke tempat karantina.

"Proses menuju lokasi karantina ini yang kemudian menyebabkan adanya kepadatan di Terminal 3 Kedatangan Internasional, sebagaimana foto yang beredar di media sosial. (Juga) karena sejumlah pesawat juga bersamaan," ujar dia.

Selain itu, menurut Siladan, beberapa warga negara asing (WNA) protes karena harus dikarantina. Hal itu turut menjadi sebab terjadinya penumpukan penumpang.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depot Isi Ulang Oksigen di Matraman Terapkan Bayar Suka Rela, Pemilik: Ujian bagi Saya

Depot Isi Ulang Oksigen di Matraman Terapkan Bayar Suka Rela, Pemilik: Ujian bagi Saya

Megapolitan
Tak Ada Pengawasan, Masjid di Ciputat Leluasa Gelar Shalat Jumat Saat PPKM Level 4

Tak Ada Pengawasan, Masjid di Ciputat Leluasa Gelar Shalat Jumat Saat PPKM Level 4

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu Tabung Oksigen yang Dimodifikasi dari Apar

Polisi Tangkap Pemalsu Tabung Oksigen yang Dimodifikasi dari Apar

Megapolitan
Pengakuan Warga Utan Panjang yang Ikut Vaksinasi Covid-19 Demi Dapat Bansos

Pengakuan Warga Utan Panjang yang Ikut Vaksinasi Covid-19 Demi Dapat Bansos

Megapolitan
Proyek MRT, Tugu Jam Thamrin Dipindahkan Sementara Oktober 2021

Proyek MRT, Tugu Jam Thamrin Dipindahkan Sementara Oktober 2021

Megapolitan
PPKM di Jakarta, Penumpang Harian MRT Turun 80 Persen Selama Juli 2021

PPKM di Jakarta, Penumpang Harian MRT Turun 80 Persen Selama Juli 2021

Megapolitan
Pemkot Depok Terus Genjot Kapasitas Tes Covid-19

Pemkot Depok Terus Genjot Kapasitas Tes Covid-19

Megapolitan
Ada Pungli Bansos PKH di Tangerang, Wali Kota Sebut Pemkot Tak Terlibat Penyalurannya

Ada Pungli Bansos PKH di Tangerang, Wali Kota Sebut Pemkot Tak Terlibat Penyalurannya

Megapolitan
Ada Depot Isi Ulang Tabung Oksigen Bayar Sukarela di Matraman, Hari Jumat Gratis

Ada Depot Isi Ulang Tabung Oksigen Bayar Sukarela di Matraman, Hari Jumat Gratis

Megapolitan
Syarat Makan di Warteg Jakarta Selama PPKM Level 4, Dine In Maksimal 20 Menit dan Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Syarat Makan di Warteg Jakarta Selama PPKM Level 4, Dine In Maksimal 20 Menit dan Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Megapolitan
Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Depok Mulai Turun

Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Depok Mulai Turun

Megapolitan
Kejari Temukan Praktik Pungli Bansos Non-tunai di Kota Tangerang, Terdeteksi sejak Juni

Kejari Temukan Praktik Pungli Bansos Non-tunai di Kota Tangerang, Terdeteksi sejak Juni

Megapolitan
Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Apa Penyebabnya?

Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Apa Penyebabnya?

Megapolitan
Pemkot Tangsel Beri Pendampingan Hukum Remaja Perempuan yang Dianiaya Orangtua di Pamulang

Pemkot Tangsel Beri Pendampingan Hukum Remaja Perempuan yang Dianiaya Orangtua di Pamulang

Megapolitan
Ironi Pandemi di Jakarta: RS Diklaim Mulai Lengang, tapi Kematian Pasien Covid-19 Tetap Tinggi

Ironi Pandemi di Jakarta: RS Diklaim Mulai Lengang, tapi Kematian Pasien Covid-19 Tetap Tinggi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X