Kompas.com - 21/01/2021, 19:07 WIB
Underpass Dukuh Atas terendam banjir pada Senin (21/9/2020) malam sehingga membuat beberapa kendaraan tak bisa melintas. TwitterUnderpass Dukuh Atas terendam banjir pada Senin (21/9/2020) malam sehingga membuat beberapa kendaraan tak bisa melintas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yusriah Dzinnun, meminta polisi mengusut kasus penarikan paksa kabel listrik Rumah Pompa Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan, pengusutan diperlukan karena Rumah Pompa Dukuh Atas merupakan lokasi penanganan dan pencegahan banjir di Jakarta yang harus dijaga.

"Alat itu berguna untuk mencegah genangan saat hujan turun, lebih curah hujan diprediksi akan tinggi Februari 2021," kata Yusriah dalam keterangan tertulis, Kamis (21/1/2021).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap Polda Metro Jaya bergerak cepat menemukan pelaku penarikan paksa kabel listrik di Rumah Pompa Dukuh Atas.

Baca juga: Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas Ditarik Paksa Orang Tak Dikenal

"Semoga pelakunya segera tertangkap," kata Yusriah.

Dia mendukung upaya Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk memasang CCTV di sekitar area Rumah Pompa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena ini sangat penting, harus segera dipasang," ucap Yusriah.

Kepala Seksi Jalan, Jembatan dan Kelengkapan Jalan Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Yudha Catur Suharnanto sebelumnya mengatakan, adanya kabel yang ditarik paksa di lokasi itu diketahui petugas PLN pada 14 Januari.

Dia mengatakan, kabel listrik yang ditemukan tercabut dari meteran kWh tersebut sengaja ditarik oleh orang tidak dikenal.

"Kalau di berita acara PLN ditarik secara paksa," kata Yudha.

Meski mengalami kerusakan akibat ditarik paksa, Yudha mengatakan operasional Rumah Pompa tidak terganggu karena kabel yang ditarik bukan kabel daya listrik melainkan kabel yang terhubung ke meteran kWh untuk menghitung daya.

"Tidak ada dampak pengoperasian pompa underpass kita, cuma dikhawatirkan misalkan kabel ini putus (akan ada) kemungkinan nanti mungkin mutusin kabel lain lagi," kata Yudha.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD DKI: Anies Lakukan Penyalahgunaan Wewenang demi Formula E

Anggota DPRD DKI: Anies Lakukan Penyalahgunaan Wewenang demi Formula E

Megapolitan
Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Warga Sebut Sudah Terjadi Lima Kali

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Warga Sebut Sudah Terjadi Lima Kali

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa 2 Ambulans Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Serpong

Pohon Tumbang Timpa 2 Ambulans Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Serpong

Megapolitan
Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Anies Serius Jalani Putusan Hakim di Kasus Polusi Udara

Fraksi PSI Minta Anies Serius Jalani Putusan Hakim di Kasus Polusi Udara

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama Dua Pekan

Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama Dua Pekan

Megapolitan
Soal Belajar Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang, Ini Penjelasan Wali Kota

Soal Belajar Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang, Ini Penjelasan Wali Kota

Megapolitan
Jenazah Wanita 87 Tahun Ditemukan di Johar Baru, Rumahnya Terkunci

Jenazah Wanita 87 Tahun Ditemukan di Johar Baru, Rumahnya Terkunci

Megapolitan
Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Korban Derita Kerugian Rp 350 Juta

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Korban Derita Kerugian Rp 350 Juta

Megapolitan
Roy Suryo Laporkan Politisi FH Terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Roy Suryo Laporkan Politisi FH Terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Megapolitan
Polres Tangsel Masih Buru Dua Komplotan Begal yang Beraksi di Bintaro

Polres Tangsel Masih Buru Dua Komplotan Begal yang Beraksi di Bintaro

Megapolitan
Dulu Digembar-gemborkan, Pembangunan Tugu Sepeda Anies Baswedan Kini Mangkrak…

Dulu Digembar-gemborkan, Pembangunan Tugu Sepeda Anies Baswedan Kini Mangkrak…

Megapolitan
Belum Ada Rencana Kelanjutan Bansos Tunai di Jakarta

Belum Ada Rencana Kelanjutan Bansos Tunai di Jakarta

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dibongkar Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dibongkar Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Megapolitan
Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Mengaku Tak Tahu soal Tarif Retribusi

Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Mengaku Tak Tahu soal Tarif Retribusi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.