Kompas.com - 11/01/2021, 10:30 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menggelar video conference menyampaikan perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi hingga satu bulan ke depan, di Balai Kota Bogor, Kamis (4/6/2020). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menggelar video conference menyampaikan perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi hingga satu bulan ke depan, di Balai Kota Bogor, Kamis (4/6/2020).

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang menurut rencana dimulai pada Senin (11/1/2021).

Keputusan itu diambil setelah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Dewan Pendidikan, dan masukan dari orangtua murid.

Bima mengatakan, ada tiga hal yang melandasi kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bogor ditunda, yaitu kesiapan penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah, persetujuan dari orangtua dan komite sekolah, serta situasi Covid-19.

Menurut Bima, tiga aspek tersebut belum bisa terpenuhi.

Baca juga: PPKM di Kota Bogor, Mal Tutup Pukul 19.00, Pengunjung Restoran Dibatasi Maksimal 25 Persen

Oleh sebab itu, dia mengambil kebijakan dengan menunda kegiatan PTM demi keselamatan peserta didik.

“Saat ini, setelah dilakukan kajian, dilakukan survey, tiga hal tadi belum terpenuhi. Sebagian besar sekolah masih belum siap, baik protokol kesehatannya maupun dukungan dari orangtuanya. Dan secara umum, di Kota Bogor kasus Covid-19 justru trennya (Covid-19) sekarang sedang naik. Rumah sakit tingkat keterisian tempat tidurnya sudah tinggi,” ungkap Bima, Minggu (10/1/2021).

Bima mengaku belum dapat mengambil keputusan soal pelaksanaan KBM tatap muka di Kota Bogor mengingat kasus Covid-19 terus meningkat.

Kata dia, saat ini yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan para tenaga pengajar dan peserta didik.

“Selama tiga hal itu belum terpenuhi, ya bisa sampai akhir tahun belum bisa dimulai. Kalau pertengahan tahun Covid-19 bisa dikatakan terkendali, kami bisa mulai lakukan simulasi. Tapi kalau belum terkendali, sampai akhir tahun pun tidak akan kita buka,” kata Bima.

Baca juga: RS Darurat Covid-19 Kota Bogor Ditargetkan Beroperasi 18 Januari

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sabtu (9/1/2021), jumlah kasus Covid-19 mencapai 6.062 kasus. Terjadi penambahan 74 kasus baru di hari itu.

Sebanyak 978 orang masih dinyatakan positif Covid-19, 4.948 orang sudah dinyatakan sembuh, serta 136 orang meninggal.

Sementara itu, dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor, tingkat keterisian tempat tidur isolasi sudah mencapai 84,4 persen.

Saat ini, Pemkot Bogor telah membangun rumah sakit (RS) darurat di kawasan GOR Pajajaran untuk menampung pasien yang memiliki gejala ringan hingga sedang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MRT Jakarta Teken Kontrak Proyek Fase 2A Bundaran HI-Kota Senilai Rp 4,6 Triliun

MRT Jakarta Teken Kontrak Proyek Fase 2A Bundaran HI-Kota Senilai Rp 4,6 Triliun

Megapolitan
Tepergok Curi Motor di Pinggir Jalan, Dua Manusia Silver Ditangkap

Tepergok Curi Motor di Pinggir Jalan, Dua Manusia Silver Ditangkap

Megapolitan
Update 20 April: 1.488 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet

Update 20 April: 1.488 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet

Megapolitan
Antrean Warga Membeludak, Satpol PP Bubarkan Pembagian BLT UMKM di Kota Bogor

Antrean Warga Membeludak, Satpol PP Bubarkan Pembagian BLT UMKM di Kota Bogor

Megapolitan
Korban Kebakaran Taman Sari Berharap Bantuan Pemerintah untuk Bangun Kembali Rumah

Korban Kebakaran Taman Sari Berharap Bantuan Pemerintah untuk Bangun Kembali Rumah

Megapolitan
Polisi Bantah Isu Kebakaran di Taman Sari Dipicu Pertengkaran Suami Istri

Polisi Bantah Isu Kebakaran di Taman Sari Dipicu Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Perpaduan Islam dan Indonesia di Setiap Lekuk Masjid Istiqlal...

Perpaduan Islam dan Indonesia di Setiap Lekuk Masjid Istiqlal...

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Jogja Kelas Ekonomi Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Jogja Kelas Ekonomi Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Segera Tetapkan Rumah Menlu Pertama Achmad Soebardjo Jadi Cagar Budaya

Pemprov DKI Diminta Segera Tetapkan Rumah Menlu Pertama Achmad Soebardjo Jadi Cagar Budaya

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Jogja Kelas Eksekutif Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Jogja Kelas Eksekutif Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X